Jumat, 28 Juni 2013

WASPADAI KEJAHATAN INSIDENTIL


Rembang-Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandhy Ariyanto mengingatkankepada seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan keamanan lingkungan   dengan meningkatkan Sistim keamanan Lingkungan (siskamling). Khusunya kejahatan yang bersifat Insidentil ( musiman) . Hal tersebut disampaikan pada kegiatan apel pagi dan Senam massal di Alun –Alun Rembang Pagi tadi (28/6) dengan jajaran PNS, TNI , Polri dan instansi terakit . 

            Kapolres mengatakan saat anak-anak libur sekolah pihak sekolah kadang mengabaikan keamanan sekolah dengan tidak menempatkan dan menambah penjaga keamanan maupun piket guru, akibatnya  pihak sekolah sering kebobolan maling. Dampaknya tentu sangat merugikan anak-anak disekolah tersebut. Untuk itu jangan sampai pihak sekolah menjadi korban berikutnya seperti yang terjadi baru-baru ini di Sekolah MTSn Pamotan.

Kapolres Rembang AKBP Adhy fandhy Ariyanto mengingatkan bisasanya kejahatan yang bersifat insidentil atau musiman biasanya pada  musim kenaikan kelas dan lebaran sehingga perlu diwaspadai. Bahkan dengan rumah kita sendiri juga harus hati-hati, karena keamanan bukan terjadi dengan sendirinya, tetapi Pencuri tidak berani masuk  karena rumah kita jaga. 

Kapolres AKBP Adhi Andy Ariyanto juga meminta masyarakat untuk meningkatkan siskamling, karena pertahanan dimasyarakat kita yang paling melekat adalah siskamling. Namun justru saat ini dianggap kuno karena sudah ada CCTV maupun HP. Padahal pencuri sekarang ini justru  menggunakan tradisi lama dalam melakukan aksinya. 

Diungkapkan pula fungsi siskamling tidak hanya menjaga keamanan lingkungan saja tetapi berguna sebagai ajang silaturohmi warga , budaya ini justru mulai rapuh seiring orang –orang perkotaan dengan mudahnya membayar siskamling, sehingga antar tetangga tidak saling kenal.  Dampaknya  rasa persatuan mulai luntur karena  dari hal-hal kecil inilah kita bermasyarakat  tidak saling kenal . 

Untuk itu kapolres AKBP Adhy mengajak masyarakat bersama-sama menggugah kesadaran warga bisa menumbuhkan rasa  kebersamaan dan kegotongroyongan melalui siskamling.

Selain itu kapolres meminta jajaran kepolisian untuk  terus meningkatkan patroli mengingat musim liburan sekolah sudah datang dan lebaran akan tiba dengan meningkatkan koordinasi ke tiap polsek. ( Affandi )


Kafe Wajib Tutup Selama Sebulan


Rembang-Pemerintah Kabupaten Rembang mewajibkan para pengelola kafe dan karaoke untuk tutup selama bulan suci ramadan. Dimulai sejak dua hari sebelum bulan puasa hingga 10 hari setelah Lebaran.

Selain untuk kafe dan karaoke, pemkab juga mengatur jam buka warung kopi yakni mulai pukul lima sore sampai 10 malam dan tidak boleh membunyikan musik. Sedangkan arena biliard serta play station, dipersilahkan buka antara pukul satu siang sampai lima sore.

            Terkait ketentuan tersebut, Wakil Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz menyebutkan, keberadaan kafe dan karaoke kerap kali tidak mengindahkan peraturan, bulan ramadan tahun lalu sejumlah pengelola kafe tetap nekat beroperasi secara sembunyi sembunyi. Oleh karena itu jika tahun ini mereka tetap nekat buka maka akan diberikan sanksi tegas, mengarah pada pencabutan izin usaha.

Lanjut Abdul Hafidz, untuk memastikan para pengelola hiburan mematuhi aturan, pihaknya bakal menggelar inspeksi mendadak. Tidak sebatas pada kafe dan karaoke saja namun warung kopi, tempat biliard dan arena permainan play stasion juga tak luput dari sasaran. 

            Terpisah Anggota Komisi V DPRD Rembang, Rohmat Isnaeni mendukung aturan yang diterapkan oleh Pemkab Rembang, guna menjaga kekusyukan umat beribadah dibulan suci Ramadan. Pihaknya berharap pemkab serius memberikan sanksi bagi para pengelola kafe dan karaoke yang melanggar aturan.

Lanjut Rohmat Isnaeni, jika selama bulan ramadan ada kafe dan warung kopi karaoke kedapatan tiga kali melanggar ketentuan, maka dicabut saja izinnya. Ketegasan ini penting, demi menjaga kewibawaan pemerintah dan aparat keamanan. ( heru )

Rembang berangkatkan Lomba FASI Jateng


Rembang—Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (Badko TPQ) Kabupaten Rembang memberangkatkan tak kurang dari 38 peserta untuk mengikuti lomba Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar pada tanggal 28-29 Juni 2013 di Transit Haji Manyaran, Semarang.

Para peserta berangkat dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang pada Jum’at pagi (28/6) didampingi oleh empat orang official,  dan tujuh orang pelatih. Lomba-lomba yang akan diikuti untuk TPQ yaitu azan dan iqomah , tartil (pa/pi), Cerdas Cermat Al-Qur’an, menggambar (pa/pi), pidato Bahasa Indonesia (pi), dan praktik sholat (pa/pi). 

Sementara untuk TQA yaitu tilawah (pa/pi), tahfidz juz’amma (pa/pi), terjemah lafdziyyah, kaligrafi (pa/pi), pidato Bahasa Indonesia (pa/pi), kaligrafi Islam (pa/pi),  dan praktik sholat (pa/pi).

Wakil Ketua I Badko TPQ Kabupaten Rembang, Drs. H. Musthofa, MH berharap para peserta bisa menunjukkan prestasinya dan berhasil membawa nama harum Kabupaten Rembang. Namun yang lebih penting adalah mensyi’arkan agama Islam.(Affandi )

Kerajinan Limbah Kulit Ikan Diserbu Kolektor


Rembang-Bukan hanya Batik Lasem dan Bordir Sedan saja sekarang yang menjadi icon Kabupaten Rembang, debutan hasil kerajinan berbahan baku limbah kulit ikan bakal menyusul setelah menuai sukses pada ajang pameran di Jakarta pada akhir Mei lalu. Warga Rembang sendiri dalam watu dekat juga bisa mendapatkan hasil kerajinan tersebut, namun jangan kaget dengan harga yang dibanderol tergolog cukup menguras isi dompet, berkisar Rp150 hingga Rp550 per pieces.

            Kabid Perindustrian Dinperdagkop dan UMKM Kabupaten Rembang, Arifin menjelaskan tak menduga jika hasil  kerajinan berbahan limbah kulit ikan produksi Koperasi Kartini Leather dalam ajang pameran fashion dan kulit di Jakarta Convention Centre (JCC) ternyata disambut penuh antusias. Sekira belasan item produk yang dibawa memang hanya akan dipamerkan, namun saat event usai dibuka secara resmi ternyata dalam hitungan kurang dari dua jam laris dibeli kolektor. 

            Lanjut Arifin, pemintaan  kiriman stok hingga ratusan item jumlahnya dari Rembang lagi-lagi diborong langsung ludes diburu kolektor sehingga terpaksa pihaknya menutup transaksi tunai dialihkan ke order, sisa stok dipamerkan hingga event pameran selesai. 

Menurut Arifin, kolektor yang belum berkesempatan mendapat produk khas dari Rembang dipersilahkan datang ke event Rembang Expo, karena akan ditampilkan dalam skala besar dalam ajang tersebut. Nantinya tersedia ratusan item produk yang saat ini sudah selesai dikerjakan dan siap dipasarkan.

Ditambahkan, harga yang dibanderol mungkin tergolong mahal, namun calon pembeli diminta untuk memperhatikan kualitas produk bukan memandang dari bahan baku yang digunakan. Pasalnya sebagian besar produk dihiasi manik-manik mutiara asli yang didatangkan dari Nusa Tengara Barat.
           
Terpisah, Sudirman selaku Ketua Koperasi Kartini Leather menjelaskan, kerajinan berbahan kulit ikan sudah dirintis sekira 3 tahun silam, usaha tadi dikembangkan  untuk mewadahi semua perajin dan tenaga kerja yang terlibat, disatukan dalam koperasi.

            Tidak ada kendala dalam memperoleh bahan baku limbah kulit ikan, karena sudah terjalin kerja sama dengan beberapa pengepul. Untuk produktivitas saat ini diakuinya masih kurang lantaran minim tenaga jahit kulit dan sarana pendukungnya, sehingga perlu diupayakan bantuan modal kerja dan pelatihan bidang menjahit. 
      
             Sudirman tambahkan, limbah kulit ikan yang digunakan terdiri togek, buntek dan pari,  diproduksi menjadi aneka kerajinan tangan berupa gantungan kunci, tas, sepatu, dompet dan tempat handphone. Pihaknya mematok banderol mulai Rp150 hingga 550 ribu per pieces dengan kualitas ekspor. ( heru )

240 Stand Ramaikan Rembang Ekspo


Rembang-Penyelenggaraan Rembang Ekspo Yang mulai digelar hari sabtu tanggal 29 Juni selama sepekan kedepan   Di Balai kartini Rembang Diikuti sebanyak 240 stand.  Pihak penyelenggara Rembang Expo tahun 2013, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Rembang ingin mengulang kesuksesan penyelenggaran di tahun 2012  lalu, dan tahun ini  diselenggarakan lebih besar dan  meriah lagi. 

Kepala Dinperindakop dan UMKM kabupaten Rembang Muntoha mengatakan Keberadaan rembang ekspo disetting  untuk pelaku UMKM dengan tujuan Dinperindakop dan UMKM bisa mengembangankan usaha dari sisi  kualitas dan kunatitas yang pada akhirnya muaranya akan menghasilkan potensi penyerapan tenaga kerja. 

Muntoha menjelaskan Rembang ekspo tahun 2013 ini merupakan agenda ke 8 sejak digelar tahun 2006 lalu. Dalam perkembangannya dari tahun-ketahun diakui mengalami peningkatan dan dapat diterima pelaku usaha dan masyarakat. 

Dari kegiatan ini pemkab Rembang menggelontorkan Anggaran sebesar 200 juta  untuk menfasilitasi 117 stand Pelaku koperasi dan UMKM . sisa stand sekitar 123 Unit disediakan untuk Umum dikelola oleh Event organizer yang digandeng pihak pemkab rembang. 

Muntoha menambahkan animo peserta Rembang Ekspo tahun ini trendnya Semakin meningkat sehingga  lokasi stand ditambah melebar kebarat menggunakan sebagian halaman kantor bupati rembang . Kedepan keberlangsungan Rembang ekspo menjadi perhatian  Pemkab Rembang  Karena apabila diteruskan tentunya membutuhkan tempat dan lokasi barui yang memadai.(affandi)