Jumat, 31 Mei 2013

SMKN 2 Rembang Siapkan Jurusan Baru Tekhnik Konstruksi Kapal Kayu


Rembang-Momen tahun pelajaran baru sering dimanfatkan oleh sekolah kejuruan untuk menambah daya tampung, namun tetap secara prosedural yakni dengan cara membuka jurusan baru. Seperti halnya yang dilakukan oleh SMKN 2 Rembang, di tahun pelajaran 2013/2014 disiapkan jurusan baru tekhnik konstruksi kapal kayu, lengkap dengan sarana pendukunnya.

            Kepala SMKN 2 Rembang, Gatot Rahardjo didampingi Erna Eka Rusanti selaku ketua jurusan mengatakan, masyarakat yang tertarik menyekolahlan putra-putrinya mengambil jurusan tekhnika konstruksi kapal tidak perlu khawatir karena ijin operasional sudah dikantongi oleh sekolah. Termasuk adanya dukungan dari instansi terkait seperti Dinas Kelautan setempat dan Syahbandar Pelabuhan Rembang serta dari dunia usaha sektor galangan kapal.

            Rencananya lanjut Gatot, SMKN 2 Rembang akan membuka satu kelas terlebih dahulu, namun jika animo pendaftar cukup tinggi tidak menutup kemungkinan membuka dua kelas. Dengan daya tampung per kelas sebanyak 36 siswa termasuk meyiapkan laboratorim komputer.

            Gatot menambahkan, SDM pendidik dan sarana prasarana sudah siap sehingga diprediksi tidak akan terkendala saat proses belajar mengajar jurusan baru dimula. Untuk sementara fokus pada kesiapan kelas 10, sambil berjalan pihak sekolah menyempurnakan sarana yang dibutuhkan seiring bertambahnya jumlah angkatan pada tahun pelajaran berikutnya.

            Sementara Erna Eka Rusanti ketua jurusan menjelaskan, ide membuka jurusan baru dilandasi pemikiran masih minimnya usaha galangan kapal di Rembang yang mempekerjakan tenaga kerja ahli dibidangnya. Dari beberapa unit tempat usaha galangan kapal yang disurvey diketahui pengetahuan tenaga kerjanya minim dan mempelajari secara otodidak. 

            Lanjut guru bergelar sarjana tekhnik perkapaan tersebut, pihak sekolah mengambil terobosan membuka jurusan tekhnika konstruksi kapal kayu yang tujuan lainnya yakni membuka peluang usaha bagi anak-anak yang notabene akrab dengan laut dan kapal.     Tidak hanya mempelajari membuat kapal saja akan tetapi juga diberikan materi docking kapal, sehingga ke depan diharapkan mampu membuka sendiri usaha bengkel perbaikan kapal untuk mengeliminir larinya kapal Rembang docking ke Juwana Pati atau ke Batang dan Pekalongan.
           
Erna menambahkan, pada tahun pertama nanti siswa menerima  pembelajaran cara membuat desain kapal baik melalui komputer maupun menggambar secara manual, tahun berikutnya membuat elemen-elemen kapal dan tahun ketiga dilepas praktek kerja. Untuk kegiatan praktek sendiri pihak sekolah sudah mengadakan MoU dengan Rasnadi Shewa pemilik usaha galangan kapal CV Jati Pagar Nusa di Desa Kalipang Kecamatan Sarang.

            Adapun alasan memilih CV Jati Pahar Nusa tak lain bedasarkan pemikiran bahwa tempat usaha terebut sudah menerapkan IT dalam bisnisnya dan juga menggandeng ITS sebagai konsultan. Sehingga dari jalinan kerja sama tadi nantinya SMKN 2 Rembang juga akan memetik manfaat jika membutuhkan referensi yang dibutuhkan, karena secara tidak langsung menjadi binaan ITS yang memiliki banyak pakar dalam ilmu perkapalan. ( heru )

Pemilik HOTEL bina kena sanksi


Rembang-Kepala Dinas kebudayaan pariwisata pemuda dan olahraga rembang (Dinbudparpora) Sunarto Prihatin atas temuan belasan pasangan bukan suami istri yang diduga berbuat mesum disejumlah hotel di kota rembang dari Hasil Razia operasi gabungan satpol PP dan Polres rembang baru-baru ini. 

Pasalnya sesuai ketentuan pemilik hotel seharusnya tidak hanya mementingkan pengunjung dari segi bisnis  saja tetapi juga melakukan pengawasan keberadaan pengunjung hotel . 

Lanjut sunarto apabila pemilik Hotel diketahui memang terbukti melanggar, sesuai ketentuan tentunya akan mendapatkan sanksi  sesuai tingkat pelanggaran.

Untuk itu sejalan dengan visit jateng 2013 seharusnya para pemilik hotel dapat mendorong dan menciptakan sapta pesona di dunia pariwisata. Pemilik hotel seharusnya punya filter terhadap pengunjung hotel baik pengunjung  anak-anak maupun pengunjung dewasa. 

Himbauan  tersebut sebenarnya juga sudah disampaikan oleh Dinas pariwisata melalui Paguyuban pengusaha hotel restoran Indonesia (PHRI) Rembang melalui pertemuan secara berkala. Pemilik Hotel telah diingatkan dan merespon positif  berkomitmen untuk tidak menerima tamu berpasangan yang tidak ada surat nikahnya. ( affandi ).

Anak Keluarga Tidak Mampu Dibebaskan Bea Pendaftaran


Rembang-Menyongsong pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2013/2014 disikapi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang dengan menerbitkan edaran berisi juklak dan juknis ke semua jenjang pendidikan di wilayah setempat. Satu hal menarik dari draft yang telah selesai dibuat yakni diwacanakan calon siswa dari keluarga kurang mampu dibebaskan dari bea apapun saat mendaftar.

            Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Dandung Dwi Sucahyo saat dihubungi membenarkan telah menyusun draft berisi juklak dan juknis terkait PPDB tahun ini. Aturan tersebut nantinya digunakan sebagai acuan oleh semua jenjang pendidikan setempat, berlaku setelah ditandatangani dan diedarkan. 

            Draft tadi lanjut Dandung, secara rinci mengatur proses PPDB dan wajib dilaksanakan oleh semua pihak tanpa terkecuali, baik sekolah negeri dan swasta. Untuk itu semua sekolah harus mencermati dengan betul ketentuan yang akan diterbitkan, selanjutnya dilaksanakan dengan sungguh-sungguh saat digelar PPDB.   

            Satu hal menarik dari draft yang disusun terkait PPDB adalah adanya wacana membebaskan calon siswa asal keluarga kurang mampu dari bea pendaftaran. Dijelaskan oleh Dandung, menyangkut hal tersebut tentunya didukung syarat administrasi yang dibutuhkan saat mereka mendaftar, diantaranya menyertakan surat keteangan tidak mampu (SKTM) dari kepala desa/kepala kelurahan disahkan oleh camat atau menunjukkan kartu program keluarga harapan (PKH) berikut foto copy dan berlaku juga untuk anak keluarga pemilik kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).

            Saat disinggung besaran biaya pendaftaran, Dandung sampaikan bila telah diatur dan wajib dipenuhi oleh semua jenjang sekolah. Apabila ada temuan pelanggaran atas ketentuan tadi tentu sekolah yang bersangkutan akan diberi sanksi keras. 

            Ditambahkan, saat sekolah mengadakan daftar ulang bagi calon siswa didik baru harus melayani dengan sebaik-baiknya, seraya ditegaskan bahwa pada pelaksanaan daftar ulang tidak boleh ada pungutan biaya. (heru )


PKK desa Tasikharjo juara 2 lomba kadarkum Bakorwil


Kaliori-Tim penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa Tasikharjo, kecamatan Kaliori, juara 2 lomba keluarga sadar hukum (Kadarkum) tingkat Badan koordinasi wilayah (bakorwil) 1 Jawa Tengah, yang diselenggarakan di kabupaten Pati, pada hari rabu kemarin. Sedangkan juara 1 diraih perwakilan tim penggerak PKK Kota Salatiga.  Dan disusul juara 3 perwakilan PKK kabupaten Blora.

Camat Kaliori Mustholih mengatakan walaupun menjadi juara 2 lomba kadarkum, kabupaten Rembang, masih berhak mengikuti babak final lomba yang sama di tingkat Propinsi Jawa Tengah, pada bulan Juni nanti, di kabupaten Semarang.

Mustholih yang juga dewan penyantun tim penggerak PKK kecamatan Kaliori mengungkapkan Lomba kadarkum di Tingkat Bakorwil I tersebut diikuti 11 (sebelas) Kabupaten/Kota terdiri dari: TP-PKK Kabupaten Pati, TP-PKK Kabupaten  Rembang, TP-PKK Kabupaten Kudus, TP-PKK Kabupaten Blora, TP-PKK  Kabupaten Grobogan, TP PKK Kabupaten Demak, TP-PKK Kabupaten Jepara,  TP-PKK Kabupaten Semarang, TP-PKK Kabupaten Kendal, TP-PKK Kota Salatiga dan TP-PKK Kota Semarang.

Mustholih berharap nantinya desa Tasikharjo bisa meraih yang terbaik di lomba Kadarkum tingkat Propinsi. Pasalnya desa Tasikharjo pernah menjadi pemenang Lomba Pelaksana TerbaikKesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010.( Masudi )

Belasan Pasangan Mesum terjaring Razia


Rembang-Menindaklanjuti laporan dari warga sering melihat pasangan bukan suami istri diduga berbuat mesum di sejumlah hotel, dan gerah atas maraknya kasus pencabulan gadis di bawah umur, membuat gabungan aparat keamanan mengadakan razia. Hasilnya terjaring belasan pasangan tidak sah kedapatan sedang berduaan di dalam kamar hotel . 

Operasi gabungan  dilakukan Pada Kamis pagi, oleh jajaran Satpol PP dan Polres Rembang dengan sasaran hotel-hotel, Bukan hanya pria dan wanita yang kaget saat terjaring, aparat sendiri tak habis pikir karena tak menduga akan menjarring belasan pasangan tidak sah yang tengah berduan di kamar botel.

Ka Satpol PP Kabupaten Rembang, Slamet Riyadi usai kegatan menyebutkan, razia gabungan digelar sebagai tindaklanjut dari laporan masyarakat yang menginformasikan acapkali meihat PNS, perangkat desa bahkan pelajar keluar masuk di sejumlah hotel. Dimana tentu dipastikan keberadaan mereka di tempat tersebut tak lain untuk berbuat mesum dan kejadian seperti itu tak mengenal waktu, sepanjang pagi sampai malam hari.

Menurut Slamet Riyadi, razia dilakukan untuk menegakkan PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, namun sayangnya dalam razia kali ini tidak menjaring satupun pasangan PNS. Pihaknya sendiri menjamin razia tidak bocor karena bersifat spontan dan tidak ada anggota dua institusi yang mengetahui sebelumnya.

Ditambahkan, pihaknya bersama jajaran Polres Rembang akan terus dan meningkatkan kerja sama dalam memberantas penyakit masyarakat. Terutama guna mencegah anak di bawah umur keluar masuk hotel dengan bebas, berbuat layaknya pasangan suami istri yang sah. 

Ditegaskan, pemilik atau pengelola hotel dalam waktu dekat akan dikumpulkan dan pada kesempatan tersebut diingatkan supaya tidak semata-mata hanya mengejar pendapatan tanpa mengindahkan aturan yang berlaku. Sedapat mungkin ikut berusaha menekan dan mengurangi tindak pencabulan anak di bawah umur, diwujudkan dengan secara tegas menolak tamu yang bukan pasangan sah, terlebih jika yang datang belum usia dewasa layaknya pasutri. ( heru )