Rabu, 10 Juli 2013

MUI usulkan aturan khusus tempat hiburan


Rembang-Majelis Ulama Indonesia  sangat memberikan apresiasi terhadap langkah Pemkab Rembang menutup tempat hiburan karaoke,warung kopi, Play sation maupun Bilyard selama bulan suci ramadhan, namun alangkah baiknya kebijakan untuk mengatur keberadaan tempt hiburan dituangkan  secara konkrit dengan membuat aturan khusus yang tegas khusunya tempat hiburan yang cenderung dipergunakan untuk kemaksiatan.

Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Rembang Zaenudin Jafar menanggapi maraknya aksi sweeping yang dilakukan ormas islam dibeberapa daerah khusunya ditempat hiburan  yang diduga digunakan untuk  kemaksiatan.

            Menurut Zaenudin  sweeping atau razia ditempat hiburan tidak hanya berkaitan di bulan ramadhan saja tetapi setiap saat. MUI sendiri telah menyampaikan usulan kepada Pemkab  untuk membuat aturan khsusus tempat hiburan atau karaoke yang cenderung dipergunakan untuk kemaksiatan.

Zaenudin menyebutkan bahwa Islam tetap toleran adanya hiburan seperti karaoke tetapi hanya untuk nyanyi dan tidak disalahgunakan untuk kemaksiatan, atau  minum-minuman keras. 

Sementara itu Wakil Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengakui pihaknya masih lemah melakukan pengawasan terhadap tempat hiburan karaoke karena tempatnya cenderung tertutup. Namun  pemkab rembang secara berkala dan rutin tetap melakukan pengawasan tempat hiburan. Khusus untuk tempat hiburan karaoke nantinya akan ada pengawasan khusus. Apabila terbukti disalahgunakan untuk kemaksiatan tentu langkah tegas akan dilakukan dengan menutup tempat usaha tersebut. ( Affandi )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.