Kamis, 28 Maret 2013

Tangani Kasus Asusila dan Penganiayaan



Lasem-Peringatan kepada para orang tua agar senantiasa memantau pergaulan putra/putrinya di luar rumah. Jangan sampai melakukan perbuatan melanggar norma susila dan hukum sehingga terpaksa berurusan dengan kepolisian. Seperti yang dialami NY remaja pria 15 tahun, warga RT 2-RW 4 Desa Sumbergirang kecamatan Lasem, dia dilaporkan melarikan gadis di bawah umur.   

Kapolsek Lasem AKP Ari Tri S didampingi Kanit Reskrim Aiptu Sudarsono menjelaskan, dari hasil penyidikan diketahui NY semula ikut kakeknya di Kendal dan tahun lalu baru pindah ke rumah orang tua kandungnya. Pertengahan tahun lalu berkenalan dengan gadis bernama HK usia 16 tahun, kala itu bertetangga di kawasan Desa Selopuro Kecamatan Lasem, hingga seterusnya orang tuanya pindah rumah kontrakan di alamat sekarang. 

            Lanjut Aiptu Sudarsono, kisah percintaan dua sejoli sepertinya tidak mendapat restu keluarga si gadis, mereka mencuri-curi waktu dan kesempatan ketemuan di areal persawahan belakang rumah HK. Sekira sepekan lalu NY memaksa HK berhubungan badan di tempat mereka sering bertemu. 

            Nampaknya kejadian tersebut diketahui keluarga si gadis setelah dia dipaksa mengaku sejauh mana hubungannya dengan NY. Karena tidak menerimakan hal itu maka keluarga HK bermaksud meminta pertanggungjawaban NY dan melapor ke polisi.

            Aiptu Sudarsono menerangkan, HK yang cinta kepada NY tidak ingin pacarnya dilaporkan ke polisi, oleh karena itu semalam dia pergi ke rumah orang tua pacarnya bermaksud mengajak untuk pergi. Namun sebelum NY mengambil keputusan keburu dua kakak HK tiba kemudian mengajak NY pergi dengan dalih akan dilaporkan ke Polsek Lasem. Tetapi ternyata justru di bawa ke rumah si gadis dan sempat dipukuli bagian wajahnya, baru kemudian pada dini hari diserahkan ke Polsek Lasem.

            Atas kasus tersebut tambah Aiptu Sudarsono, NY ditetapkan sebagai pelaku pelanggaran Undang-undang Perlindungan Anak dan setelah penyidikan sementara di Polsek Lasem segera dikirim ke Polres Rembang, untuk ditangani Unit Perlindungan Perempuan Aanak (PPA) Satrreskrim. Sedangkan untuk pemukulan juga ditindaklanjuti proses hukumnya, namun  apabila dua pihak yang berpekara sepakat menempuh jalan damai maka kepolisian akan menerima keputusan tersebut. 

            Terpisah Ny YN ibu NY menyebutkan, anaknya memang bersalah, namun sekaligus menjadi korban penganiyaan keluarga si gadis. Apabila ada kesepakatan Pihaknya akan mengedepankan penyesesaian secara kekeluargaan ( heru )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.