Jumat, 08 Februari 2013

Polhut KPH Mantingan Buru Pengeroyok Mantri Hutan



Rembang-Jajaran polisi hutan (polhut) KPH Mantingan terus memburu para pengeroyok Pariyo, mantri hutan yang bertugas sebagai Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KPRPH) Kedungrejo, BKPH Medang, pada hari Senin sore kemarin. Pengeroyok merupakan kawanan pencuri kayu yang melawan saat hendak ditangkap.

            Pariyo menjadi korban pengeroyokan kawanan pencuri hutan yang saat itu sedang berusaha melakukan pembalakan di petak 75 RPH Kedungrejo. Mantri hutan tersebut mengalami luka bacok senjata tajam di bagian pelipis kanan. 

            Asisten Perhutani (Asper) BKPH  Medang,  Bambang Suharyono saat dihubungi menuturkan, kejadian bermula saat petugas mendapat informasi adanya aksi pembalakan liar di petak 75C turut desa Pasedan Kecamatan Bulu. Kemudian Pariyo bersama mandor hutan Muchit Chuzaeni melakukan penyergapan di wilayah Desa Kedungrejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora.
           
Menurut Bambang, para pelaku kaget dan panik saat disergap dan berusaha melarikan diri  serta meninggalkan kayu yang berhasil ditebang. Namun sambil berusaha kabur, salah satu pelaku pencurian sempat mengayunkan senjata tajam dan mengenai pelipis Pariyo. 

Bambang menambahkan, meski para pelaku berhasil kabur akan tetapi sebagian besar identitasnya sudah diketahui. Para pelaku merupakan pemain lama warga Kecamatan Tunjungan Blora. Bahkan pihaknya sudah memastikan nama 5 dari 9 pelaku yaitu  JD, BUN, STJ, WI dan SW.

            Terpisah Waka Adm KPH Mantingan, Moch Rizqon menjelaskan, kasus pencurian kayu karena berada di wilayah Rembang maka dilaporkan di Polres setempat, sementara untuk penganiayaan dilaporkan ke Polsek Tunjungan Polres Blora. Dari aksi pencurian selain diamankan barang bukti berupa alat untuk menebang, juga diamankan 2 batang kayu panjang 4 meter bediameter 19 centimeter dan panjang 4,1 meter dengan diameter 16 centimeter. 

            Lanjut Moh Risqon, selama ini hutan di wilayah RPH Kedungrejo, BKPH Medang, dikenal aman dari aksi pencurian. Kejadian pembalakan liar selama ini justu terbanyak di wilayah BKPH Kalinanas. 

Ditambahkan, aksi pelaku tergolong brutal karena melukai salah seorang karyawan KPH Mantingan, untuk itu polhut diinstruksikan terus berkoordinasi dengan aparat Polres Rembang dan Blora memburu para pelaku. Saat nanti berhasil ditangkap akan dikenakan UU 41 tahun 1999 tentang kehutanan. (heru )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.