Selasa, 02 Oktober 2012

Puluhan Hektare Hutan Rusak Terbakar Akibat Kelalaian Manusia



Rembang-Kebakaran hutan di wilayah kerja Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Mantingan diklaim karena kelalaian manusia, khususnya para pemburu satwa liar. Mereka merokok dalam kawasan hutan dan membuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan sehingga mengakibatkan kebakaran.

Kepala Seksi Pengolahan Sumber Daya Hutan Lingkungan, Satya Riyadi, didampingi Kasi Humas Ismartoyo menjelaskan, sampah guguran daun jati dan ranting kering atau serasah merupakan benda yang rawan terbakar. Apalagi di musim kemarau seperti ini, cuaca yang sangat panas membuat rawan kebakaran lebih bertambah.

Lanjut Satya, selama periode Juni-Agustus tahun ini KPH Mantingan mencatat 48,9 hektare areal hutan yang terbakar. Meliputi empat kecamatan di Kabupaten Rembang. Luasan hutan yang terbakar di Kecamatan Bulu mencapai 22,4 hektare, masing-masing di BKPH Ngiri, Medang, dan Kebon. Di Kecamatan Gunem seluas 14,5 hektare di BKPH Demaan. Di Kecamatan Pamotan masuk BKPH Demaan juga terbakar 9,5 ektare dan di Kecamatan Sumber BKPH Sudo seluas 2,5 hektare.

Ditambahkan, tingkat kerugian materiil yang diderita Perhutani KPH Mantingan akibat bencana kebakaran tesebut tidak begitu signifikan Sebab, tanaman yang terbakar dan umumnya jati, masih berusia kurang dari dua tahun.

Sementara itu Ismartoyo mejelaskan,KPH Mantingan masih menaruh kewaspadaan tinggi terhadap ancaman kebakaran di dua BKPH yaitu Kebon dan Demaan. Pasalnya 1.547 hektare luasan hutan di BKPH Kebon di Kecamatan Bulu dan 1.781 hektare luasan hutan di BKPH Demaan di Kecamatan Gunem, juga rawan kebakaran.

Lanjut Ismartoyo, di dua BKPH tersebut cukup banyak terdapat tanaman jati tua yang praktis menghasilkan banyak serasah. Dimana guguran daun jati dan ranting kering tersebut merupakan benda yang mudah tebakar.

Ditambahkan, KPH Mantingan berupaya menekan risiko kebakaran dengan memberikan sosialisasi pada masyarakat sekitar hutan secara intensif. ( heru)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.