Selasa, 04 September 2012

Harga Garam Rendah Petani Pilih Timbun Hasil Panen



Kaliori-Sebagian besar petani garam di Kabupaten Rembang memilih menimbun hasil panen ketimbang langsung menjual kepada pengepul. Pasalnya harga jual sangat rendah dan cenderung menjadikan rugi  bila dilepas saat ini.

Juki, salah seorang petani garam asal Desa Purworejo Kecamatan Kaliori mengatakan, mayoritas petani di daerahnya mulai melakukan penimbunan sejak dua pekan silam. Sebab saat ini harga jual sangat rendah sehingga terpaksa melakukan langkah tersebut  dan akan melepas sewaktu harga berangsur naik.
            
 Menurut Juki kalau harga jual masih seperti saat ini berkisar Rp.250, maka petani memilih menimbun hasil panen karena akan menuai rugi karena tidak menutup biaya operasional. Adapun pertimbangan lain memilih menimbun karena sebentar lagi masuk musim penghujan dimana harga jual cenderung tinggi.
            
 Hal sama dikatakan Tarno salah seorang petani garam asal Lasem, dituturkan kuantitas panenan garam sangat berpengaruh pada harga pasar. Saat ini harga tidak bersahabat karena melimpahnya produksi garam, sehingga dia lebih memilih untuk menimbun sampai harga jual menguntungkan.

Lanjut Tarno, berdasar pengalaman seperti biasanya, pada saat musim penghujan datang maka harga jual berangsur naik. Diprediksi harga jual per kilogram mencapai Rp500 hingga Rp600, saat yang tepat melakukan aksi jual dan mendapat keuntungan. ( heru )


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.