Sabtu, 31 Desember 2011

Polres Rembang Sebar Anggota Pantau Titik Rawan Macet

Rembang-Anggota kepolisian jajaran Polres Rembang disiagakan mengamankan akhir pekan ini saat perayaan malam pergantian tahun. Sejumlah titik rawan macet telah dipetakan, akan dijaga personel polisi hingga kondisi pulih kembali, usai keramaian.


Kapolres Rembang, AKBP Adhy Fandy Ariyanto, mengatakan, seluruh anggota kepolisian di Mapolres Rembang berjumlah 647 personel dilibatkan dalam operasi lilin candi, terdiri berbagai satuan dan polsek. Selebih dari 260 orang anggota diperintahkan menempati pos sesuai isi surat perintah, dalam pengamanan malam pergantian tahun.


Menurut orang pertama di wilayah hukum Polres Rembang tersebut, sampai saat ini belum ada pihak mengajukan ijin terkait keramaian yang bisa menyedot ribuan massa. Sehingga pihaknya belum bisa memastikan fokus perhatian yang harus mendapat skala prioritas. Beberapa hiburan jelang malam pergantian tahun diakuinya ada, seperti pagelaran wayang kulit, hiburan organ tunggal dan lainnya, namun skupnya lokal sehingga kemungkinan besar tidak sampai ditonton ribuan orang.


Lanjut AKBP Adhy Fandy Ariyanto, aparatnya akan mengamankan perayaan malam pergantian tahun sesuai dengan isi surat perintah yang diterima. Semua harus berada di tempat tugasnya, Sedangkan sebagian anggota yang berada di tiap Mapolsek diinstruksikan siaga di tempat untuk mengantisipasi keamanan wilayah masing-masing.


Saat disinggung terkait ketertiban berlalu lintas, AKBP Adhy Fandy Ariyanto menegaskan, semua pengguna jalan tetap harus disiplin mematuhi semua rambu-rambu lalu lintas. Pihak kepolisian tidak mengadakan operasi lalu lintas, namun bila diketahui pengendara kendaraan bermotor dalam kondisi mabuk, tentunya akan ditindak tegas, termasuk pelaku bentuk-bentuk penyakit masyarakat akan ditangkap. Oleh karena itu sekaligus pihaknya mengimbau agar warga merayakan malam pergantian tahun dengan wajar dan tidak melanggar kamtibmas.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Rembang, Suyono SH, menyampaikan agar pengendara kendaraan bermotor tidak melakukan konvoi di jalan raya, karena selain rawan macet, tentunya juga rawan laka. Rambu-rambu lalu lintas harus dipatuhi, agar tidak menimbulkan kesemrawutan di jalan. Pengguna jalan diharap mematuhi trafick light, marka jalan dan rambu lainnya agar kondisi jalur pantura lancar, aman dan terkendali.

Ditambahkan, apabila pengguna jalan yang melintas pantura Rembang bermaksud menghindari keramaian, bisa lewat jalur-jalur alternatif yang disiapkan saat arus mudi-balik lebaran kemarin. Pada jalur-jalur tersebut telah terpasang tanda penunjuk arah, sehingga tidak perlu khawatir akan tersesat. Jalur alternatif di dalam kota akan diberlakukan manakala kemacetan sulit diurai. Tentunya dalam hal ini akan diberlakukan berkoordinasi dengan Kasatlantas Polres Rembang. ( heru )

Jumat, 30 Desember 2011

Personel Satpam Harus Berserifikasi

Rembang- Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto menjadi Irup HUT Satpam ke-31 tahun 2011 di halaman Mapolres Rembang jumat pagi.


Ditemui usai kegiatan, AKBP Adhy Fandy Ariyanto menerangkan, dalam era profesionalisme kerja sekarang ini, tenaga satpam tentunya harus sesuai dan selaras menjadi tenaga yang profesional pula. Mereka dapat bekerja di lingkungan kerja manapun bila telah memiliki sertifikat resmi yang dikeluarkan Polri.


Lebih lanjut dijelaskan, perusahaan yang mempekerjakan tenaga keamanan dan lembaga pengerah jasa tenaga kerja pengamanan harus menggunakan personel yang bersertifikasi.

Apabila belum dipenuhi maka mereka diikutkan dalam pendidikan dasar satpam yang setiap tahun diselenggarakan Polres selama satu minggu, dilanjutkan pada periode berikutnya tataran mahir selama satu minggu pula, dengan materi pengetahuan bidang kepolisian secara komplit dan kemampuan menguasai bela diri.


Ditambahkan, bahkan ada satu kejadian unik dari pendidkan dasar dan mahir satpam yang diadakan setiap tahun, yakni beberapa sekolah atas inisiatif sendiri menyertakan tenaga penjaga malam disertakan pada program tersebut.


Hal tersebut tentu disambut gembira oleh aparat kepolsian karena pihak sekolah juga telah mengedepankan profesionalitas kerja, termasuk personel yang dipercaya menjaga keamanan sekolah, khususnya pada malam hari. (heru )


Dispensasi pencatatan kelahiran tidak diperpanjang.

Rembang-pendudukan dan pencatatan sipil (Dindukcapil) kabupaten Rembang, menyatakan tidak akan tidak akan memperpanjang dispensasi pencatatan akta kelahiran bagi warga yang berusia lebih dari 1 tahun, setelah 31 Desember 2011 ini.


Pasalnya berdasarkan surat edaran mendagri RI nomor 472.11/2444/SJ, tanggal 13 September 2011, perihal pelayanan pencatatan kelahiran bagi anak yang lahir setelah UU nomor 23 tahun 2006, antara lain menyebutkan bahwa untuk dispensasi pelayanan pencatatan kelahiran berakhir tanggal 31 desember 20011.


Kepala Dindukcapil Rembang melalui kepala bidang pencatatan sipil-Johan Nurwicaksono mengatakan, informasi ini telah disampaikan melalui penyuluhan, media massa dan pendekatan masyarakat yang dilakukan pihak kecamatan ke desa-desa.


Johan Nurwicaksono menambahkan, sesuai Perda Kabupaten Rembang nomor 4 tahun 2008 antara lain menyebutkan, pencatatan laporan kelahiran yang melampaui batas 1 tahun dilaksanakan berdasarkan penetapan pengadilan negeri. Sementara permohonan pencatatan kelahiran apabila sesuai dengan ketentuan mengisi formulir yang ditandatangani 2 pelapor dan 2 saksi, dengan dilampiri Surat keterangan kepala desa/ kelurahan, fotocopi KK dan KTP orang tua, Foto kopi KTP 2 orang saksi, Fotocopi ijazah bagi yang memiliki, fotocopi dokumen imigrasi bagi Orangtua WNA, dan foto copi silsilah/ gelar kebangsaan bagi yang memiliki.


Johan Nurwicaksono mengungkapkan, dari data yang ada di dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten Rembang per nopember 2011 tercatat masyarakat yang telah mengurus akte kelahiran dari kategori baru lahir (BL) sebanyak 7.500-an anak, Terlambat Pencatatan (TP) sebanyak 1.800-an orang dan dispensasi (Dis) sebanyak 3.800an orang.( Masudi )

Pemkab Rembang menunggu alokasi Raskin 2012

Rembang-Hingga kini Pemkab Rembang masih menunggu alokasi Beras Miskin (Raskin) 2012 dari pemerintah.


Kepala Bagian Adminstrasi perekonomian setda Rembang Muntoha mengatakan, Sesuai informasi yang diterima , alokasi Rasikin 2012 saat ini masih dalam proses untuk dimintakan persetujuan kepada wakil Presiden. Hal ini berdampak penyaluran pada bulan januari dimungkinkan akan mengalami keterlambatan.


Sejauh ini menurut Munthoha, pihaknya belum menerima jumlah alokasi Raskin tahun 2012, apakah akan mengalami kenaikan atau tidak. Sebelumnya untuk kabupaten Rembang tahun 2011 telah dialokasilkan sebanyak 70.374 Rumah tangga saran (RTS). Per rumah tangga sasaran menerima sebanyak 15 kilogram , dengan harga Rp 1.600 Per kilogram.


Munthoha berharap alokasi Beras raskin 2012 segera ditetapkan oleh pemerintah, karena akan sangat membantu mencukupi kebutuhan pangan warga kurang mampu sebelum panen tiba. Rencananya Penen raya diperkirakan baru akan terjadi akhir pebruari atau awal maret mendatang. (fandi )

Senam massal dan Jalan santai memperingati hari Ibu

Rembang-Rangkaian memperingati hari ibu ke 83 tingkat kabupaten rembang pagi tadi digelar Senam massal dialun-alun Rembang dan dilanjutkan jalan santai, diikuti seluruh organisasi wanita dan karyawan-karyawati.


Jalan santai menyusuri kota Rembang dengan rute start dari alun-alaun menuju jalan Panglima Sudirman –jalan kartini perempatan Zaeni ketimur- Jalan Dr Sutomo dan finish kembali di alun-alun Rembang dilepas oleh wakil bupati H Abdul Hafidz disaksikan sekda Hamzah fatoni dan Jajaran muspida.


Ketua panitia peringatan Hari ibu EndangSuhartini suharsono mengatakan penyelenggaraan jalan sehat selain untuk mengolahragakan masyarakat, diharapkan ada tumbuh kepedulian perempuan khususnya ibu-ibu bisa menyalurkan kegiatan khususnya di bidang perempuan. .


Selain menggelar Jalan sehat, pada rangkaian peringatan hari ibu ke 83 tingkat kabupaten Rembang sebelumnya digelar kegiatan upacara, Donor darah, Ziarah dan tabur bunga ke taman makam pahlawan Giri Bhakti, Anjangsana di panti Wreda, dan peragaan busana muslim. (fandi )

MA YSPIS Terima Bantuan Perangkat Internet Plus

Sedan-Jalinan kerja sama Kementrian Agama dengan PT Telkom dalam memajukan dunia pendidikan, diwujudkan dengan disalurkannya perangkat internet plus. Madrasah binaan Kementrian Agama memperoleh bantuan sarana hot spot dan prasarana komputer jinjing/laptop.


Salah satu madrasah penerima bantuan tersebut yakni Madrasah Aliyah YSPIS Gandrirojo Kecamatan Sedan. Hari Minggu bantuan diterima Kepala Sekolah Muhtar Nuha, langsung dipasang di area sekolah dan terhitung kemarin sudah lancar dioperasionalkan, beralamat www.santriyspis.com.


Menurut Muhtar Nuha, hot spot berdaya jangkau sekira 100 meter, Sedangkan bantuan 14 unit laptop, diperuntukan meningkatkan kualitas mapel tekhnologi informatika yang diajarkan di sekolah yang dipimpinnya.


Ke14 unit laptop ditempatkan di laboratorium komputer, sebagai inventaris dan aset sekolah serta boleh digunakan kapan saja untuk hal-hal positif. Kedepan sekolah juga akan membuat blog dan tiap kelas yang berjumlah 12 ruang, setiap hari diwajibkan menampilkan tulisan berisi informasi MA YSPIS Gandirojo.


Lebih lanjut disampaikan, dengan adanya 14 unit laptop kini perangkat komputer di laboratorium TI MA YPIS berjumlah 34, semula berisi 20 unit komputer (PC). Pihaknya sendiri menargetkan hingga akhir tahun pelajaran 2011-2012 akan menambah 20 unit komputer lagi untuk lebih mengingkatkan kemampuan siswa dalam menguasai tekhnologi informatika.


Ditambahkan, dengan makin lengkapnya sarana dan prasarana internet, maka animo warga Kecamatan Sedan dan sekitarnya mempercayakan pendidikan putra-putrinya ke sekolah yang dipimpinnya akan makin bertambah. Pihaknya berupaya memegang amanah memberikan kemajuan kepada siswa-siswi yang menuntut ilmu di MA YSPIS. (heru )

Buah asem menambah pundi-pundi pendapatan desa

Rembang-Sekitar 80-an pohon asem yang usianya ratusan tahun yang berjajar berada disepanjang jalan desa Sridadi kecamatan Rembang, ternyata banyak menorehkan manfaat bagi pihak desa. Selain pohon sebagai peneduh jalan manfaat buahnya ternyata mampu menambah pundi-pundi perolehan pendapatan asli Desa karena laku dijual hingga jutaan rupiah.


Kepala desa Sridadi Nasucha mengatakan, peluang untuk menanfaatkan buah pohon asem telah berjalan selama satu tahun. Berdasarkan kesepakatan seluruh elemen warga, pohon buah asem yang sedang berbuah dilelang kepada pihak ketiga dalam kurun waktu 3 tahun. Hasilnya pihak desa memperoleh jutaan rupiah.


Sebelum dimanfaatkan pihak desa, keberadaan buah asem dibiarkan begitu saja, sehingga buahnya banyak berjatuhan, Namun Seiring adanya lelang terbuka ini keberadaan buah asem memberikan aset dan income bagi desa. Ia percaya dengan diberlakukannya lelang ini Masyarakat desa Sridadi turut serta menjaganya untuk meminimalisir pencurian, seiring adanya peningkatan perekonomian warga.


Nasucha menambahkan, Hasil lelang buah asem ini menjadi salah satu pendapatan desa, karena tidak selamanya pihak desa harus mengandalkan dan menunggu anggaran dari pemerintah daerah untuk membangun desa.(fandi )

Pipanisasi mata air sumber semen

Sale-Berkat adanya pipanisasi sepanjang 6,5 kilo meter dari mata air sumber Semen, lahan tadah hujan seluas 30 hektar, di desa Ngajaran Kecamatan Sale, bisa di kembangkan untuk budidaya tanaman jagung.


Sekertaris Desa Ngajaran Hartono mengatakan, sebelum adannya pipanisasi, lahan tadah hujan seluas 30 hektar memang kurang produktif, di karenakan kurangnya pasokan air untuk penanaman komoditas palawija. Seiring dengan adanya pipanisasi sepanjang 6,5 kilo meter lahan yang semula kurang produktif bisa di maksimalkan untuk budidaya tanaman palawijo, bahkan untuk penanaman padi.


Pipanisasi menggunakan pipa ukuran 15 dim dengan debit air 10 liter per detik, Selain mampu untuk mengairi areal pertanaian seluas 30 hektar, lahan 10 hektar di sekitarnya juga mampudiari. Sedangkan pengelolaannya sepenuhnya diserahkan kepada para petani.


Hartono menambahkan pipanisasi yang di laksanakan di desa Ngajaran berkat dukungan dana Program Nasional Pemberdayaan masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPMMD) tahun 2010 dan tahun 2011 sebesar 200 juta lebih. (Heri )

Tradisi Pesta ngalungi sapi

Kaliori-Sebagai wujud untuk melestarikan adat dan tradisi budaya Jawa, masyarakat desa Babadan, kecamatan Kaliori, pagi tadi, merayakan pesta ngalungi di Punden gendul joyo. Serangkaian acara ritual ngalungi digelar, dan ditutup do’a bersama oleh sesepuh punden Gendul Joyo. Acara dilanjutkan melempar uang oleh para pemilik sapi yang mempunyai nadzar kepada pengunjung yang hadir.


Sesepuh Punden gendul Joyo-Panijan mengatakan, pesta ngalungi dengan melempar uang di punden Gendul Joyo merupakan salah satu wujud rasa syukur dan penebusan nadzar terkabulnya keinginan warga setempat setelah selesai menanam padi.


Panijan menjelaskan, pesta lempar uang di punden Gendul Joyo ini, merupakan tradisi turun temurun sejak dulu, yang dilaksanakan setiap hari Jumat Pahing bersamaan dengan pesta ngalungi. Tradisi ini terselenggara sebagai wujud rasa syukur menghormati keberadaan ternak sapi yang telah berjasa membantu petani mengolah lahan pertanian, khususnya dalam membajak sawah dan manfaat kotorannya dapat digunakan sebagai pupuk.


Sementara itu Semi salah satu pengunjung pesta ngalungi menuturkan, sangat senang mengikuti tradisi di Punden gendul joyo, khususnya pada saat tradisi lempar uang, karena ikut andil sedikit banyak mendapatkan uang hasil lemparan.

Selain berada di punden Gendul Joyo, pesta ngalungi juga dilaksanakan oleh warga desa Babadan di rumah-rumah warga.(Masudi )

Pelatihan administrasi pengelola program pengembangan usaha agribisnis perdesaan

Kaliori-Pelatihan administrasi keuangan dan administrasi organisasi gabungan kelompok tani (gapoktan) digelar balai penyuluh pertanian (BPP) kecamatan Kaliori, selama 2 hari tanggal 28 dan 29 Desember 2011. Kegiatan diikuti oleh manager, ketua dan bendahara Gapoktan penerima program pengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP) di wilayah kecamatan Kaliori.


Plt. Koordinator BPP kecamatan Kaliori Sudarno mengatakan, materi pelatihan meliputi neraca PUAP, laporan laba/rugi PUAP, Rapat Akhir Tahun (RAT) dan program kerja. Dengan narasumber Penyelia mitra tani kabupaten Rembang dan BPP kecamatan Kaliori.


Sudarno menjelaskan digelarnya pelatihan untuk memberikan bekal kepada pengelola kelompok gapoktan PUAP dalam memberikan laporan administrasi keuangan dan laporan administrasi organisasi. Sehingga kelompok pengelola diharapkan mampu mengerjakan pembukuan keuangan dan administrasi organisasi dengan sebaik-baiknya.


Sudarno menerangkan dari 23 desa yang ada di kecamatan Kaliori 17 Desa telah mendapat program PUAP yaitu desa Tambakagung, Mojorembun, Maguan, Meteseh, Wiroto, Dresi Kulon, Dresi Wetan, Sambiyan, Sidomulyo, Banggi, Kuangsan, Pengkol, Babadan, Karangsekar dan desa Sendangagung.


Sedangkan 2 desa yang belum mendapat program PUAP yaitu desa Mojowarno dan desa Gunungsari. Sementara desa lainnya seperti desa Tunggulsari, Tasikharjo, Purworejo, Banyudono dan desa Pantiharjo tidak mendapat program, pasalnya desa bersangkutan merupakan desa pesisir pantai.( Masudi )

Desa Wiroto jadi sasaran kaji terap teknologi

Kaliori-Desa Wiroto, kecamatan Kaliori, ditahun 2011 ini menjadi sasaran kaji terap teknologi padi Inpari 13. Pasalnya padi inpari 13 memiliki beberapa keunggulan diantaranya berdasarkan penelitian tahan wereng, produktifitasnya mencapai 8 ton gabah kering giling, rasa nasinya lebih pulen, tinggi 102 centi meter, umur lebih pendek dibanding lainnya sekitar 99 hari dan anakan produksi sebanyak 7.


Penyuluh di jabatan fungsional Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian, Perikanan, perkebunan dan kehutanan (BKP P4K) kabupaten Rembang-Ahmad Zainudin mengatakan kaji terap tehnologi adalah merupakan metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam memilih paket teknologi usaha tani yang telah direkomendasikan sebelum didemonstrasikan dan atau dianjurkan. Pelaksanaan kaji terap tehnologi ini dilaksanakan pada kondisi petani yang sebenarnya dengan bimbingan penyuluh pertanian dari Dinas-dinas lingkup pertanian yang terkait.


Ahmad Zainudin mengungkapkan digelarnya kaji terap teknologi untuk meyakinkan kesesuaian paket teknologi usahatani dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi agro ekosistem petani-nelayan dan mempercepat penyebaran informasi paket teknologi pertanian yang telah direkomendasikan secara umum.


Sementara itu plt. Koordinator BPP kecamatan Kaliori Sudarno mengharapkan dengan adanya kaji terap nantinya dapat merangsang petani-nelayan atau petani lainnya untuk menerapkan paket teknologi tersebut dalam usahataninya.(dMasudi )

Pemuda diharapkan selalu eksis

Kaliori-Tim bola voly desa Tasikharjo Kecamatan Kaliori lambat laun semakin menunjukkan prestasinya. Beberapa waktu yang lalu mampu memenangkan turnamen dalam rangka khaul di desa Gandrirejo Kecamatan Sedan untuk kategori putri.


Raihan prestasi menjadi juara 1 ini hendaknya dapat selalu dipertahankan. Kekompakan selalu dijaga sehingga tim ini bisa terus eksis untuk mengikuti event di semua turnamen tingkat daerah maupun luar darah. Yang tidak kalah pentingnya para pemuda ini diharapkan bisa terus termotivasi untuk terus mencintai olah raga bola voly. Sehingga tim bola voly desa Tasiikharjo ini ke depan diakui ketangguhannya oleh tim tim lain.Demikian diungkapkan oleh kepala desa Tasikharjo Sutono.


Sutono yang juga selaku Pembina tim bola voly desa Tasikharjo ini menyebutkan, tim bola voly desa Tasikharjo dibentuk tahun 1995 lalu. Berbagai turnamen pernah diikuti antara lain turnamen Bupati cup dan Kapolres cup. Dimana pada event Kapolres cup untuk putra mampu meraih juara 1.


Sejauh ini prestasi lain yang sudah diraih tim voly desa Tasiharjo diantaranya ditahun 2007 meraih juara 1 pada turnamen Kaliori Cup kategori putra. Ditahun 2008 untuk putri meraih juara 1 turnamen bola voly di desa Sendang Agung Kecamatan Kaliori,k dan meraih juara 2 di desa Waru Kecamatan Rembang Kota. Sedangkan ditahun 2009 untuk putra meraih juara 1 di desa Telogo Tunggal Kecamatan Sumber dan terakhir tahun 2011 ini meraih juara 1 di desa Gandrirejo Kecamatan Sedan.


Ditambahkannya, sejauh ini tim bola voly desa Tasikharjo beranggotakan 18 orang, masing masing 9 putra dan 9 putri. Kini anggota tim bola voly desa Tasikharjo harus bersiap diri untuk mengikuti turnamen voly ditingkat lokal. Karena aparatur Kelurahan Pacar Kecamatan Rembang Kota telah mengundang tim tersebut untuk mengikuti turnamen dalam rangka sedekah laut yang digelar hari rabu tanggal 28 desember hingga 6 januari mendatang. ( faris )

Kamis, 29 Desember 2011

Curah hujan ekstrim diwaspadai

Rembang-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang telah mengeluarkan peringatan dini adanya potensi cuaca ekstrim di jawa tengah termasuk di Wilayah kabupaten Rembang. Dengan intensitas curah hujan diperkirakan masih tinggi berkisar 200- 300mm per bulan.


Kepala kantor kesbangpolinmas Kabupaten Rembang Suharso mengatakan, Menyikapi kekawatiran terkait kemungkinan bakal terjadinya cuaca ekstrim sepanjang Desember hingga Maret 2012 mendatang, Salah satunya disikapi melalui surat edaran kepada camat untuk membangun kesiapsiagaan. Kekawatiran dari BMKG ini terutama adanya curah hujan ekstrim yang berlangsung selama 2 hingga 6 jam berpotensi terjadinya banjir.


Suharso mengatakan, secara umum kondisi di wilayah Kabupaten Rembang memang rawan terhadap terjadinya musibah, seperti halnya musibah banjir, longsor, gelombang tinggi maupun ancaman terjangan angin puting beliung lainnya. Pemkab rembang melalui satlak penanggulangan bencana juga terus meningkatkan kemampuan personil.


Data Kantor Kesbangpolinmas Rembang Beberapa wilayah rawan bencana perlu diwaspadai. Untuk desa rawan banjir di kecamatan pamotan desa Ringin-Sumberjo dan desa Pamotan, Kecamatan sumber Sungai Randu gunting dan Megulung, Kecamatan kaliori desa Kuangsan ke utara, kecamatan sedan Desa Sidorejo, Kecamatan Kragan bagian selatan, kecamatan lasem Soditan-Dasun-Sumbergirang- Gedungmulyo-Sendangasri-Babagan. Sementara berpotensi longsor di wilayah kecamatan Pamotan, Gunem dan pancur. Kerentahan berupa pergerakan tanah bulan april 2010 lalu di Dowan juga perlu diwaspadai.


Pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat tetap perlu melakukan langkah langkah antisipasi dengan melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kerawanan musibah akibat kondisi cuaca ekstrim yang sering terjadi. (fandi )

KPH Kebonharjo Bagikan Dana Sharing Pada 15 LMDH

Sale-Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo kemarin menyerahkan dana sharing untuk 15 LMDH binaan yang berada di lingkup kerjanya. Selain menyerahkan dana sharing juga diserahkan dana PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) untuk 11 mitra binaan.

Administratur KPH Kebonharjo Ir Sudarwanto, usai kegiatan mengatakan, sharing atau bagi hasil yang disalurkan merupakan bagian dari pendapatan produksi tahun 2010 senilai Rp 4,3 miliar, sebanyak Rp 759 juta. Diakuinya memang tidak seluruh LMDH menerima dana sharing karena tidak semuanya berada di petak pangkuan yang berproduksi. Dari total 59 unit LMDH binaan KPH Kebonharjo yang mendapat sharing hanya 15 LMDH.


Disebutkan, bersamaan dengan penyaluran dana sharing pihaknya juga mendistribusikan dana PKBL untuk 11 mitra binaan sebesar Rp 60 juta. Dari dana pinjaman tersebut para pengusaha kecil yang menerima bantuan diharapkan dapat meningkatkan usahanya, seperti untuk peternakan, pertokoan dan industri kecil rumahan lainnya.


Lebih lanjut disampaikan, pihaknya berharap semua dana yang diterima dapat berkembang, khususnya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, peningkatan usaha produktif dan pengembangan usaha lainnya. Sehingga ekonomi masyarakat dapat tumbuh dan berkembang diiringi meningkatnya kesejahteraan hidup warga lingkup kerja KPH Kebonharjo, baik yang berada di Tuban, Rembang dan Blora.


Ditambahkan, setelah semua turut merasakan hasil dari hutan, maka wajib turut serta dala upaya pelestariannnya, utamanya dalam menjaga keamanan hutan dan mendukung pemberdayaan sumber daya hutan, mulai dari sukses tanaman, sukses keamanan dan sukses produksi. Sehingga hutan tetap lestari dan rakyat hidup sejahtera, terlebih hutan Perum Perhutani KPH Kebonharjo sudah mendapatkan pengakuan dari badan dunia yang independen dan kredibel, berupa Sertifikat Pengelolaan Hutan Lestari (PHL). ( heru )

Kursus kewirausahaan

Sulang-Sebanyak 100 warga belajar dari desa Kemadu Kecamatan Sulang hari selasa mengikuti kursus kewirausahaan desa ( KWD ) dibalai desa setempat. Berupa membatik ciri khas batik tulis desa Kemadu. Kegiatan melibatkan personil Balai Batik Yogyakarta dan tenaga ahli batik Lasem yang didatangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang. Dari kursus ini warga mendapatkan teori dan praktek Diantaranya tehnik pewarnaaan, desain motif dan tehnik pencantiknya.


Kasi Kesetaraan Bidang Pendidikan non formal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Taswadi mengatakan, ciri khas batik tulis desa Kemadu ini merupakan perpaduan corak antara batik Yogyakarta dengan batik lasem. Desa Kemadu tahun ini merupakan salah satu desa vokasi di Kabupaten Rembang, oleh sebab itu perlu dilakukan suatu gerakan untuk meningkatkan potensi yang ada di desa.


Khususnya memberikan ketrampilan fungsional kepada masyarakat desa terkait dengan kegiatan membatik. Setelah masyarakat memiliki ketrampilan nantinya diharapkan dapat mengembangkan untuk menambah income bagi warga belajar.


Sementara itu Kepala desa Kemadu Muklisin mengungkapkan, setelah kursus kewirausahaan desa ini selesai, pihak desa mengagendakan akan menggelar gerai batik tulis desa Kemadu di sekitar balai desa setempat. Dengan maksud untuk mengenalkan produk produk batik tulis desa Kemadu kepada masyarakat umum. ( faris )

Menuju sekolah Standar Nasional

Sluke-Berbagai persiapan telah di lakukan oleh SDN Trahan Kecamatan Sluke untuk menuju sekolah standart Nasional (SSN), banyak langkah dan persyaratan yang telah di tempuh untuk di penuhi agar SDN Trahan bisa masuk dalam jajaran Sekolah yang bersetandar nasional.


Kepala SDN Trahan Temok mengatakan, Untuk menuju SSN belum semua persyaraatan terpenuhi, namun pihaknya telah berupaya melengkapi kebutuhan sekolah sesuai persyaratan yang ditentukan. Beberapa langkah yang sudah di penuhi untuk menuju SSN meliputi sarana dan prasarana sekolah seperti gedung harus lebih dari 6 lokal, jumlah murid 180, guru harus S1 dan semua itu sudah terpenuhi di SDN Trahan.


Temok menambahkan akan berupaya meminta bantuan pihak terkait agar SDN Trahan bisa menjadi Sekolah berstandar Nasional di wilayah kecamatan Sluke, di karenakan dengan adanya SSN bisa memacu perkembangan dunia pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan agar lebih maju dan lebih baik lagi. ( Heri )

Mengolah sampah menjadi pupuk kompos

Sluke-Inovasi terus di lakukan BPP Kecamatan Sluke, guna mencari terobosan dalam pembuatan pupuk, agar petani tidak terpaku dalam satu jenis pupuk, karena banyak ragam jenis pupuk yang bisa di buat oleh petani, salah satunya yakni pupuk kompos, yang mudah dalam pembuatannya.


Kordinator PPL Kecamatan Sluke Marsam mengatakan, banyaknya sampah rumah tangga yang belum di manfaatkansecara maksimal, mendorong BPP Kecamatan Sluke berinovasi untuk membuat pupuk kompos yang berbahan baku dari limbah rumah tangga. Sampah bisa di kumpulkan menurut jenisnya untuk di daur ulang guna di jadikan bahan baku pembuatan pupuk kompos.


Proses daur ulang sampah menjadi kompos membutuhkan waktu selama kurang lebih sekitar 14 hari dengan tehnik yang sudah di miliki oleh BPP Kecamatan Sluke, Sedangkan sampah kertas bisa didaur ulang menjadi kertas baru dengan cara dilakukan penumbukan, dan diproses melalui alat pengolah menjadi kertas baru. Khusus untuk sampah plastik bisa di gunakan para ibu rumah tangga untuk pembuatan berbagai macam asesoris seperti tas, dompet dan taplak meja.


Marsam menambahkan dengan memanfaatkan limbah sampah, merupakan tambahan life skill bagi masyarakat, sehingga tidak bergantung pada pupuk buatan dalam bercocok tanam saja, serta membantu meningkatkan kesejahteraan warga. (Heri )

Rabu, 28 Desember 2011

Brankas Hasil Pencurian Ditinggal Di Lokasi Tambang

Kragan-Seorang pengemudi truk pengangkut hasil tambang galian C di kawasan RT 4-RW 2 Desa Sumur Tawang Kecamatan Kragan, Selasa pagi menemukan brankas. Kuat dugaan barang tersebut hasil tindak kriminal, ditemukan dalam kondisi rusak, berisi dokumen berharga milik warga Tuban-Jawa Timur.


Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto saat dihubungi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan asal muasal brankas, hanya saja diduga benda keras terbuat dari baja dan berwarna abu-abu tersebut merupakan hasil tindak kriminal. Sengaja dibuang pelaku, setelah isinya dikuras terlebih dahulu.


Dari hasil olah TKP sebut AKBP Adhy Fandy Ariyanto, saksi yang kali pertama menemukan brankas yaitu Ngalimin warga Desa Pandangan Kulon Kecamatan Kragan, sopir truk yang hendak memuat galian tambang. Saksi melihat ada brankas, kemudian melapor ke aparat desa, diteruskan ke Polsek setempat dan Polres Rembang.


Lebih lanjut disampaikan, setelah brankas dibawa ke Mapolsek Kragan dan diperiksa isinya, dtemukan 4 dokumen berharga berupa tiga buku BPKB atas nama Lily Triana dan Janu Trilaksono beralamatkan Tuban Jawa Timur serta selembar ijasah Sekolah Dasar Kebonsari 2 atas nama Fajar Febryanto.


Aparat kepolisian menganalisa brankas tersebut digunakan pemiliknya untuk menaruh benda-benda berharga, uang dan perhiasan, antara lain juga untuk menyimpan dokumen yang bernilai penting.


Ditambahkan, jajaran reskrim langsung diperintahkan mendalami temuan brankas dan menghubungi nama dan alamat yang tertera di buku BPKB, guna memastikan apakah benar mereka pemilik brankas tersebut. (heru )

Waspada adanya banjir, angin topan dan petir

Kaliori-Memasuki musim penghujan, masyarakat di wilayah kecamatan Kaliori, dihimbau untuk mengantisipasi adanya bahaya banjir, angin topan maupun petir. Khususnya diwilayah kaliori bagian timur di sepanjang aliran sungai desa Kuangsan ke utara meliputi desa Kuangsan, Pengkol, Babadan, Karangsekar dan Purworejo, setiap tahunnya menjadi langganan banjir.


Camat Kaliori Kartono mengatakan apabila bencana banjir terjadi, warga segera untuk melaporkan kepada satuan koordinasi pelaksana (satkorlak) penanggulangan bencana terdekat, baik di kecamatan maupun kabupaten. Supaya bisa ditindaklanjuti untuk langkah penanganannya.


Kartono menambahkan selain banjir, pihaknya juga menghimbau masyarakat agar mewaspadai adanya angin topan. Angin topan biasanya melanda di wilayah yang datar, diantaranya desa Babadan, dan Sidomulyo.


Sementara itu ancaman bahaya petir juga perlu diwaspadai. Pasalnya selama 2 bulan ini, 2 warga desa Babadan telah menjadi korban sambaran petir. Yakni Kasmi tersambar petir pada tanggal 6 Nopember dan Siti Nuraini pada tanggal 25 Desember kemarin.(Masudi )