Sabtu, 19 April 2014

Pelatihan Membatik memanfaatkan limbah Mangrove



Rembang-Dinas Pertanian dan  Kehutanan Kabupaten Rembang bekerja sama dengan dinas kehutanan provinsi jawa tengah kemarin (16/4)  mengadakan pelatihan pemanfaatan limbah buah mangrove  untuk pewarna batik yang digelar di aula Hotel Pantura kabupaten rembang.

Kasi Pengendali Pemanfaatan Hasil Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah  Bambang  Doso  mengatakan  pelatihan digelar  selama 2 hari dari tanggal 16-17 April, pelatihan dengan menggunakan pewarna mangrove, diadakan  sebab potensi dari Mangrove di Rembang sangat besar, sehingga banyak bahan –bahan dari limbah buah Mangrove terbuang, karena  selama ini  sangat tergantung dengan perwarna kimia yang dampak  limbahnya dapat merusak lingkungan.

            Membatik dengan mengunakan pewarna mangrove mempunyai dasar coklat dengan keunggulan ramah lingkungan sehingga harga jual nya  bisa melambung tinggi sampai 2 kali lipat dari batik yang menggunakan pewarna kimia, konsumen sendiri konsumen menengah keatas dan kebanyakan dari kota-kota besar dan juga luar negeri.

            Bambang Doso mengungkapkan Tujuan pelatihan ini untuk membudidayakan masyarakat disekitar pantai mangrove memperoleh  nilai tambah dari keberadaan mangrove itu, karena mangrove tidak hanya untuk mencegah abrasi pantai,  selain batik  buah mangrove juga bisa dimanfaatkan  untuk bahan makanan seperti stik, bolu dan keripik tetapi kali ini berfokus untuk membuat batik.

            Kabid Kehutanan Prasetyo mengatakan  peserta pelatihan berasal dari daerah  disekitar mangrove dan melibatkan juga  pengrajin.     Diantaranya dari desa punjulsari, desa Tasikharjo kecamatan kaliori, desa Tireman, desa Pasar Banggi, desa Punjulharjo kecamatan Rembang dan juga dari pengrajin batik lasem dengan total peserta 30 orang. 
 
            Cahyadi Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Telok Awur menambahkan mengenai harga jual batik mangrove lebih tinggi sebab belum ada yang menyamai pewarna mangrove dan tujuan membuat batik dengan pewarna mangrove hanya konservasi, dengan bisa mengajak masyarakat  untuk menanam mangrove karena selama ini masyarakat beranggapan mangrove tidak ada fungsinya, sehingga dengan adanya pemanfaatan limbah mangrove diharapkan masyarakat bisa berbondong-bondong untuk menanam mangrove
.
         Terpisah Salah satu peserta dari desa Punjulharjo Mustofa mengatakan keikutsertaan pelatihan mendapat respon positif, dan ,peserta sangat antusias, harapannya kedepan nantinya bisa dapat dimanfaatkan untuk kelompok-kelompok sendiri dan dikembangkan untuk usaha  pewarnaan batik.  ( Yudha )

SMA negeri 2 gelar pameran dan parade seni



Kaliori-Untuk mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 mata pelajaran seni budaya, Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri 2 Rembang, selama 3 hari mulai sabtu (19/4) hingga senin (21/4) menggelar pameran dan parade seni. Kegiatan yang digelar di aula sekolah diikuti 19 kelompok dari kelas X dan kelas XI.

            Ketua panitia- Amin Pitaya mengatakan kegiatan pameran dan parade seni mengambil tema SMADA Go Green, Tema ini diambil karena sebelumnya SMA negeri 2 Rembang juara 2 Unnes Green School Award yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Semarang tahun 2013 dan SMA negeri Rembang sebagai sekolah bersih dan peduli lingkungan sehingga menjadi juara 1 sekolah Adiwiyata Kabupaten Rembang tahun 2013. 

Amin Pitaya yang juga guru Seni Budaya SMA negeri 2 Rembang itu menjelaskan dalam kegiatan pameran, para siswa menampilkan karya-karya daur ulang sehingga barang-barang yang tidak difungsikan  menjadi barang-barang yang berguna. Harapannya siswa peduli terhadap lingkungan.

Selain menggelar pameran menurut Amin Pitaya pihak sekolah pada hari sabtu ini (19/4) juga menggelar lomba pemilihan dai cilik (pildacil) tingkat Sekolah Dasar (SD), lomba melengkapi gambar tingkat SD dan lomba mewarnai untuk siswa Taman Kanak-kanak (TK) sekabupaten Rembang.

            Dilanjutkan malam harinya dengan menggelar parade band dan stand up comedy dari siswa SMA negeri 2 Rembang.( Masudi )

Nilai-nilai kejuangan 45 tidak dilupakan



Rembang-Perayaan hari ulang tahun kejuangan ke 54 kemarin (16/4)  diselenggarakan di PWRI cabang Rembang dihadiri oleh veteran-veterang pejuang  45 TNI dan Polri. 

            Ketua PWRI cabang Rembang Moch Effendi mengatakan dengan semangat kejuangan 45 kita memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa dan negara tetap merdeka dan mengharapkan kepada para penerus bangsa yaitu generasi muda di indonesia dan terutama generasi muda di kabupaten rembang agar selalu meneruskan kejuangan dan penentu kebijakan masa depan bangsa indonesia, kedepanya supaya bangsa ini tidak dianggap sebelah mata oleh bangsa lain.

            Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz yang diwakilkan Assisten 3 Abdullah Zawawi mengingatkan kepada semua pihak agar kembali pada semangat pejuang dari hati yang tulus iklhas untuk sebuah pengabdian bangsa dan negara dan meminta agar generasi penerus tetap memegang teguh kejuangan dari para pahlawan  kemerdekaan. 

            Kedepan semua harus tetap mengingat nilai-nilai kejuangan 45 agar bangsa ini bisa menjadi bangsa yang besar ,bermartabat, dan siap pada pengabdian bangsa dan negara. Indonesia sebagai bangsa yang besar tidak melupakan nilai-nilai kejuangan para pahlawannya dengan semangat kebersamaan, semangat rela berkorban dan semangat pantang menyerah yang masih harus dipertahankan. ( Yudha)

Kamis, 17 April 2014

Usulkan perbaikan jalan Rembang-Blora



Rembang-Kedatangan Istri Orang nomor 1 di Jawa Tengah dalam rangka ziarah ke makam RA.Kartini dimanfaatkan Plt. Bupati Rembang, H.Abdul Hafidz untuk mengutarakan usulannya terkait perbaikan jalan provinsi Rembang-Blora. 

Abdul Hafidz  berharap kepada Ibu Siti Atiqoh bisa menyampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar jalan Rembang-Blora sebagai daerah perbatasan bisa segera diperbaiki. Meskipun sebelumnya Dia sudah menyampaikan hal tersebut kepada Ganjar Pranowo secara langsung.

Menurutnya jika usulan perbaikan jalan jika disampaikan lagi atau di follow up oleh Ibu Siti Atiqoh maka akan lebih memantapkan lagi kebijakan perbaikan jalan Rembang-Blora .

Sebagai jalan provinsi di perbatasan timur, banyak ditemui kerusakan dan lubang yang lebar dengan kedalaman rata-rata 1-5 cm. Tak jarang lubang tersebut membuat pengendara sepeda motor yang melintas terjatuh dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Upaya yang dilakukan H.Abdul Hafidz sebagai Plt. Bupati Rembang tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepeduliannya terhadap infrastruktur dan kelancaran akses ekonomi masyarakat.(  mifta )

Rekannya dipecat belasan karyawan berunjuk rasa



Kaliori-Belasan sopir truk pengangkut air PT. Andaman Delmar  desa Banyudono kaliori pagi tadi menggelar unjuk rasa di area pintu masuk Perusahaan. Aksi tersebut sebagai wujud solidaritas sesama karyawan atas diberhentikannya Aris Widyatmoko dengan alasan yang dianggap tidak jelas. Mereka memblokir akses masuk perusahaan dengan belasan truk pengangkut air.

Koordinator unjuk rasa, Budi Waluyo mengatakan, aksi solidaritas tersebut disebabkan karena perusahaan memberhentikan Aris secara sepihak. Hal itu dianggap menyalahi prosedur pemberhentian karyawan.

Aksi ini dipicu saat rekannya Aris diminta pihak perusahaan untuk menghadap, ternyata rekannya tersebut langsung diberikan surat pemberhentian. Tidak ada surat peringatan terlebih dahulu untuk karyawan yang akan diberhentikan.

Secara terpisah, Aris Widyatmoko mengaku bahwa memang beberapa waktu yang lalu dirinya pernah minum minuman beralkohol bersama rekan-rekan sopir di area parusahaan. Akhirnya pihak keamanan sempat memukul Aris karena dinilai berbuat onar.

Setelah hampir 30 menit berorasi akhirnya pihak perusahaan meminta tiga orang perwakilan pengunjuk rasa untuk berdialog. Seusai berdialog Wiji perwakilan dari pengunjuk rasa yang ikut dalam dialog mengungkapkan bahwa pihak perusahaan menunjukkan respon positif. Mereka berjanji akan mendiskusikan nasib Aris kembali.

Mereka berharap rekannya Aris bisa kembali dipekerjakan oleh perusahaan. Rekan-rekan sopir berkomitmen tidak akan minum minuman keras di area persuhaan lagi. Mereka juga siap jika harus tanda tangan diatas materai dan dikeluarkan jika melakukannya lagi.

Setelah melihat niat baik dari perusahaan Andaman Delmar pengunjuk rasa langsung membubarkan diri dengan tertib.(affandi )