Selasa, 30 September 2014

Penderita Kusta Usia Produktif

Ciri awal penderita kusta  seperti terserang panu


REMBANG – Tercatat hingga bulan Juni 2014, ada 30 kasus baru penderita kusta yang diketemukan di Kabupaten Rembang. Mayoritas penderita penyakit kusta dialami mereka yang masih dalam usia produktif.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Aris Suryono, menyatakan Penyebaranya paling banyak tercacat berada di beberapa puskesmas di kabupaten Rembang. Diantaranya wilayah Rembang II, Sarang, Sale, Sumber, Pancur, Pamotan, Kaliori dan Kragan 2. 

Demikian dari segi grafiknya, diakui beberapa tahun belakangan trend penderita kusta mengalami penurunan, seiring adanya kesadaran hidup bersih dan sehat masyarakat. Secara grafik terlihat pada tahun 2009 lalu mencapai 62,  di tahun 2010 sempat meningkat drastis 120 penderita.

Namun beberapa tahun belakangan sudah menurun drastis, di tahun 2013 tercatat ada 80 kasus penderita sedangkan dari  laporan triwulanya akhir Juni 2014 ada 30 kasus. Lebih lanjut disingung mengenai penyebaranya, awalnya diakibatkan oleh kuman, lalu menyerang daya tahan tubuh penderita akibat bakteri itu.

Dampaknya, memang tidak mematikan, namun cukup beresiko tinggi menimbulkan kecacatan permanen seperti mata bisa buta, mengkerut, memendek. Penyebabnya juga bervariatif, akibat terlalu cepak atau lelah beraktifitas dan kurangnya kepedulian kesehatan.

Indikasi awal seperti panu baru sekitar dua hingga lima tahun  baru tampak dimana menyerang melalui syaraf. Penyebaran kusta berlangsung terjadi dengan cara kontak langsung dengan penderita.

Disingung  langkah dinas Kesehatan  menurunkan angka kaus kusta, salah satunya lewat survey cepat sebulan sekali, selain kunjungan rumah sekitar penderita. Pengobatanya, saat ini tersedia di semua puskesmas dan diberikan secara gratis.

Aris Suryono menambahkan, dalam menghindari kecacatan permanen penderita diharapkan meminum obat secara kontinyu. Dimana Kusta kering jangka waktu enam sampai sembilan bulan, lalu Kusta basah jangka hingga 18 bulan lamanya. (affandi )


Diupayakan berdiri 1 pangkalan ditiap desa

Kabid perdagangan Sugiyanto


Rembang-Pemkab Rembang melalui Dinas perindustrian perdagangan koperasi (Dinperindakop) dan UMKM mengupayakan berdirinya pangkalan gas elpiji 3 kg ditiap desa. Upaya penataan ini baru-baru ini telah dilakukan melalui rapat koordinasi dengan agen elpiji, bagian perekonomian setda Rembang, Dinperindakop dan UMKM  serta  Dinas Energi Sumberdaya mineral (ESDM). 

Kabid perdagangan Dinperindak0p dan UMKM Sugiyanto mengatakan tercatat di kabupaten Rembang dari 291 desa  baru memiliki pangkalan sebanyak 253  sehingga masih kekurangan sekitar 38 pangkalan , kelemahan kekurangan pangkalan ini disebabkan jumlah tersebut tidak menyebar ditiap desa disebabkan ada 1 desa yang mempunyai 2 pangkalan atau lebih. 

Padahal lanjut Sugiyanto Idealnya  satu desa memiliki 1 pangkalan sehingga harga elpiji dipasaran  bisa standar  karena di peraturan bupati sudah  dijelaskan harga jual dari pangkalan gas elpiji 3 kg maksimal Rp 14.000,  lebih dari itu  termasuk pelanggaran. 

Tetapi faktanya berdasarkan hasil temuan operasi lapangan yang dilakukan Dinperindakop, selama ini penjualan gas elpiji 3 kg dari pangkalan dibeli pengecer dijual pengecer lagi baru pengguna sehingga harga jual elpiji melambung tinggi mencapai Rp 18.000 ribu lebih. 

Permasalahan tersebut telah diupayakan oleh pemkab Rembang dengan pihak agen untuk mencari solusi pemecahannya agar bisa direalisasikan terwujudnya setiap desa memiliki satu pangkalan. 

Data Dinperindakop Rembang  total penyaluran distribusi elpiji 3 kilogram januari hingga agustus 2014 tercatat mencapai 307.400.000. tabung gas, khsusus kuota bulan agustus lalu mencapai 298.000 tabung gas elpiji . (affandi )

Calon Jamaah haji safari Wukuf

Pemberangkatan Calon jamaah haji Rembang


Rembang-Calon Jamaah haji atas nama Sanaji Laibin Samidin, 76, nomor 9/II asal desa Bajingjowo, kecamatan Sarang yang baru-baru  ini menjalani operasi hernia,  kondisinya hingga saat ini  belum sembuh total, terpaksa CJH yang tergabung kloter 35 itu beristrirahat terlebih dahulu di rumah sakit King, Madinah.

Menurut Keterangan Kasi penyelenggara haji dan Umroh kemenag Rembang , Shalehudin Kondisi calon jemaah haji setelah menjalani operasi hernia belum lama ini masih menjalani masa pemulihan dan bilamana kondisinya belum sembuh total kemungkinan besar akan menjalani safari wukuf hingga jadwal yang berjalan.

Kondisi ini mengisyaratkan bila seorang jamaah haji sakit masih belum pulih hingga waktu wukuf maka akan diikutkan safari wukuf, Jamaah yang sakit masih berada dimadinah apapun kondisinya tetap bisa mengikuti serangkaian kegiatan, jika kondisi jamaah yang sakit masih belum pulih nantinya akan dibantu dengan peralatan medis seperti ambulance.

Sebelumnya calon  jamaah haji atas nama Mukdan Asmo Urip, 68, warga Tawang Rejo, Rt 1/Rw 1, kecamatan Sarang, tergabung kloter 35 rombongan 7, regu 3.dikabarkan sudah bergabung dengan kloter 35 yang sebelumnya tertunda keberangkatannya dan bergabung rombongan Kloter 40 Kabupaten Pati karena sakit dan harus mendapatkan perawatan inap dirumah sakit Moewardi solo. 

 Shalehudin menyatakan, terkait hari arafah tahun ini disebutkan adalah haji akbar. karena bertepatan dengan ketentuan dari kerajaan, diputuskan bahwa  Jumat itu arafah.

Persiapan yang yang dilakukan para jamaah menyambut hari arafah sudah dilakukan ketika berada di mekah,sehingga segala sesuatu sudah dilakukan sepenuhnya disana.( Yudha)

Pendirian PAUD Rintisan negeri

Kepala  UPT Dinas pendidikan kecamatan Kaliori  Suyanto


Kaliori-Tanah negara milik Pemerintah kabupaten Rembang, yang berada di perbatasan desa Tambakagung dengan desa Mojorembun, kecamatan Kaliori, pada tahun 2014 ini, akan dibangun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) rintisan negeri. Pendirian  PAUD itu nantinya akan menjadi daya tarik Anak Usia Dini (AUD) di 3 desa sekitar meliputi desa Tambakagung, desa Mojorembun dan desa Mojowarno.

Kepala UPT. Dinas Pendidikan kecamatan Kaliori- Suyanto mengatakan, terkait untuk proses pendirian, baru-baru ini sudah disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan kabupaten Rembang, di balai desa Tambakagung. 

Suyanto menjelaskan PAUD yang rencananya berdiri di timur embung Tambakagung itu  dibiayai oleh pemerintah senilai 400 juta rupiah berukuran 8 kali 8 meter dengan fasilitas 2 lokal ruang belajar, 1 ruang tenaga pendidik, serta kamar mandi guru, kamar mandi siswa putra maupun siswa putri. 

Suyanto mengungkapkan, pada  tahap awal pelayananan PAUD yang direncanakan terletak di timur embung Tambakagung nantinya tidak hanya untuk Kelompok Belajar (KB) PAUD) namun juga untuk Taman Kanak-kanak (TK). Sebagai tahap penyempurnaan nantinya juga akan dilengkapi untuk Tempat Penitipan Anak (TPA).( Masudi )


Kantor Kecamatan Sluke kedepankan 4T

Camat Sluke Mardiyanto


Sluke-Pelayanan kepada warga perlu di utamakan agar warga merasa terlayani dengan baik, untuk itu kantor kecamatan sluke mengedepankan 4T yakni terkonsep terarah, terencana dan terukur dalam memberikan pelayanan kepada warganya, untuk mewujudkan hal tersebut perlu dukungan semua pihak.

Camat Sluke M Mardiyanto mengatakan, dalam melakukan tugas, pelayanan kepada warga diutamakan ,  karena di kantor Kecamatan Sluke pada tahun ini sudah menerapkan Standar Operasional Prosedur, (SOP) dengan  mengedepankan 4T, sehingga dalam waktu singkat warga akan mendapaat pelayanan sesuai yang di inginkan seperti pelayanan pembuatan KTP, KK, penandatangan proposal, ijin hiburan semua akan di berikan kepada warga secara cepat dan akurat dengan waktu tidak terlalu lama di ruang tunggu. 

Mardiyanto menambahkan, jangan sampai warga mengatakan tidak puas dengan pelayanan yang diberikan oleh  bagian pelayanan, semua harus mendukung untuk mewujudkan pelayanan yang  terbaik di kecamatan Sluke (  heri )