Jumat, 24 Oktober 2014

Sambut 1 Suro Pawai Ta’aruf

Pawai Ta'aruf


Rembang-Beberapa TK dan SD Islam di wilayah Kecamatan Rembang pada pagi tadi (24/10)  mengerahkan siswanya ikut serta pawai ta’aruf dalam rangka memperingati tahun baru Islam, 1 Muharan 1436 Hijriah. Tema yang diusung dan terpampang pada spanduk utama yakni lslam is my way of life yang bertujuan mengajak masyarakat senantiasa menjalankan syariat agama Islam dalam kegiatan sehari-hari.   
     
            Ditemui disela kegiatan, Mukhlis selaku koordinator pawai taaruf menerangkan, jumlah peserta sekira 700 murid TK berbasis Islam di Kecamatan Rembang, ditambah siswa kelas 1 sampai 6 SD Islam Al Furqon. Rute yang ditempuh berjarak sekira 1 kilometer, start dari Radio CBFM menuju kawasan alun-alun ke selatan, menyusuri Jalan HOS Cokroaminoto dan finish di lembaga pendidikan Al Furqon.

            Mukhlis menyampaikan  kegiatan bertujuan meningkatkan silaturrahim dan ukhuwah sesama umat muslim serta menyebarkan syiar Islam di kalangan umat. Serta supaya masyarakat tidak hanya memperingati tahun baru masehi saja, juga membiasakan menyambut tahun baru hijriah.  

            Pawai taaruf sendiri berjalan tertib dan lancar hingga berakhir, satu hal yang menggembirakan penyelengara yakni jumlah peserta lebih banyak dibanding tahun lalu. Tiap sekolah juga telah menyiapkan agenda lain dalam memperingati tahun baru hijriah, diantaranya mengadakan lomba-lomba untuk para siswa dan pengajian dengan mengundang orang tua/wali siswa. 

Sementara menyambut 1 Suro  pondok seni Turus gede Rembang  pada sabtu malam minggu  (25/10) akan menyelenggarakan pentas wayang kulit, 

Menurut keterangan pegiat seni Anom subekti, pada pentas wayang kulit ini akan  menampilkan dalang dari kota kretek kudus Ki heri purwoko juara lomba dalang jateng 2010 dengan mengambil lakon cerita Wisanggeni krido.

Pementasan ini didukung karawitan Mustika budaya dari Blora juga sekaligus menampilkan bintang tamu  pelawak kancil dari pati dan bebek dari kota Tuban . Rangkaian kegiatan tersebut juga  turut menyemarakkan ulang tahun  ke 6 pondok seni turus gede. ( heru)
   

1Jamaah Haji kloter 35 meninggal

Kasi penyelenggara haji Dan umroh Shalehudin


Rembang-Satu Jamaah Haji atas nama Sadam Muhammad Sajat 58 tahun kloter 35 dari desa Bangun Rejo Kecamatan Pamotan meninggal dunia di tanah suci. Informasi yang diterima dari Kementerian Agama Kabupaten Rembang  tepatnya kemarin sekitar pukul 16.10 waktu arab saudi.

            Sebelumnya jamaah haji tersebut sempat menjalani perawatan intensif karena menderita penyakit stroke dan sempat tidak sadarkan diri, namun semua tahapan rukun haji sudah selesai dilaksanakan.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang Shalehudin mengatakan, bila ada jamaah haji yang meninggal duni di tanah suci harus dikebumikan langsung di Mekkah,Keluarga sudah mengiklaskan, tetapi ada pengecualian bila jamaah meninggal dipesawat tidak dikebumikan ditanah suci tetapi ditanah air sendiri.

 Sedangkan untuk jamaah haji kabupaten rembang yang sempat sakit atas nama Sulastri asal desa Sumbergayam Kecamatan Kragan keadaanya sudah membaik dan kepulangannya hari kamis kemaren tergabung dalam kloter 35.

 LanjutShalehudin, mengenai proses kepulangan jamaah haji keseluruhannya menggunakan bus, yang diisi perkecamatan asal jamaah, dan  langsung diantar ke kecamatan asal usai tiba di  donohudan, bila ada kecamatan yang jumlahnya kecil bisa digabungan dengan kecamatan lain.  

Shalehudin menyatakan dalam kepulangan haji berlangsung dua hari, pertama pada Kamis pagi kemarin sekitar pukul 06.30, jumlah jamaah haji ada 258 orang, tergabung kloter 34.  Berikutnya Jumat pagi hari ini, khususnya kloter 35 ada  369 jamaah.

 Tetapi untuk jamaah haji yang tergabung dalam kloter 36 yang berjumlah 47 jamaah sampai solo pada hari jumat ini tiba sekitar pukul 04.45 wib sehingga sampai rembang siang hari,diperkirakan setelah jumatan. 

Shalehudin menambahkan, pemulangan kloter 35 diterima langsung oleh PLT Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama rombongan di donohudan solo bersama kementerian agama kabupaten rembang. ( Yudha)

Memperingati Harlah datangkan "Kirun"

Harlah KJKS BMT


Pamotan- Dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) KJKS BMT Usaha Artha Sejahtera ke-16, jajaran manajemen mengadakan serangkaian acara guna menyemarakkannya. Salah satu rangkaian acaranya adalah diadakannya kegiatan semarak tahun baru Islam 1436 H yang diisi dengan pengajian yang akan digelar di terminal Pamotan pada  Minggu malam (26/10) .

Kegiatan semarak tahun baru Islam 1436 H dengan 1500 tamu undangan ini akan dimeriahkan dengan mendatangkan pembicara ternama yakni K.H Mohammad Sakirun. Selain itu, perayaan harlah juga dimeriahkan dengan rangkaian kegiatan lain meliputi kegiatan sosial dan pendidikan.

Ketua panitia perayaan harlah Rubiyanto mengatakan, perayaan harlah yang mengusung tema menuai kerukunan hidup masyarakat dengan keberkahan ekonomi sudah dimulai sejak 10 Oktober lalu dengan mengadakan turnamen bulu tangkis antar Instansi dan club bulu tangkis sedesa Pamotan. Disusul dengan jalan sehat yang diikuti oleh 2000 peserta untuk memperebutkan doorprise yang disediakan senilai Rp.25 juta.

Kemudian dalam bidang sosial diisi dengan pengadaan tong sampah yang akan diletakkan di sepanjang jalan protokol depan masjid Jami’ Pamotan hingga depan kantor BMT sebanyak 60 tong sampah, selain itu juga hibah buku religi, edukasi, dan ketrempilan yang diberikan pada rumah baca yang ada di dukuh Palan desa Pamotan. 

Sementara bidang pendidikan, akan diadakan lomba TK sekecamatan Pamotan (25/10) dengan mengundang 30 TK, kemudian akan diadu dalam hal hafalan surat pendek, do’a aktifitas sehari-hari, dan lomba ketangkasan. 

Rubiyanto menembahkan, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk merekatkan masyarakat khususnya di kecamatan Pamotan sehingga mereka merasa memiliki koperasi jasa keuangan syariah di Pamotan. 

Sementara untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara perayaan harlah, terkait hal kelancaran kegiatan  pihak penyelenggara bekerjasama dengan jajaran keamanan setempat.(ita )

Perangkat desa usia 60 tahun diberhentikan

Kabag Tapem Akhsanudin dihadapan kades dan sekdes


Kaliori-Pemerintah kabupaten Rembang, mengharapkan kepada kepala desa supaya memberhentikan perangkat desa yang sudah berusia 60 tahun. Hal itu disampaikan oleh kepala bagian tata pemerintahan setda Rembang- Akhsanudin, saat rakor kepala desa, di pendopo kecamatan Kaliori, baru-baru ini.

Akhsanudin mengatakan perangkat desa berdasarkan peraturan daerah (perda) kabupaten Rembang nomor 3 tahun 2007 dapat diberhentikan jika berusia 65 tahun, namun berdasarkan Peraturan Presiden (PP) nomor 43 tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan undang-undang (UU) nomor 6 tahun 2014 tentang desa perangkat desa diberhentikan ketika mencapai usia 60 tahun. 

Sedangkan usia calon perangkat desa saat mendaftar menurut Akhsanudin berusia minimal 20 tahun dan maksimal berusia 42 tahun dan berpendidikan paling rendah minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.

Akhsanudin menjelaskan perangkat Desa yang berkedudukan sebagai unsur pembantu Kepala Desa (kades) terdiri dari Sekretariat Desa yang dipimpin oleh Sekretaris Desa, Kepala dusun (kadus) sebagai pelaksana kewilayahan yang jumlahnya ditentukan secara proporsional dan kepala urusan (kaur) sebagai pelaksana teknis.

Akhsanudin mengungkapkan penghasilan tetap perangkat desa dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Desa yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD), yang merupakan pendapatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota.( Masudi )


Kasus kekerasan perempuan dan anak Butuh Perhatian



Rembang-Kasus Kekerasan yang dialami perempuan dan anak dari tahun ke tahun tidak mengalami penurunan bahkan naik, ini merupakan masalah dari dulu sudah terjadi tetapi belum bisa untuk dituntaskan.

Kepala BPMPKB kabupaten Rembang, Dwi Wahyuni Hariyati melalui Kasubid Perlindungan anak Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kabupaten Rembang Agung Ratih Kusuma Wardani mengatakan dari data Survei sosial ekonomi nasional (Susenas) menyimpulkan dari 100 perempuan di indonesia 3 diantaranya mengalami kekerasan.

Perbandingan dengan perempuan yang ada di indonesia yang sekitar lebih dari 100 juta jiwa, maka bisa diperkirakan sekitar 3 juta jiwa perempuan mengalami kekerasan.

Segala upaya sudah dilakukan namun upaya tersebut masih mempunyai kendala utama yaitu kultur budaya patriarki, yang masih mengedepankan laki laki dari pada perempuan, juga penegakan hukum yang belum sepenuhnya berjalan, belum mencerminkan keadilan bagi perlindungan dan penghormatan terhadap hak perempuan dan perlindungan anak.

Agung Ratih Kusuma Wardani mengungkapkan Kasus kekerasan seksual terhadapan anak sudah terjadi sejak dulu,ibarat  fenomena gunung es yang nampak ke permukaan hanya bagian kecilnya saja, seiring dengan kasus di JIS,banyak bermunculan kasus kekerasan anak di sekolah.

Kasus di jawa tengah tahun 2013 ada 1600 kasus,di rembang yang di tanganai RWC semai, rembang women and child crisis center . model pelayan satu atab yang dimana anggotanya terdapat intasnsi terkait yang menanganinya polres, pengadilan agama, BPMPKB, LSM dan dinas yang lain yang tergabung didalamnya.

Agung Ratih Kusuma Wardani menambahkan di rembang Secara rinci tahun 2013 ada 10 perempuan yang mendapatkan kasus kekerasan baik secara fisik , seksual ,secara ekonomi dan secara psikologis.

 Sedangkan untuk anak ada 9 anak mendapatkan kekerasan fisik tetapi yang terbanyak kekerasan seksual, lintas umur anak anak usia 7 tahun – 15 tahun. ( Yudha)