Kamis, 23 Oktober 2014

Krisis Air Semakin Bertambah Dana Droping Air Habis



            Rembang-Kemarau yang berkepanjangan membuat disejumlah desa di Kabupaten Rembang mengalami krisis air, krisis kebutuhan akan air bersih ini dari hari  ke hari semakin meluas, padahal  dana pendropingan air bersih sudah habis dan pada bulan november nanti dipastikan  tidak bisa melakukan pendropingan air bersih.

            Kasi Logistik BPBD Kabupaten Rembang  Ayub Ma’ruf mengatakan,data terakhir  sudah ada penambahan 3 desa dari data kemarin yang hanya 42 desa, sehingga total desa yang mengalami kekeringan dan membutuhkan pendropingan air bersih bertambah menjadi 45 desa.

            3 Desa yang mengalami kekeringan dan mengajukan tambahan droping yang bersih  berada di desa Pulo, Tanjungsari Kecamatan Rembang juga di desa Tunggulsari kecamatan kaliori, ketiga desa tersebut akan mulai dilakukan pendropingan air bersih pada pekan depan dengan pengirimn 2 tangki per pekannya.

            Tambahan pendropingan air pada ketiga desa tersebut disebabkan suplai air  PDAM diwilayah barat tidak berproduksi, sehingga  para pelanggan PDAM mengalami kesulitan air bersih, juga diwilayah tersebut tidak adanya sumber-sumber mata air yang bisa dimanfaatkan

            Ayub Ma’ruf mengungkapkan, alokasi Dana yang disediakan melalui  Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Rembang sebesar 200 juta, kesemuanya telah habis didistribusikan, rinciannya 190 juta diperuntukkan untuk membeli air bersih dan sisanya 10 juta untuk operasional .

            Dari kalkulasi anggaran tersebut dapat membeli air bersih sejumlah 1.080 tangki, dan diprediksi  bisa mencukupi sampai akhir oktober ini,    disamping itu Pemkab rembang juga mendapatkan  tambahan droping air bersih dari Bakorwil pati sejumlah 162 tangki.
        
    Ayub Ma’ruf menambahkan karena alokasi anggaran telah habis diprediksi pada bulan november nanti BPBD sudah tidak bisa melakukan pendropingan air kepada desa yang mengalami kekeringan  bila hujan belum juga turun, Sebagai langkah antisipasi pihaknya akan mengajak swasta untuk bekerjasama, dan mewacanakan  untuk mengajukan tambahan dana kepada pemkab Rembang. ( Yudha ).

Aksi damai Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Sekda Rembang


Rembang-Maraknya aksi kekerasan terhadap perempuan dan anak akhir-akhir ini membuat pemerintah kabupaten Rembang prihatin dan  bergerak cepat untuk mengatasinya. Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang  Hamzah Fatoni  mengatakan, untuk menekan tindak kekerasan tersebut Pemkab Rembang akan segera menggelar aksi damai stop kekerasan terhadap perempuan dan anak.

            Kegiatan rencananya akan digelar senin, 27 Oktober 2014 di Stadion krida Rembang yang akan melibatkan sekitar 3.750 orang dari berbagai kalangan. Dalam kegiatan tersebut akan disosialisasikan dan himbauan agar tidak ada lagi kekerasan terhadap perempuan dan anak diwilayah Kabupaten Rembang.

            Diharapkan peserta yang datang dapat menyadari banyaknya kekerasan terhadap perempuan dan anak disekitar mereka sehingga mereka turut peduli dalam pengawasan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak disekitar lingkungan mereka.

            Sekda juga menjelaskan langkah-langkah konkret untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Rembang yakni dengan penegakan hukum (law enforcement) yang melibatkan aparat yang berwenang. Berikutnya adalah pengawasan berbasis masyarakat dengan mendorong agar peran Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) lebih maksimal.

            Menurutnya  anggota KPAD adalah kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Di Rembang tercatat sudah ada 58 KPAD dan akan diterapkan secara nasional.

            Selain pengawasan di lingkungan masyarakat, pengawasan di lingkungan keluarga juga menjadi prioritas dan yang terpenting adalah perlunya peningkatan akhlak masyarakat, .
            Sekda menambahkan Pemerintah Kabupaten Rembang telah mendirikan Semai Rembang Women and Child Crisis Center (Semai RWC3) yang bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap perempuan dan anak korban kekerasan berbasis gender. Memberikan pendampingan pada perempuan dan anak korban kekerasan. Memberdayakan potensi masyarakat untuk menumbuhkan partisipasinya dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Disamping itu mengembangkan kemitraan dan jaringan kerjasama antar stakeholders dalam rangka penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak berbasis gender.(affandi )
               

Masih Dijumpai Pelanggaran Krusial

Operasi gabungan Dinhubkominfo dan satlantas Polres Rembang


Rembang-Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Rembang bekerja sama dengan jajaran Satuan Polisi Lalulintas  Rabu (22/10) pagi menggelar operasi armada pengangkut orang dan hari ini  dilanjutkan menggelar kegiatan sama dengan sasaran armada pengangkut barang. Kegiatan penegakan hukum untuk kendaraan bermotor yang melintas di jalur antura Rembang, merupakan tindak lanjut diterbitkannya instruksi tertulis dari Kementerian Perhubungan.

                Kepala Dishubkominfo  Suyono saat dihubungi menjelaskan, kegiatan dinamakan pekan keselamatan pengguna lalulintas berdasar acuan surat edaran dari Direktur Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan tertanggal 14 September dengan nomor AJ.003/6/10/DR.JD/2014 perihal penegakan hukum perizinan angkutan umum dan dimensi kendaraan bermotor secara nasional yang petunjuk pelaksanaan dan tekhnis diatur oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, nomor 551.2/27.323 per tanggal 1 Oktober 2014. Untuk Kabupaten Rembang sendiri diajdwalkan menggelar operasi pada minggu ke tiga, selama dua hari yaitu Rabu (22/10) dan Kamis (23/10).

         Sementara itu Sukijo, Kasi Pengendalian Operasi Lalulintas Dishubkominfo Kabupaten Rembang selaku koordinator pada pelaksanaan operasi hari pertama di kawasan Terminal Rembang menyebutkan, sasaran dari kegiatan meliputi bus antar kota antar provinsi, bus antar kota dalam provinsi, angkutan umum antar kecamatan, bus pariwisata dan travel. Semua diwajibkan masuk di komplek terminal guna diperiksa keabsahan dokumen yang wajib dibawa, serta diteliti apakah masih berlaku atau telah kadaluwarsa dan yang kedapatan melanggar ketentuan maka diberikan sanksi tegas berupa tilang. 

              Lanjut Sukijo, pihaknya merasa heran dengan masih dijumpainya armada yang melakukan pelanggaran, seperti ijin trayek tak sesuai tujuan sedangkan yang lainnya kedapatan ijin trayek telah kadaluwarsa, padahal dua dokumen tersebut sangat penting karena wajib dibawa sebagai landasan hukum yang harus dipenuhi ketika bus beroperasional. Disebutnya pelanggaran yang dilakukan pemilik perusahaan otobus sangat krusial dan perlu teguran agar tidak terulang kembali.   

           Sukijo tambahkan, karena kegiatan merupakan agenda nasional maka pasca kegiatan digelar tentu saja pihaknya segera menyusun laporan hasil operasi  dan esok dengan sasaran sesuai yang ditentukan, baik ke Dinas Perhubungan Provinsi dan khususnya ke Kementerian terkait. Seraya dijanjikan global hasil operasi akan diberikan ke media sehari setelah berlangsungnya pelaksanaan kegiatan hari kedua yang direncanakan digelar Kamis (23/10). ( heru )

Membuka Lapangan Pekerjaan Dengan Mendirikan Klinik



Rembang-Melihat banyaknya pengangguran untuk tenaga kesehatan di Kabupaten Rembang mendorong Agustina Mania Ruwinasih mendirikan klinik kesehatan. Proses pendirian klinik yang diberi nama Klinik sahabat abadi berawal dari melihat saudaranya yang berprofesi tenaga kesehatan yang menganggur, padahal diluar sana masih banyak yang bernasib serupa.

Pembukaan Klinik yang baru diresmikan kemarin (22/10) bertujuan  bukan untuk mencari provit semata ,tetapi untuk pelayanan kesehatan,dan membuka lapangan pekerjaan.  Dengan prinsip  kalau banyak pasien yang datang maka akan bisa membuka peluang lapangan pekerjaan dan bisa menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.

            Meskipun hanya kecil klinik yang berada di jalan slamet riyadi Sumberjo Rembang  mempunyai 16 perawat, 4 tenaga administrasi juga 4 dokter umum, dilengkapi laboratorium, pemeriksaan persalinan dan juga ada ruang rawat inap.

            Fasilitas laboratorium dilengkapi pengecekan darah mulai dari kolesterol,asam urat, typus maupun demam berdarah, juga mempunyai keunggulan pemeriksaan dokter secara langsung.

                Sementara itu Sudartono selaku ketua panitia mengatakan proses perijinannya untuk mendirikan klinik terbilang cukup singkat,karena hanya membutuhkan  sekitar 6 bulan biasanya untuk mendirikan sebuah klinik prosesnya cukup lama hampir sekitar 1 tahun.

           Untuk mendirikaan klinik harus mempunyai fasilitas penunjang ambulance sendiri, laboratorium, dan Apotek. ( Yudha )


Monitoring Tim GSIB Jawa Tengah

Camat Kaliori memaparkan kegiatan GSIB kepada tim monitoring  jawa tengah


Kaliori-Satuan tugas gerakan Sayang Ibu dan bayi (Satgas GSIB) kecamatan Kaliori, kemarin (21/10) dimonitoring dan dievaluasi tim GSIB propinsi Jawa tengah. Kegiatan yang berlangsung di pendopo kecamatan Kaliori itu diikuti satgas GSIB tingkat desa dan satgas GSIB kabupaten Rembang.

Camat Kaliori- Mustholih selaku ketua satgas GSIB kecamatan Kaliori mengatakan kecamatan kaliori pada program GSIB telah melakukan berbagai kegiatan, antara lain berkoordinasi dengan tim Penggerak PKK dan kepala desa, melaksanakan sosialisasi GSIB di desa siaga dan posyandu, melaksanakan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, maupun pendataan donor darah pendamping. 

Mustholih menjelaskan GSIB kecamatan Kaliori dalam kegiatannya di tahun 2013 didukung 695 ibu hamil sedangkan 2014 sampai bulan September terdapat 658 ibu hamil, ibu bersalin di tahun 2013 sebanyak 664 orang sedangkan tahun 2014 sebanyak 628 orang, sedangkan bayi di tahun 2013 sebanyak 632 bayi, dan di tahun 2014 sebanyak 598 bayi. Persalinan dibantu tenaga kesehatan di tahun 2013 sebanyak 664 orang, sedangkan di tahun 2014 sebanyak 628 orang.Persalinan dibantu tenaga dukun tidak ada.

Sementara itu deteksi bumil resti di tahun 2013 sebanyak 139 orang dan di tahun 2014 sebanyak 132 orang. Angka kematian Ibu pada tahun 2013 sebanyak 1 orang, di tahun 2014 menjadi 2 orang. Angka kematian bayi di tahun 2013 sebanyak 9 bayi dan di tahun 2014 sebanyak 8 orang.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Jawa Tengah- Sri Kusuma Astuti mengungkapkan, selain kabupaten Rembang yang diwakili kecamatan Kaliori, tim penilai juga akan mengunjungi 4 kabupaten di Jawa Tengah yaitu kabupaten Purwodadi, Sragen, Demak dan kabupaten Wonosobo.

Kunjungan ke kabupaten yang masuk 5 besar GSIB tingkat Jawa Tengah untuk mencari perwakilan lomba yang sama di tingkat nasional. Setelah singgah di gedung setda Rembang dan Kecamatan Kaliori, tim penilai mengunjungi satgas GSIB desa Dresi Kulon.( Masudi )