Friday, 29 July 2016

Jajaran SKPD Ziarah ke makam pangeran Djojo Adiningrat

Camat Bulu Suswantoro taburkan bunga di makam pangeran Djojo Adiningrat

Bulu - Jajaran Muspida, bersama kepala Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dilingkup Pemkab Rembang hari jumat (29/07) melakukan ziarah kemakam para pahlawan dan sesepuh Kabupaten Rembang. Salah satunya ke makam pangeran Djojo Adiningrat dan RA Kartini yang berada di desa Bulu Kecamatan Bulu,

Camat Bulu Suswantoro mengatakan, ziarah yang di lakukan jajaran SKPD kabupaten Rembang merupakan rangkaian kegiatan rutin memperingati hari jadi kabupaten rembang ke 275 sekaligus HUT RI Yang ke 71. 

Ziarah dilakukan dalam rangka meningkatkan nilai-nilai kepahlawanan atau keperintisan pendahulu kita yang telah banyak berjasa pada Kabupaten Rembang, selain itu kegiatan ini sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada para leluhur Kabupaten Rembang. sekaligus sebagai wahana untuk mengenang jasa-jasanya, sehingga dapat mewarisi semangat perjuangan mereka untuk diimplementasikan dalam membangun kabupaten rembang. 

Suswantoro menambahkan rangakaian acara di dahului dengan doa bersama yang di lanjutkan dengan pelatakan karangan bunga di makam pangeran Djojo Adiningrat, dan di lanjutkan dengan tabur bunga di ikuti seluruh SKPD yang hadir.. ( heri sugiharto )

Ziarah bagian keimanan dan ketaqwaan


Bupati Rembang memberikan sambutan sebelum thalil dan doa di makam Mbah Sambu


Bupati dan rombongan ziarah di makam komplek masjid jami' Lasem

Rembang-Dalam Rangkaian memperingati Hari Jadi Kabupaten Rembang ke 275 yang jatuh pada tanggal 27 Juli, jajaran Pemkab Rembang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pagi tadi (29/7) berziarah ke sejumlah makam tokoh, sesepuh dan pahlawan yang ada di wilayah Rembang.

Bupati Rembang H. Abdul Hafidz mengatakan, ziarah ke makam para pahlawan dan tokoh agama merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan para pendahulu yang telah berjasa di Kabupaten Rembang, salah satunya makam Sayid  Abdurohman ( Mbah Sambu ). Beliau merupakan tokoh yang berjasa membentuk kultur budaya di Kabupaten Rembang. Ziarah Ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Rembang.

H. Abdul Hafidz mengatakan, kegitan ziarah ini punya makna yang sangat dalam di samping sebagai bagian dari kekuatan kita dalam membentuk keimanan juga bagian dari sesuatu yang bisa mendatangkan kemakmuran di Kabupaten Rembang. Karena kemakmuran dan kesejahteraan bukan semata – mata karena kecerdasan dan keahlian, namun juga didasari dengan keimanan dan ketaqwaan. Ziarah ini merupakan bagian dari keimanan dan ketaqwaan kita serta mensiarkan dan memperkokoh islam di kabupaten Rembang. 

H. Abdul Hafidz menambahkan, mbah Sambu merupakan tokoh yang bukan hanya dikenal di Kabupaten Rembang saja, juga merupakan tokoh yang di kenal di nusantara. Sehingga ini menunjukan Rembang merupakan salah satu ikon Kabupaten Religi. Selesai memanjatkan doa dan tahlil bupati dan rombongan menaburkan bunga di atas makam mbah sambu. 


Selain itu Rombongan Forkompinda juga melakukan ziarah di makam pangeran sedo laut di Kauman Rembang , Taman Makam Pahlawan Giri Bhakti , makam Pangeran KGPAA Djojo Adiningrat dan RA Kartini di Kecamatan Bulu. ( prasetyo budi wibowo )

Calon jamaah haji diminta kumpul di daerah konsentrasi


CJH sedang manasik haji melempar jumrah di lapangan desa Dresi Kulon

Kaliori-Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia kecamatan Kaliori mengharapkan Calon Jamaah Haji (CJH) asal kecamatan Kaliori dan kecamatan Sumber, berkumpul di daerah konsentrasi. Hal itu disampaikan oleh ketua IPHI kecamatan Kaliori- Sutarko, saat penutupan manasik haji, di rumah Haji Abdul Ghoni, Desa Dresi Kulon, baru-baru ini.

Sutarko mengatakan CJH baik mandiri atau lewat bimbingan Al Ibritz tidak berangkat sendiri-supaya kumpul bersama di kecamatan Kaliori saat pemberangkatan agar masyarakat senang menyambut pemberangkatan CJH. 

Sutarko menambahkan setelah dari kecamatan nantinya berangkat  bersama-sama ke bimbingan haji Al Ibritz, lalu ke gedung Islamic Centre untuk bergabung ke CJH kelompok terbang (kloter) 48.


Sebelumnya, dalam kegiatan terakhir manasik haji diisi praktek kegiatan haji di 4 lokasi kecamatan sebagai Mekkah, lapangan desa Wiroto sebagai Arafah, lapangan desa Dresi Wetan sebagai Muzdalifah dan lapangan desa Dresi Kulon sebagai Mina.(Masudi melaporkan)

Raperda LPJ pelaksanaan APBD Rembang 2015 disahkan


Bupati tanda tangani pengesahan raperda


Abdul Hafidz didampingi wakil Bupati- Bayu Andrianto menyerahkan raperda kepada wakil ketua DPRD Rembang- Gunasih didampingi Bisri Cholil Laquf dan Sumarsih


Rembang-Walaupun ada beberapa catatan dari masing-masing fraksi yang perlu mendapat perhatian dari pemkab Rembang, 7 fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Rembang melalui juru bicara fraksi akhirnya menerima dan menyetujui Penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang laporan pertanggungjawaban (LPJ) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2015 yang disampaikan Bupati Rembang- H. Abdul Hafidz, dalam rapat paripurna di gedung DPRD kemarin. 

Juru bicara fraksi Persatuan Pembangunan dibacakan oleh Zainul Umam, fraksi Demokrat- Imroatus Sholichah, fraksi Kebangkitan Bangsa- Ilyas, fraksi PDIP Nasdem- Widodo, fraksi gerakan Indonesia raya- Puji Santoso, fraksi karya sejahtera- Catur Winanto dan fraksi Harapan dibacakan Nur Jannah.

Wakil ketua DPRD kabupaten Rembang- Gunasih saat memimpin sidang mengatakan penetapan raperda itu setelah melihat laporan hasil badan anggaran (banggar) dan pernyataan pendapat dari 7 fraksi yang ada di DPRD kabupaten Rembang serta persetujuan 36 anggota DPRD yang hadir. 

Gunasih menambahkan setelah disahkan raperda tentang LPJ pelaksanaan APBD kabupaten Rembang tahun anggaran 2015 beserta Peraturan Kepala Desa (perkada) tentang penjabaran raperda akan disampaikan kepada gubernur Jawa Tengah- Ganjar Pranowo sebagai wakil pemerintah pusat untuk dilakukan evaluasi.

Bupati Rembang- H. Abdul Hafidz mengungkapkan siap melaksanakan rekomendasi yang disampaikan oleh 7 fraksi dan banggar DPRD kabupaten Rembang.

Bupati menjelaskan struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Rembang tahun 2015 terdiri dari rencana pendapatan daerah sebesar 1,45 Trilyun rupiah lebih dapat direalisasikan 1,4 trilyun rupiah lebih atau 96,8 persen. Untuk belanja daerah dari rencana 1,65 realisasinya sebesar 1,21 trilyun rupiah lebih atau 73,3 persen.


Sedangkan pada kelompok pembiayaan yang terdiri atas penerimaan pembiayaan yang direncanakan 206 milyar rupiah lebih realisasinya 209 milyar rupiah lebih atau 101,5 persen dan pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar 10,672 milyar rupiah lebih realisasinya sebesar 10,617 milyar rupiah lebih atau 99,9 persen.(Masudi)

Cegah Kepunahan Perlu Upaya Keras Pelestarian


Seni tradisional wayang bengkong khas lasem terancam punah tanpa ada upaya keras pelestarian

            Lasem-Bermacam seni tradisional atau adat ciri khas Lasem yang berjaya puluhan tahun silam ditengarai mendekati kepunahan. Dibutuhkan kepedulian semua pihak ikut melestarikan dengan cara sering ditampilkan agar dikenal dan dicintai warga kabupaten Rembang.

            Dua diantaranya berbentuk seni pertunjukan wayang, yaitu wayang bengkong dan wayang pesisiran demikian ucap Ernantoro Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem. Dua seni tradisional tersebut terancam punah karena hampir tak pernah dimainkan lagi di tengah kehidupan masyarakat.  

            Toro jelaskan  wayang bengkong diketahui berasal dari Desa Kajar yang saat berjaya dahulu menjadi tontonan wajib saat warga mengadakan hajat sedekah bumi, pernikahan dan khitanan. Eni adi luhung tersebut menurutnya dimainkan hanya oleh tiga orang masing-masing memerankan tokoh bernama Mbah bengkong, bagus panji dan Sri serta irama gamelan pengiring berasal dari mulut mereka.

            Lanjut Toro karena tak ingin punah maka Fokmas dan aparatur Desa Kajar belum lama ini menampilkan kesenian tersebut, selain untuk menghibur juga ditujukan sebagai wahana untuk mengajak agar ada yang mau berpartisipasi melestarikannya. Terlebih jika heritage kawasan kampung pecinan Karangturi nanti mulai dilaunching. tentu seni tradisional asli Lasem juga harus dipertahankan eksistensinya dalam kemanfaatan penunjang menunjang kunjungan wisata.

            Selain itu ada pula seni pakeliran pesisiran Laseman atau lebih dikenal dengan sebutan Pertunjukan Wayang Kulit Pesisiran Laseman yang juga sudah tidak lagi populer di masyarakat sambung Toro.


Masalah utamanya adalah kemajuan teknologi dan kurangnya minat masyarakat terhadap kesenian tradisional yang tumbuh di daerah Lasem, dimana sebagian besar anak-anak muda sekarang ini terutama mereka yang tinggal di daerah pesisir lebih menyukai kesenian yang berbau kebarat-baratan.


            Ditambahkan, sekarang ini kesenian daerah yang populer dan digemari masyarakat datang berduyun-duyun menonton adalah dangdut koplo, kethoprak dan seni pakeliran wayang kulit gaya Surakarta yang dianggap lebih berkesan sebagai wayang kulit bernilai seni tinggi dibandingkan dengan wayang kulit pesisiran Laseman. Untuk itu pihaknya berharap dalang setempat yang sedang moncer yakni Ki Sigid Ariyanto sering memainkannya sehingga dapat mengangkat kembali kesenian tradisional khas daerah pesisiran ini agar tak punah. (heru budi s)