Senin, 08 Februari 2016

Pelantikan Bupati-Wakil Bupati 17 Februari

KPU Rembang Pasang baliho pengumuman Paslon Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil pilkada serentak tahun 2015

Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto saat meluapkan kegembiraan usai memenangkan pilkada 9 Desember 2015


Rembang-Bisa dipastikan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih 17 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Tengah yang tak bermasalah hukum di MK yakni pada 17 Februari mendatang di Semarang. Hal tersebut mengacu surat edaran dari Menteri Dalam Negeri.

Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Su'ud menjelaskan pihaknya telah menerima pengumuman dari KPU pusat terkait pelantikan paslon Bupati-Wakil Bupati terpilih Kabupaten Rembang tahun 2015 hasil penyelenggaraan pilkada serentak tanggal 9 Desember kemarin. 

Bahwasanya dalam surat Mendagri nomor :005/389/SJ tertanggal 5 Februari 2016yakni batas waktu pelantikan pimpinan daerah tingkat dua hasil pilkada serentak pada tanggal 17 pebruari 2016 dan untuk lokasi diserahkan sepenuhnya kepada pemprov.  

            Terpisah Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Rembang Akhsanuddin menyebutkan pelantikan kepala daerah terpilih pada 17 kabupaten/kota akan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menurut rencana dilaksanakan di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. Adapun pihak-pihak yang akan diperkenankan ikut menghadiri pelantikan dijadwalkan dibahas hari Selasa (9/2) besok, direncanakan mengundang 200an orang terdiri 100 unsur pemerintah dan 100 dari elemen masyarakat.

Sementara itu Syaiful Burhan salah seorang mantan timses paslon Abdul Hafidz-Bayu Andriyanto mengatakan secara resmi belum mendapat info tentang pelantikan yang diagendakan oleh pemprov pada 17 Februari mendatang. Pasalnya kabar terakhir yang diketahui adalah wakil Pemkab Rembang Jumat (5/2) kemarin hadir mengikuti rapat dipimpin Sekda Prov jateng yang hasilnya dilansir oleh sejumlah media bahwa pelantikan berkisar tanggal 15-16 Februari (heru budi s melaporkan)

Anggarkan 600 jutaan untuk infrastuktur



REMBANG-Rencana pembuatan selokan di kelurahan Magersari Kecamatan Rembang  tahun 2016 ini akan direalisasikan, setelah tahun 2015 kemarin program tersebut belum terwujud,  

Untuk  tahun ini  pemerintah Desa setempat  sudah menganggarkan sebesar Rp 630 juta. Salah satunya  diperuntukkan untuk melanjutkan pembuatan selokan, yang berada di RT 04 RW 02. Selain selokan anggaran diperuntukkan untuk perbaikan jalan utama di Desa Magersari dan  pembuatan jalan setapak.

          Lurah Magersari Mochamad Soebechti mengatakan, program pembangunan dalam bentuk fisik di kelurahan Magersari tahun 2015 lalu belum terealisasi, rencananya tahun  lalu  ada pembuatan selokan besar yg ada di pinggir trotoar di RT 04 RW 02 namun belum terwujud, padahal sudah dianggaran sebesar 200 jutaan untuk menyelesaikannya.

 Kendalanya karena jangka waktu yang harus dikerjakan CV hanya sekitar satu bulanan, menyebabkan CV angkat tangan dan tak sanggup mengerjakannya,  menyebabkan anggaran sebesar 600 jutaan belum terserap secara keseluruhan.

         Mochamad Soebachti menambahkan, di tahun 2016 ini pihaknya akan mengadakan program perbaikan jalan utama, yaitu diperuntukkan untuk warga sekitar dan akses anak sekolah yg akan pergi dan pulang dari sekolah.Dilanjutkan  pembuatan saluran air  di RT 04 RW 02, dan untuk  RT 03 RW 02 akan dibuatkan jalan setapak. Kesemua  program pembangunan Kelurahan  Magersari  sudah  teranggarkan sebesar  630 jutaan.

        Secara fisik memang jalan yg ada di kelurahan Magersari Kecamatan Rembang  memang sudah rusak, ada inisiatif dari warga sekitar yg menumpuki jalan paving tersebut dengan aspal guna memperlancar akses warga yg melewati menjadi lebih lancar. ( Alisin melaporkan)


Perawat Terima Pelatihan Penguatan BCTLS

Pelatihan BTCLS diawali pengenalan teori oleh mentor

Peserta Workshop serius perhatikan simulasi BTCLS


Rembang-Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Rembang selama 3 hari, 4-7 Februari bertempat di aula Dinas Kesehatan setempat menggelar workshop ditujukan anggotanya yang bertugas di rumah sakit maupun klinik kesehatan bertema Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) atau pemberian bantuan hidup dasar dalarn asuhan keperawatan gawat darurat.

Hal tersebut acapkali dijumpai pada pasien yang datang dalam kondisi  sistem tubuh terpengaruh trauma atau gangguan sirkulasi pada sistem jantung paru (kardio-pulmonar) dimana pemberian bantuan hidup dasar pada waktu dan cara yang tepat akan mengurangi angka kematian dan kecacatan atau meminimalisir kerusakan organ.

            Gito Utama salah satu pengurus PPNI Rembang disela kegiatan menerangkan (BTCLS) saat ini menjadi persyaratan mutlak untuk setiap perawat dan bidan yang bekerja di pelayanan kesehatan, termasuk tim kesehatan haji. Mereka wajib memiliki pengetahuan secara mendalam sebagai kornpetensi dasar yang mestinya wajib dimiliki oleh perawat dan bidan sebelum bekerja di pelayanan kesehatan ataupun sebagai instruktur klinik. 

Gito Utama sampaikan, oleh karena itu lembaganya mengadakan pelatihan untuk anggotanya dengan tujuan memberikan asuhan keperawatan gawat darurat khususnya melakukan BTCLS sesuai dengan prosedur dan kedepan handal dalam pekerjaannya. Hal ini juga merupakan bagian program kerja PPNI Rembang untuk pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan formal maupun non formal agar makin meningkat pengetahuan dan keterampilan terhadap tantangan kerja di masa sekarang.

            Ditambahkan, setelah mengikuti pelatihan diharapkan puluhan peserta mampu memberikan bantuan hidup dasar pada pasien yang mengalami trauma dan gangguan jantung paru (kardio­pulmoner). Selanjutnya mampu menjelaskan konsep dasar manajemen keperawatan gawat darurat, melakukan dasar-dasar intervensi keperawatan gawat darurat dan memberikan bantuan hidup dasar pada pasien yang mengalami trauma dan gangguan kardio-pulmoner. ( heru budi s melaporkan)


Senam massal

Senam Massal HUT SMP Kaliori


Kaliori-Dalam rangka untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-37 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kaliori, baru-baru ini dilaksanakan  senam massal. Kegiatan yang digelar di halaman SMP negeri 1 Kaliori selain diikuti guru dan siswa SMP setempat juga diikuti kepala sub dinas/instansi dan muspika kecamatan Kaliori beserta jajarannya.

Ketua panitia- Totok Wijanarto mengatakan digelarnya senam massal untuk menyehatkan jasmani dan rohani. 

Selain menggelar senam massal menurut Totok Wijanarto dalam rangkaian HUT SMP negeri yang berlokasi di desa Tambakagung itu dimeriahkan dengan bazar, pameran, penanaman seribu pohon dan donor darah.

Sedangkan dihari yang berbeda  digelar lomba mata pelajaran tingkat Sekolah Dasar (SD) dan lomba mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak (TK). ( Masudi melaporkan)

Pembangunan Pustu diDesa Sidomulyo



Kaliori-Ddesa Sidomulyo kecamatan Kaliori, rencananya akan didirikan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) pembantu. Hal itu disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) daerah pemilihan Kaliori dan Sumber- Henry Purwoko, saat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), di pendopo kecamatan Kaliori, hari kamis (4/2) lalun.

Henry Purwoko yang juga ketua komisi D DPRD kabupaten Rembang mengatakan pembangunan cikal bakal pustu desa Sidomulyo sudah dianggarkan senilai 200 juta rupiah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Rembang tahun anggaran 2016. 

Henry Purwoko yang merupakan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelaskan pelaksanaan pembangunan pustu Sidomulyo akan diserahkan kepada pemerintah desa setempat.

Sebelumnya, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa Sidomulyo- Ali Armani menyampaikan keprihatinannya atas desa Sidomulyo dan desa Sambiyan yang letaknya terpencil dan di tengah-tengah sawah belum ada puskesmas pembantu.

Sehingga warga di kedua desa apabila sakit harus pergi jauh dan perlu ongkos lumayan. Karena lokasinya jauh dari puskesmas induk dan puskesmas pembantu.

Pasalnya di kecamatan Kaliori, puskesmas induk berada di desa Tambakagung. Sementara puskesmas pembantu berlokasi di desa Gunungsari, Babadan, Banyudono, Dresi Kulon dan desa Meteseh. ( Masudi melaporkan)