Selasa, 25 November 2014

PT POS salurkan bantuan PSKS

Pencairan PSKS di kecamatan Sumber


Sumber-PT. Pos pembantu kecamatan Sumber, hari selasa (25/11) salurkan bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), di pendopo kecamatan Sumber. Kegiatan yang diselenggarakan di Pendopo kecamatan Sumber, diperuntukkan bagi Rumah Tangga Sasaran (RTS) pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS). 
 
Petugas Loket PT, Pos pembantu Sumber- Mohammad Najih mengatakan penerima dana PSKS ini masih memakai data penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM). Tercatat Penerima program PSKS di kecamatan Sumber sebanyak 4.752  RTS. 

Mohamad Najih mengungkapkan penyaluran PSKS sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)  diterima warga senilai 400 ribu rupiah per RTS untuk bulan Nopember dan bulan Desember 2014.

Untuk  pencairan bantuan PSKS dilakukan serentak oleh kantor Pos di wilayah kabupaten Rembang, mulai hari selasa (25/11) hingga hari sabtu (29/11).(Masudi )


Pengendara Sepeda Motor Tanpa Helm Sasaran Utama Operasi Zebra Candi

Ops. Zebra ditujukan angkutan barang kedapatan mengangkut orang


Rembang-Satuan Lalulintas Polres Rembang selama 14 hari menggelar kegiatan rutin tahunan ketertiban berlalulintas atau dikenal dengan nama Operasi Zebra Candi. Pengguna jalan yang kedapatan melakukan pelanggaran kasat mata selama berlangsungnya operasi dipastikan mendapat sanksi tegas sesuai bentuk dan jenis kesalahan yang dilakukan.

            Kasatlantas Polres Rembang AKP Tyas melalui Kanit Turjawali Ipda Setyanto menjelaskan, Operasi Zebra Candi dimaksudkan sebagai kegiatan inventarisir setiap kejadian lakalantas sebagai bahan analisa dan evaluasi (anev). Kemudian ditindaklanjuti dengan pendataan dan telaah serta telaah rumusan upaya menekan kejadian kecelakaan lalulintas di seluruh jalan raya di wilayahRembang. 

Menurut Ipda Setyanto Operasi Zebra Candi tahun ini digelar selama 14 hari, mulai tanggal 26 November sampai dengan 9 Desember, dengan sasaran utama pengendara sepeda motor tanpa helm dan kendaraan bermotor roda tiga yang digunakan untuk mengangkut penumpang. Kegiatan berlangsung di seluruh jalan raya hingga jalur penghubung antar kecamatan, adapun proporsi tindakan ditetapkan berimbang masing-masing 50% antara penindakan dan pembinaan

Ditambahkan, tujuan lain yang diinginkan dari digelarnya Operasi Zebra setiap tahun adalah menegakkan dan meningkatkan disiplin berlalu lintas penguna jalan. Adapun tindakan tegas yang diberikan kepada pelanggar ketertiban berlalulintas meliputi memberikan surat tilang hingga penyitaan kendaraan bermotor apabila si pengendara tak dapat menunjukkan surat sah sebagai pemilik.

Data  Satlantas Polres Rembang selama operasi dsiplin berlalulintas hingga bulan Oktober terdata sebanyak 1.097 orang terjaring dengan jenis pelanggaran tidak memiliki SIM, kemudian tanpa STNK ada 21.053 orang dan sepeda motor yang disita sejumlah 1.763 unit. Sedangkan peristiwa lakalantas sejak Januari sampai dengan 24 November tercatat sebanyak 337 kasus dengan rincian jumlah korban meninggal dunia 74 orang, korban luka berat 17 orang dan korban luka ringan 399 orang, adapun nilai total kerugian materiil mencapai 427,27 juta. ( heru )

Deklarasi 25 Desa ODF

Plt Bupati menandatangani Deklarasi desa ODF

25 Kades membacakan deklarasi desa ODF


Pamotan – Sebanyak 25 desa di kabupaten Rembang mendeklarasikan diri menjadi desa ODF ( Open Defecation Free ) atau desa stop Buang Air Besar Sembarangan ( BABS ) di pendopo kantor kepala desa Kepohagung kecamatan Pamotan .(24/11)

25 desa tersebut antara lain, desa Sendang, desa watupecah, desa Sudan, serta desa Sendangmulyo kecamatan Kragan, desa Sampung kecamatan Sarang, desa Candimulyo kecamatan Sedan, desa Sumbermulyo dan desa Rendeng kecamatan Sale, desa Cabean kecamatan Bulu, desa Kedungtulup serta desa Megulung kecamatan Sumber.

Selain itu desa Rukem kecamatan Sulang, desa Sendangmulyo kecamatan Gunem, desa Megal, desa Bamban, desa Mlawat, desa Pragen, desa Tulung dan desa Kepohagung kecamatan Pamotan, desa Punggurharjo maupun desa Criwik kecamatan Pancur, desa Punjulharjo, desa Tlogomojo, desa Weton dan desa Kumendung kecamatan Rembang.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam sambutannya mengatakan, stop BABS merupakan salah satu upaya dari pemerintah untuk menekan penyebaran bibit penyakit. Menurutnya, Hal terpenting dalam kesehatan bukan hanya bagaimana kita bisa mengobati suatu penyakit, namun bagaimana kita bisa mencegah penyebab penyakit tersebut datang.

Salah satu penyebab timbulnya penyakit adalah BABS, karena itu kebiasaan BABS harus segera dihilangkan melalui deklarasi ini dan yang tidak kalah penting adalah dengan merubah mainset masyarakat tentang pentingnya BAB pada tempatnya sehingga kesejahteraan masyarakat dalam hal kesehatan pun akan terpenuhi . 

       Sementara, Kasubdit Penyehatan Air Dan Sanitasi Dasar Direktorat Penyehatan Lingkungan Kementrian Kesehatan RI, Eko Saputra, mengatakan, deklarasi desa ODF merupakan mementum penting dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku higinis dan saniter mulai dari diri sendiri, keluarga, maupun kelompok untuk mencapai masyarakat yang sehat  khususnya di kabupaten Rembang. 

Selain itu juga merupakan wujud nyata perubahan perilaku masyarakat yang perlu dipertahankan, dan bisa menjadi teladan bagi desa lain yang belum stop BABS. 

 Dikatakan pula isu sanitasi merupakan isu paling marak di Indonesia. Sementara sejauh ini, akses sanitasi di Indonesia baru mencapai 59,8% sementara 40,2% atau sekitar 100 jutaan masyarakat Indonesia belum mendapat akses sanitasi. 

Pihaknya menegaskan, bahwan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bukan merupakan suatu proyek, namun suatu pendekatan untuk menuju perilaku higinis dan saniter melalui pemberdayaan dengan karakter dan metode yang spesifik.

Di kabupaten Rembang sendiri deklarasi desa ODF tahun 2014 merupakan kali ke-empat yang dawali sejak tahun 2011. Tahun 2011 ada 2 desa menjadi desa ODF, tahun 2012 ada 3 desa lolos ODF dari 5 desa yang diusulkan. Di tahun 2013 dari usulan sebanyak 16 desa, yang lolos ada 11 desa. Sedangkan tahun 2014 ini dari 36 desa yang diusulkan, 25 diantaranya dinyatakan lolos menjadi desa ODF. Sehingga sampai saat ini ada 41 desa di kabupaten Rembang yang sudah dideklarasikan menjadi desa ODF.

Terpisah, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofi’i mengatakan, peningkatan jumlah desa ODF dari tahun ke tahun tak lepas dari peran serta masyarakat sehingga program STBM semakin meningkat. Diharapkan Rembang menjadi kabupaten bebas BABS dengan kesadaran pola hidup bersih dan sehat semakin melekat di masyarakat. 

            Sebagai bukti ke-25 telah menjadi desa ODF, desa tersebut menerima piagam yang diserahkan oleh Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz, serta penempatan batu desa ODF yang telah ditandatangani oleh Plt Bupati. Sementara dari wujud penghargaan ini, pemerintah kabupaten Rembang memberikan reward Rp.75 juta untuk masing-masing desa,(ita )


Harga cabai Meroket tajam

Harga cabe merah melambung tinggi dipasar kota Rembang

Harga daging  masih relatif stabil


Rembang-Seiring adanya kenaikan harga bahan bakar minyak subsidi Harga Cabai mulai meroket tajam, harga cabai  Merah di pasar tradisional Kota Rembang saat ini mencapai Rp 52.000 per-kilogram dari sebelumnya Rp 48.000 per-kilogram.
           
Menurut keterangan pedagang cabai di pasar  Kota Rembang Juwari, kenaikan harga cabai selain imbas dari kenaikan BBM, kenaikan harga cabai dikarenakan stok barang yang kurang dan permintaan  yang   banyak. 

Selain cabai merah cabai jenis lain juga mengalami kenaikan diantaranya cabai hijau dari harga Rp 23.000 per-kilogram menjadi Rp 28.000 per-kilogram,cabai rawit dari harga Rp 42.000 per-kilogram menjadi Rp 45.000 per-kilogram.

            Salah satu pedagang cabai lainnya Suswati  mengungkapkan  komoditas kebutuhan pokok yang lain juga mengalami kenaikan seperti bawah putih dari Rp 12.000 per-kilogram menjadi Rp 15.000 per-kilogram,tetapi bawang merah mengalami penurunan dari Rp 14.000 menjadi Rp 12.000 per-kilogram. Kenaikan harga cabe terjadi secara bertahap,tetapi tidak berdampak penurunan pembeliaan dikalangan konsumen. 

            Sementara itu Seminggu pasca  kenaikan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM ) harga daging sapi maupun ayam di pasar tradisional Kota Rembang masih relatif stabil.

     Pedagang daging sapi Ibu Sini mengatakan penjualan harga daging sapi per-kilogramnya saat ini belum naik dan masih stabil walaupun  untuk harga sapi mengalami kenaikan.

Para penjual justru belum berani menaikan harga daging, karena dengan harga yang saat ini masih stabil dikisaran 90 ribu per-kilogram,saja calon pembeli masih sepi apalagi kalau harga daging sapi dinaikan dikawatirkan bisa tambah sepi.

Menurutnya sekarang ini ada penurunan penjualan, biasanya sehari bisa menghabiskan 1 sapi, tetapi dibulan ini 1 sapi baru bisa dihabiskan 2 hari bahkan bisa lebih. 

Sini menambahkan pedagang sapi juga pulang lebih awal  sekitar jam 9 pagi biasanya pulang hingga siang hari. disebabkan para calon pembeli sepi, ,jika keadaanya terus begini para pedagang bisa merugi.

Sementara itu pedagang daging ayam Ibu Samini mengatakan untuk daging ayam harga  jual masih stabil tidak ada kenaikan harga disaat harga BBM naik,jika harga dinaikan dikawatirkan bisa saja tidak ada pembeli.

Untuk saat ini harga daging ayam per kilogram   pada kisaran 24 ribu per-kilogram,   dan  stok daging ayam masih banyak.(Yudha)