Thursday, 29 September 2016

Genjot Produksi Kedelai, Dinas Pertanian Kucurkan Bantuan

Dinas Pertanian saat memberikan bimbingan kepada para petani Kedelai di Kecamatan Kragan

Rembang-Sebagai upaya dalam meningkatkan produksi kedelai di Kabupaten Rembang, Dinas Pertanian Kabupaten Rembang, meluncurkan bantuan kepada para petani kedelai untuk mendongkrak hasil produksi kedelai. Bantuan diberikan berupa benih kedelai, pupuk pendorong produksi dan semuanya diberikan secara gratis.

Kepala Bidang Dinas Pertanian Kabupaten Rembang Sukaryo Rabu siang (28/9) menjelaskan, hasil panen kedelai di Kabupaten Rembang, terhitung masih rendah. Menurutnya, target panen kedelai di Jawa Tengah, Rembang harus memenuhi target 1,3 ton / tahun. Sedangkan saat ini, Rembang baru mampu menyediakan stok kedelai 1,1 ton / tahun.

Sukaryo mengaku, harga yang tidak menjanjikan seperti tanam yang lain, yang menjadi faktor para petani enggan menanam kedelai. Hingga saat ini, pemerintah kabupaten Rembang mempunyai lahan kedelai seluas 1700 Hektar yang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Yang terbagi di tiga Kecamatan, diantaranya Pamotan, Sarang dan Kragan.

Sukaryo menambahkan hasil produksi panen padi di Kabupaten Rembang, masih bisa dikatakan surplus. Meski belum bisa melakukan ekspor, beras di Kabupaten Rembang masih ada lebihan stok yang bisa digunakan untuk memenuhi stok beras yang ada di Kabupaten lain.

Sedangkan untuk produksi jagung di Kabupaten Rembang, semuanya di kirim di luar kota untuk memenuhi pakan ternak, perusahaan peternakan yang ada di sekitar Rembang. Dengan luasan lahan jagung di Kabupaten Rembang, 30.000 hektar. 

Melalui work shop dan sosialisasi, Sukaryo berharap minat para petani untuk menanam kedelai di Rembang dapat terwujud. Selain itu, bantuan benih kedelai dan pupuk pendorong produksi dapat membantu biaya tanam yang dikeluarkan oleh para petani. (ASMUI)

Pustaka Lentera Mendapat Penghargaan Juara 1 Perpusdes Tingkat Kabupaten

Beberapa Pengelola Memperlihatkan Piala Penghargaan 

Gunem – Setelah vakum selama tahun 2011 s/d 2012, “Pustaka Lentera” perpustakaan desa Trembes kecamatan Gunem aktif lagi bahkan tahun ini kembali menyabet juara 1 lomba perpustakaan desa tingkat kabupaten Rembang.  Sebelumnya, “Pustaka Lentera” juga pernah meraih penghargaan yang sama pada tahun 2010.

Salah satu pengelola perpustakaan Andi Chaerul Anam mengatakan, keberhasilan “Pustaka Lentera” menjadi juara pertama tak lepas dari semangat pengelola dan anggota perpus. Tujuan utamanya adalah menyediakan tempat bagi masyarakat terutama anak-anak untuk berkegiatan positif seperti membaca. 

Kemudian Andi bersama pengelola lain berinisiatif mengaktifkan kembali perpustakaan tersebut dengan memungut iuran Rp. 2000 bagi tiap anggota. Hasil iuran digunakan modal menjual makanan ringan yang labanya dimasukkan ke dalam kas. Pendanaan perpustakaan juga dilakukan dengan menjual sampah atau barang bekas yang sebelumnya dikumpulkan oleh para anggota. 

Sementara untuk pengadaan buku, pihaknya mendapat bantuan dari para donatur. Pengelola tidak pernah enggan menawarkan siapapun yang berkunjung apabila mungkin ingin memberikan bantuan buku baik bekas maupun baru. Hingga saat ini  koleksi buku “Pustaka Lentera” meliputi buku pelajaran SD/SMP/SMA, kamus, buku cerita/novel, dan buku islami, sedangkan buku yang disertai dengan karakter masih sangat kurang padahal buku tersebut yang paling diminati anak-anak.

Andi menambahkan, ia beserta para pengelola yang lain sebenarnya tidak menyangka tahun ini “Pustaka Lentera” bisa mendapatkan penghargaan karena memang sebelumnya tidak pernah ada kunjungan penilaian dari kabupaten. Tiba-tiba saja pada tanggal 21 September 2016 kemarin ada tamu dari kantor Perpustakaan dan Arsip (Putasip) Kabupaten Rembang menyerahkan penghargaan juara 1 perpustakaan desa tingkat kabupaten berupa piala, piagam, dan uang pembinaan.

Untuk menambah semangat anak-anak, ”Pustaka Lentera” sering mengadakan kegiatan outdoor. Hal ini bertujuan agar mainset anak tidak menganggap membaca/belajar adalah kegiatan yang membosankan, melainkan ada banyak inovasi yang bisa dilakukan di tengah kejenuhan. Dalam waktu dekat ini rencananya akan diadakan kegiatan bersih desa dengan berkeliling desa untuk mengumpulkan sampah. (Warih Puspita Arum )

Banyak Peminat, Olahan Ikan Kekurangan Produksi

Para Pengusaha yang tergabung dalam asosiasi mina lestari usai memberikan pelatihan  di Balai Desa Tasik Agung Rembang

Rembang-Banyaknya peminat makanan yang terbuat dari bahan baku ikan, membuat Asosiasi Mina Lestari bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, membekali ibu rumah tangga di wilayah pantai dengan keterampilan mengolah makanan dengan bahan baku ikan.

Ketua Asosiasi mina Lestari Mustari menjelaskan, konsumen makanan yang dihasilkan dari bahan baku ikan mulai meningkat dan membutuhkan produksen baru untuk memenuhi permintaan yang datang dari dalam maupun luar kota Rembang.

Mustari mengaku, sudah menggandeng 50 pengusaha pengolahan makanan yang berbahan baku ikan, untuk memenuhi kebutuhan permintaan. Jangankan memenuhi permintaan luar kota Rembang, untuk memenuhi permintaan dalam kota Rembang saja, ia mengaku kuwalahan.

Sementara itu Sanyoto, pengusaha rengginang teri asal Desa Purworejo mengaku kebanjiran permintaan. Ia menerangkan, jika Asosiasi Mina Lestari juga mengupayakan pemasarahan hasil olahan ikan para ibu rumah tangga nantinya akan dipasarkan dengan jaringan lebih luas.

Sanyoto membeberkan, dua bulan kedepan, rengginang teri sudah dapat di jumpai di semua Toko modern  yang ada di Kabupaten Rembang. ( Asmui )

Tim Penggerak PKK Sumber dievaluasi


Tim Penggerak PKK Sumber dievaluasi Tim penggerak PKK Kabupaten Rembang


Sumber-Tim Penggerak Pembinaan Dan Pemberdayaan Keluarga (PKK) kecamatan Sumber, hari Rabu (28/9), dievaluasi oleh tim penggerak PKK kabupaten Rembang. Kegiatan yang dilaksanakan di aula kecamatan setempat itu dipimpin langsung oleh wakil ketua tim penggerak PKK kabupaten Rembang- Nyonya Vivit Bayu Adrianto

  Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan Sumber- Nyonya Retno Heriyono mengatakan prestasi yang diperoleh tim penggerak PKK kecamatan Sumber dalam kegiatan lomba temu kader tim penggerak PKK kabupaten Rembang tahun 2016 berhasil meraih juara 1 lomba penyuluhan, juara 2 lomba desain batik, juara harapan 1 lomba tari daerah dan juara 2 lomba pembuatan sarung botol dan tutup gelas. 

Nyonya Heriyono menambahkan kegiatan yang dilaksanakan tim penggerak PKK kecamatan Sumber diantaranya menggelar lomba merangkai toga bagi tim kader, penimbangan balita di pos pelayanan terpadu (posyandu) serta penyuluhan kesehatan ibu dan anak dilaksanakan setiap bulannya di masing-masing desa sesuai jadwal. Sedangkan penyuluhan peningkatan gizi keluarga dilaksanakan 3 bulan sekali.

Wakil ketua tim penggerak PKK kabupaten Rembang- Nyonya Vivit Bayu Adrianto mengungkapkan digelarnya kegiatan evaluasi untuk melihat dari dekat pelaksanaan 10 program pokok PKK tahun 2016 dan sebagai ajang silaturahmi dalam rangka merajut jalinan komunikasi antara tim penggerak PKK kabupaten dengan tim penggerak PKK kecamatan Sumber. 

Nyonya Bayu Adrianto menjelaskan, kegiatan evaluasi ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan tim penggerak PKK kabupaten Rembang.( Masudi )

Kelas ibu hamil solusi turunkan angka kematian ibu

koordinator bidan UPT Puskesmas kecamatan Sulang

Sulang-Untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) UPT Puskesmas kecamatan Sulang mempunyai program inovatif yang di peruntukkan bagi ibu hamil Salah satumya  adalah dibentuknya kelas ibu hamil ,

  Koordinator bidan UPT Puskesmas kecamatan Sulang Rohmah mengatakan, di bentuknya kelas Ibu Hamil merupakan sarana untuk menurunkan angka kematian ibu hamil saat bersalin maupun nifas, selain itu tujuan kusus klas ibu hamil yakni belajar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan tanda bahayanya, 

Sehingga ibu hamil tersebut nanti bila terjadi sesuatu jangan sampai terlambat mendapat penanganan, dengan kegiatan tiga kali pertemuan dengan materi berbeda untuk pertemuan diminggu pertama seputar kehamilan dengan cara perawatannya, persiapan persalinan dan stiker P4K, pertemuan kedua dengan materi persalinan tanda bahaya persalinan dan perawatan bayi dan bahaya nifas dan pertemuan ketiga di isi dengan materi perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran.

Rohmah menambahkan, kelas ibu hamil juga melibatkan bidan desa dan bidan coordinator serta ahli gizi puskesmas di akhir pertemuan selain materi juga di tambah dengan senam ibu hamil dengan tujuan untuk mengurangi keluhan selama kehamilan seperti nyeri punggung dan kram kaki yang kesemuanya itu untuk mempermudah proses kelahiran, 

,UPT Puskesmas sulang mencatat dalam kurun waktu tahun 2016 hanya ada satu ibu hamil yang meninggal pda saat melahirkan dengan faktor sakit paru paru. (  heri sugiharto)