Jumat, 04 September 2015

Rebut Juara Provinsi Dijadikan Pilot Project

Dwi Purwanto bersama camat Rembang Agus Salim salut dengan budidaya Antapalembusa siswa SDN Sridadi


Rembang-SDN Sridadi Kecamatan Rembang bulan lalu ditetapkan sebagai juara provinsi pada program peduli lingkungan sekolah bernama Kecil Menanam Dewasa Memanen. Kedepan sekolah tersebut dijadikan laboratorium alam dan pilot project kegiatan sama di Kabupaten Rembang.

            Kepala Badan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BKPP4K) Kabuapten Rembang, Dwi Purwanto menerangkan penghargaan serta tropi juara diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada Kepala SDN Sridadi bertepatan dengan upacara Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah. Untuk itu pihaknya sekaligus menetapkan bila sekolah tersebut ditunjuk menjadi laboratorium alam serta pilot project untuk study banding maupun pelaksanaan KMDM di wilayah setempat.

Menurut Dwi Purwanto kalangan pendidikan dapat belajar mengantisipasi keterbatasan lahan dalam merealiasikan KMDM seperti yang dikembangkan oleh SDN Sridadi yang dalam pelaksanannya ternyata juga memberikan sumbangsih kepada masyarakat sekitar.

Dwi Purwanto tambahkan, selain SDN Sridadi telah ada 2 sekolah lain yang menyelenggarakan KMDM yaitu SDN Kumendung Kecamatan Rembang dan SDN Glebeg di Kecamatan Sulang yang pernah menyabet gelar juara 2 provinsi  tahun 2012. Diharapkan KMDM berkesinambungan dan tiap tahun minimal satu sekolah baik jenjang SD atau SMP yang menyelenggarakan.

Terpisah Kepala Sekolah SDN Sridadi Kecamatan Rembang Suparmin dihubungi melalui telepon seluler menjelaskan, saat empat tahun silam BKPP4K Kabupaten Rembang melaksanakan program peduli lingkungan sekolah bernama Kecil Menanam Dewasa Memanen, maka dia berinisiatif mewujudkannya di lingkup sekolah. Kegiatan dilakukan oleh pelajar kelas 3 sampai 6 melalui ekstra kulikuler yang digelar tiap dua minggu sekali pada hari Sabtu seusai kegiatan belajar mengajar, dibimbing para guru dan tenaga penyuluh dari BKPP4K setempat.

Suparmin menuturkan awalnya anak didik dilibatkan menanam pohon jati di lahan kosong sekolah dan selanjutnya dikembangkan budidaya antapalempbusa, singkatan dari aneka tanaman palawija, empon-empon, buah dan sayur dimana tiap pelajar diberi keleluasaan mengolah lahan berukuran sama, dimana terlebih dahulu diajarkan cara penyiapan area tanam, pembibitan, penanaman, perawatan, pemupukan dan pemberantasan hama.

Ditambahkan, semua hasil sepenuhnya menjadi hak siswa yang mengelola dan kepada mereka kemudian diajarkan membuat tanaman sayur dan buah dalam pot yang dibagikan kepada masing-masing orang tua/wali siswa, bahkan ada sebagian tanaman kayu yang telah dijadikan bibit penghijuan sepanjang turus jalan Desa Sridadi sekitar kawasan sekolah dan dalam perkembangannya kini juga merambah ternak ikan lele. Melalui kegiatan pembelajaran peduli lingkungan hidup ini dia harapkan anak terhindar dari budaya modern yang kurang menyentuh perkembangan potensi anak pada kegiatan positif yang bermanfaat. (heru )


Masih kekurangan tenaga Penyuluh.

Kepala BKP dan P4K Dwi Purwanto saat pertemuan dengan kelompok tani Hutan di balai desa Sridadi Rembang


Rembang-Pemerintah propinsi Jawa Tengah, rencanakan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun anggaran 2015 ini, akan mengadakan penyuluh swadaya. Penyuluh swadaya itu terdapat dalam beberapa sektor baik sektor kehutanan, pertanian dan sektor pertanian.

Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (BKP dan P4K) kabupaten Rembang- Dwi Purwanto mengatakan apabila program dari program Pemerintah Propinsi itu terealisasi maka akan sangat membantu. Pasalnya saat ini Badan BKP dan P4K kabupaten Rembang sedang kekurangan penyuluh akibat pensiun. 

Dwi Purwanto menjelaskan berdasarkan data yang ada, saat ini instansinya mempunyai penyuluh pertanian sebanyak 58 orang,  penyuluh kehutanan sebanyak 13 orang dan penyuluh perikanan 3 orang.

Keberadaan penyuluh wilayah kabupaten Rembang terdiri atas 294 desa dan 7 kelurahan dirasa masih kurang. Karena idealnya menurut Undang-undang nomor 16 tahun 2006 diharapkan 1 desa 1 penyuluh.( Masudi )


Kembalikan Birokrasi sebagaimana fungsinya

Pj Bupati melepas jalan sehat di halaman kantor bupati


Rembang-Dalam rangkaian memperingati hari proklamasi kemerdekaan RI ke 70 dan Hari Jadi kabupaten Rembang Ke 274. Jajaran  Aparatur sipil negara dilingkungan sekda ,  DPPKAD, dinas kesehatan pagi tadi (04/9) mengadakan kegiatan jalan sehat menyususuri jalan protokol kota Rembang.

Kegiatan dilepas oleh Penjabat Bupati Rembang Suko Mardiono  dihalaman kantor Bupati dan  dilanjutkan dengan acara hiburan dan pemberian door prise.

Sebelumnya Penjabat Bupati Rembang Suko Mardiono dalam pesannya  menyebutkan, dirinya selaku PJ bupati tidak akan melakukan  upaya gebrakan apapun seperti gebrakan pejabat baru.  Pihaknya berharap jajaran Aparatur sipil negara dilingkungan pemkab Rembang bisa mengembalikan dan melaksanakan  birokrasi sebagaimana fungsinya. 

            PJ Bupati Suko Mardiono juga mengajak jajaran Aparatur Sipil Negara bersama-sama bisa meningkatkan  kinerja dan etos kerja, membangun Rembang untuk lebih maju lagi.  Respon dan  sensitif terhadap lingkungan  dan mau menerima apa yang ditanyakan rakyat. Sehingga  apa yang kita kerjakan apabila dilandasi dengan tulus iklas, Allah akan selalu meridhoi kegiatan dan langkah yang kita laksanakan. (affandi )


Ponpes Al Anwar 2 Terima Bantuan Bio Gas

Kabid energi dan migas Imam teguh pampangkan gambar bagan biogas yang segera  diwujudkan


Rembang-Kementerian ESDM melakukan terobosan pemanfaatan limbah manusia sebagai bahan baku energi terbarukan berupa bio gas dan secara khusus ditujukan pondok pesantren. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi pengeluaran rutin pembelian bahan bakar bulanan yang butuh cukup banyak anggaran.

Kepala Bidang Energi dan Migas Dinas ESDM Rembang Imam Teguh Susatyo mengatakan, tahun ini Kabupaten Rembang diplot menerima program bio gas pemanfaatan kotoran manusia dari Kementerian ESDM. Dalam surat pemberitahuan telah disebutkan Ponpes Al Anwar 2 Sarang sebagai penerima serta dicantumkan azas kemanfaatannya. 

Imam sebutkan wujud bio gas nanti dalam bentuk komunal dan pengolahannya terpisah dari bangunan ponpes, dengan pengertian tempat penampungan bahan baku maupun tempat untuk memasak berada di lokasi tersendiri yang biaya pendiriannya masih bagian dari bantuan program. Untuk tempat penampunan diwujudkan 2 unit dan masing-masing berkapasitas 12 kubik, dimana bio gas yang dihasilkan dapat menyala 12 jam selama sehari.

Imam tambahkan bio gas yang dihasilkan juga berdaya guna sebagai tenaga listrik alternatif yakni melalui instalasi khusus dapat digunakan untuk menyalakan lampu sehingga lingkup ponpes masih bisa beraktifias meski pasokan listrik dari PLN sedang padam. Hanya saja jika pemakaian bio gas terbagi dua maka maksimal menyala 6 jam baik untuk memasak dan sumber energi listrik. (heru )

32 ribu lebih jumlah pemilih pilkada

Rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih di kecamatan kaliori


Kaliori-Jumlah pemilih di wilayah kecamatan Kaliori dalam kegiatan pemilihan kepala daerah (pilkada) Rembang tahun 2015 sebanyak 32.318 orang terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 15.889 orang dan pemilih perempuan sebanyak 16.429 orang. 

Hal itu berdasarkan data rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran, di pendopo kecamatan Kaliori, baru-baru ini.

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kecamatan Kaliori- Karjani mengatakan sebanyak 32 ribu lebih pemilih  nantinya akan menggunakan hak suaranya di 68 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 23 desa di wilayah kecamatan Kaliori. 

Karjani menambahkan desa dengan TPS terbanyak tercatat desa Sendangagung sebanyak 6 TPS dengan pemilih sebanyak 3 ribu lebih. Sementara desa dengan 1 TPS sebanyak 4 desa yaitu desa Banyudono, Bogoharjo, desa Tunggulsari. Dan  desa Pantiharjo dengan pemilih paling sedikit yakni 200 lebih pemilih.( Masudi )