Jumat, 27 Maret 2015

Pemilik Tanah “Tidur” Terancam Sanksi

Menteri Agraria  cek layanan on line informasi pertanahan 


Rembang-Tingkat kemiskinan di wilayah Rembang  masih tergolong tinggi, mencapai 20,8%, dalam artian ada sekira 128 ribu kepala keluarga yang hidup di bawah standar. Dalam kondisi tersebut jangankan untuk mengurus sertifikat tanah miliknya, guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja mereka sangat kesulitan sehingga dminta ada bantuan program dan pendanaan untuk warga miskin tadi.

Ungkapan tersebut disampaikan Plt Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat menerima  kedatangan Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan saat meresmikan gedung badan pertanahan nasional (BPN) Rembang (27/3).

Terkait dengan bangunan baru gedung BPN Rembang, Abdul Hafidz berharap tak sekedar menjadi kantor yang representatif saja namun juga menciptakan manfaat lebih dalam memenuhi kebutuhan sektor pertanahan yang diurus warga setempat. Mengingat potensi pertanahan yang belum disertifikatkan maih cukup banyak maka karyawan BPN Rembang diinginkan memberian layanan prima sesuai dengan SOP yang berlaku.

Sementara itu saat disinggung tentang penghapusan nilai jual objek pajak (NJOP) atas tanah, Ferry Mursyidan mengatakan dalam hal tersebut pemerintah bermaksud melakukan kontrol supaya nilai tanah tidak dipatok seenaknya sendiri oleh pemiliknya atau dikenal dengan istilah kapitalisasi berlebihan. Perubahan harga jual dimungkinkan berganti tiap tahun berdasar evaluasi tiap semester dari hasil transaksi yang telah dilaporkan, guna menentukan batas atas harga yang layak untuk bidang tanah. 

Adapun untuk menumbuhkan rasa keadilan kepada warga, kini pemerintah juga siap meluncurkan kebijakan untuk mengeliminir kepemilikan tanah sebagai aset pribadi yang dalam kurun waktu tertentu tidak dimanfaatkan dan mendatangkan nilai ekonomi. Kepada mereka yang masuk golongan tersebut diberikan pilihan tanah dikembalikan kepada negara atau dikenakan pajak PBB Pprogresif yang nilainya cukup tinggi, dengan demikian aset tidur itu segera dikelola dan mendatangkan manfaat. 

Terkait dengan kantor dan gedung baru BPN Rembang, Ferry Mursyidan memberikan apresiasi tinggi kepada jajarannya yang ada di kota garam ini, sebab memberlakukan kesetaraan gender dalam pelayanan kepada masyarakat. Spirit tokoh emansipasi wanita RA Kartini yang kebetulan dimakamkan di Kabupaten Rembang diimplementasikan dengan menjadikan seluruh ruang bebas dari asap rokok dan menyediakan ruang laktasi atau tempat khusus untuk menidurkan dan menyusui anak yang diajak oleh orang tuanya ketika mengurus keperluan di Kantor BPN Rembang. ( heru )

Pandai Besi Mulai Terpinggirkan

Mbah Mujabir sibuk menerima pesanan  dari pelanggan


Pamotan – Di jaman serba modern ini tentu menimbulkan banyak pengaruh. munculnya peralatan yang serba canggih tentu sangat bermanfaat karena dapat membantu pekerjaan sehingga cepat selesai dengan hasil yang lebih baik. Namun demikian, hal itu juga menimbulkan kerisauan terutama bagi pekerja yang bergelut di bidang peralatan tradisional. Sebut saja para pandai besi yang menyediakan jasa perbaikan alat pertanian tradisional.

Keberadaan alat-alat modern dapat dirasakan dampaknya bagi para pandai besi. Seorang pandai besi asal desa Sedan kecamatan Sedan yang membuka usaha di desa Pamotan kecamatan Pamotan, Mujabir misalnya, Ia mengaku saat ini pelanggan yang menggunakan jasanya  berkurang dibanding beberapa tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan banyaknya pesaing yang tak hanya bagi rekan seprofesi, namun pesaing terbesar baginya adalah kemajuan jaman dan keberadaan alat-alat yang serba canggih.

Mujabir mengatakan, dalam sehari bekerja, hasil yang diperolehnya tidak dapat dipastikan. Pada saat ramai penghasilannya bisa mencapai 100 hingga 300 ribu, namun pada saat sepi bisa-bisa Ia pulang hanya dengan tangan kosong. 

Mujabir membuka bengkelnya hanya dua hari dalam seminggu yakni pada hari Selasa dan Jum’at yang bertepatan dengan hari aktif pasar ternak Pamotan sehingga banyak petani dari desa yang datang ke Pamotan. Mujabir mulai membuka bengkelnya sejak jam 7 pagi hingga waktu yang tidak bisa ditentukan karena tergantung garapan yang ada. 

Mujabir yang sekarang berusia 70 tahun ini mulai menggeluti usaha tersebut sejak 30 tahun yang lalu. Tanah yang Ia tempati untuk melakoni usaha ini adalah tanah milik keponakannya. Sementara dalam pekerjaannya, Ia dibantu oleh tiga orang saudaranya sehingga dari hasil yang Ia peroleh nantinya akan dibagi untuk mereka berempat.(ita)

Museum Bahari Situs Punjulharjo Segera Direalisasi

Dirjen kebudayaan Kacung marijan dukung realisasi Museum Bahari di Rembang


Rembang-Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kacung Marijan menegaskan, institusinya mendukung penuh realisasi museum bahari di Kabupten Rembang. Pasalnya temuan perahu situs punjulharjo disebut merupakan peninggalan benda bersejarah yang tinggi nilainya, diperkirakan diproduksi pada abad ke VII sehingga bermanfaat untuk mengupas data empirik terkait perkembangan dunia kemaritiman di tanah air. Hal tersebut disampaikan dalam agenda workshop konservasi kayu cagar budaya bawah air di Hotel Fave  baru-baru ini (25-31 Maret).

Menurut Kacung Marijan apakah saat itu kapal serupa sudah ada secara massal atau baru sebagian, hal ini dapat diketahui setelah dilakukan penelitian secara mendetail atas situs punjulharjo dan hasilnya nanti sekaligus tersaji pada museum bahari di wilayah situs yang segera dibangun. Untuk konservasi sendiri menurutnya membutuhkan waktu cukup lama karena harus dilakukan secara bertahap, mulai penyelamatan disusul pengembangan dan dilanjutkan pada pemanfaatan yang dalam hal ini butuh kerja sama lintas sektoral. 

Terpisah Sekda Rembang Hamzah Fatoni menyampaikan pada bulan Mei mendatang akan ditandatangani MoU dengan Dirjen Kebudayaan berisi prisnisp dasar kesepakatan, tahapan penganggaran, sehingga diharapkan kebijakan terintergrasi antara pusat dengan daerah. Pihaknya membenarkan jika semua akan dikemas menjadi satu paket wisata dengan kawasan pantai sekitar karena korelasinya sangat banyak sekali, adapun untuk inftasrtuktur sendiri akan dilakukan pembahasan tersendiri. 

Agenda workshop sendiri salah satunya membahas tujuan untuk menyiapkan metode pelatihan kepada tenaga lokal yang ditunjuk terlibat dalam upaya konservasi perahu kuno di Desa Punjulharjo. Kedepan setelah museum bahari berdiri tak hanya pemerintah saja yang memiliki namun warga setempat juga diminta sedia turut menjaga dan untuk itu akan diberikan peningkatan pengetahuan serta difasiltasi supaya warga setempat dapat memanfaatkan potensi ekonomi semisal dengan membuat dan menjajakan aneka souvenir khas di seputaran museum. ( heru )

Pasca Panen MT 1 Petani lakukan walik dami

Pasca Panen Petani siap melakukan walik dami


Kaliori-Setelah panen padi musim tanam 1, sebagian petani di wilayah kecamatan Kaliori, menanam padi untuk masa tanam (MT) ke-2 atau walik dami. Tercatat  dari lahan  panen padi MT ke-1 seluas 2.824 hektar yang telah walik dami mencapai 1.257 hektar.

            Koordinator Badan Penyuluh (BP) Kecamatan Kaliori- Sutarwi mengatakan, dalam menghadapi musim walik dami BP Kecamatan Kaliori telah mengajak kepada petani untuk tetap mempertahankan varietas ciherang atau varietas si Denok, penggunaan pupuk yang bersumber Nitrogen (N) seperti Urea jangan tinggi untuk menghindari penyakit yang disebabkan jamur dan pandai memanfaatkan sumber air yang ada baik sumur atau embung. 

            Sutarwi mengharapkan dengan memperhitungkan kondisi cuaca secara cermat berdasarkan pertanda alam, petani bisa menekan risiko gagal panen akibat kekeringan dengan menanam tanaman palawija.

            Berdasarkan data di BP kecamatan Kaliori, pada panen padi MT ke-1 tahun 2015 ini, dari luas sawah 2.824 hektar hasil produksinya mencapai 19.442 ton. Sehingga provitas (hasil rata-rata) 6,737 ton per hektar.( Masudi )


Sosialisasi GP2TT BPK Pamotan

Sosialisasi gerakan penerapan pengelolaan tanaman terpadu kelompok tani Projo desa Gambiran


Pamotan – Balai Penyuluh Kecamatan (BPK) Pamotan kemarin (26/3) mengadakan sosialisasi  Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP2TT) untuk kelompok tani Prayogo desa Gambiran kecamatan Pamotan.

Nurhadi, mantri tani BPK kecamatan Pamotan sekaligus pengampu kegiatan GP2TT mengadakan, tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah untuk menyampaikan program pemerintah terkait swasembada pangan yang salah satu upayanya dengan diadakannya kegiatan GP2TT. Dalam kegiatan ini, akan ada dua kelompok tani di desa Gambiran yang akan menjadi peserta yaitu kelompok tani Prayogo dengan luas lahan 25 hektar dan kelompok tani Gotong Royong dengan luas lahan yang sama. 

Dikatakan, dalam kegiatan kali ini petani akan mendapat bantuan yang cukup besar sehingga diharapkan pelaksanaannya dapat dilakukan sebaik mungkin sehingga mampu mencapai terget yang diinginkan oleh pemerintah, yakni terkait peningkatan hasil produksi padi. Pada pelaksanaan kegiatan ini nanti akan didampingi oleh Babinsa atau pihak TNI.

Dalam sosialisasi kali ini juga disampaikan terkait keunggulan padi hibrida dan teknik yang tepat dalam pengelolaan tanaman padi, mulai dari teknik  pemupukan berimbang, teknik tanam jajar legowo (jarwo), serta pengamatan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Nurhadi menambahkan, kendala yang mungkin terjadi dari kegiatan ini yakni untuk mengubah mainset petani tentang teknik penanaman padi. Dikatakan, benih yang disediakan untuk luasan lahan 1 hektar hanya 15 kg, sementara selama ini untuk luasan lahan yang sama petani menggunakan benih padi lebih dari 30 kg. Namun hal itu bisa diatasi dengan penggunaan teknik tanam jarwo dengan jarak tanam 20 cm yang tentu saja tidak akan mengurangi hasil produksi justru akan mampu meningkatkan hasil produksi. 

Selain hal itu, kendala yang mungkin terjadi yakni terkait ketersediaan air, karena sawah di wilayah Gambiran kebanyakan adalah sawah tadah hujan. Untuk itu, pihaknya telah mengantisipasi dengan memilih sawah yang berdekatan dengan sumber air. Kalaupun sawah yang jaraknya cukup jauh dengan sumber air dapat diantisipasi dengan mengambil air dari sumber air yang ada.

Sementara terkait waktu pelaksanaan kegiatan ini akan dilaksanakan pada musim tanam ke-2 yakni di bulan April.(ita )