Selasa, 26 Mei 2015

Bupati menginginkan Perbup Larangan Bahan Import

Bupati melarang beredarnya makanan Impor


Rembang-Bupati Rembang H. Abdul Hafidz Menginginkan Peraturan Bupati yang isinya melarang beredarnya makanan dan buah-buahan impor beredar di kabupaten Rembang. Hal itu diutarakannya saat lomba cipta menu pangan olahan berbasis sumber daya lokal di aula Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan BKP dan P4K Kabupaten Rembang. (25/5/).

Regulasi tersebut dimaksudkan agar pemkab bisa mengoptimalkan potensi lokal seperti hasil bahan pangan yang ada di kabupaten Rembang. Selama ini produk impor memang banyak dijumpai di Rembang termasuk buah-buahan.

Bupati mencontohkan Kabupaten Banyuwangi yang memiliki Perda berisi larangan bagi warganya untuk membeli bahan makanan import. Tidak  ada peredaran buah buahan import disana, sehingga potensi lokal bisa diberdayakan, sehingga  dampak positifnya bisa memiliki nilai lebih bagi masyarakat.

Pemanfaatan bahan makanan lokal atau nusantara juga sudah diterapkan Presiden di Istana. Beberapa waktu yang lalu saat menghadiri pertemuan di Istana, makanan yang dihidangkan sangat tradisional. Ia menyebutkan hidangan yang disajikan diantaranya grontol, kopang, tiwul, getuk.  

Abdul Hafidz meminta kepada para Camat dan semua SKPD agar di setiap kesempatan rapat kedinasan tidak menghidangkan makanan, roti atau buah-buahan impor. Konsumsi yang dihidangkan saat rapat menggunakan makanan olahan berbahan dasar sumber daya lokal.

Camat juga diharapkan bisa mempelopori langkah penggunaan sumber daya lokal seperti berbahan dasar ketela, ubi, jagung dan hasil bumi lainnya. Serta meminta ibu-ibu pkk dan wanita tani diberikan kesempatan untuk mencukupi kebutuhan konsumsi yang dibutuhkan pada saat rapat desa, kecamatan.  Hal itu juga bisa menjadi bentuk pemberdayaan kelompok wanita di daerah.(yudha )

Puluhan Depot air minum belum memenuhi syarat kesehatan

Al Furqon


Rembang-Perkembangan usaha Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)  di wilayah Rembang  tumbuh sangat pesat sekali, dimana data sampai bulan Mei 2015 ini, jumlahnya sudah mencapai pada kisaran 200 buah. 

Dinas Kesehatan kabupaten (DKK) Rembang terus melakukan pemantauan dan pengecekan akan kualitas air tersebut. Karena kelayakan air isi ulang yang ada harus diperiksa, hal tersebut sebagai bentuk perlindungan terhadap para konsumen, yakni warga yang membeli dan menggunakan air isi ulang, baik untuk minum, maupun memasak.

Kasi Penyehatan Lingkungan DKK Rembang Al Furqon mengatakan, Dari jumlah pengusaha DAMIU dari tahun ketahun mengalami perkembangan karena prospeknya sangat menjanjikan. Namun dari hasil pemantauian masih sekitar 5 hingga 10 persen diketahui  belum memnuhi syarakat kesehatan, yakni kepemilikan  sertifikat Laik Hygiene Sanitasi Depot Air Minum. Bagi Depot air minum  yang belum memenuhi layak kesehatan selalu dilakukan pembinaan. 

Alfurqon menyebutkan sejauh ini Dinas kesehatan  telah merekomendasikan kepada pengusaha Depot Air isi ulang yang ditemukan belum  memenuhi syarat kesehatan untuk memperbaiki alatnya atau  peralatan yang kurang. Setelah mereka melakukan pembenahan kita uji dan cek kembali dan meteode ini sangat efektif dan berhasil.  

Al Furqon menambahkan kelayakan Depot air minum isi ulang  harus diperiksa secara rutin, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti air terkontaminasi atau mengandung zat-zat berbahaya mulai dari bakteri sampai logam berat. Karena syarat air layak  minium harus  bebas mikrobakteriologi. (affandi )


Ratusan Kader siaga Trantib Dilantik

Bupati H. Abdul hafidz melantik ratusan Kader Siaga Tramtib


Rembang-150 Kader Siaga Tramtib (KST) dilantik oleh Bupati Rembang, H Abdul Hafidz di lantai 4 kantor Setda Rembang,  (25/5). Pelantikan disaksikan oleh Kepala Satpol Provinsi Jawa Tengah . M. Masrofi.

M. Masrofi menjelaskan tugas Kader Siaga Tramtib memberikan informasi yang cepat seperti deteksi dini dalam kaitannya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban masyarakat. Jika ada indikasi gangguan keamanan mereka bisa segera melaporkan ke RT, Kepala Desa, Camat dan pihak yang bersangkutan di atasnya hingga Bupati.

Laporan dini dari mereka bisa menjadi referensi agar segera dicari solusi sehingga permasalahan tidak semakin menjadi besar. Keterpilihan mereka juga atas dasar kemauan mereka sendiri dan ada juga yang ditunjuk oleh kasi Tramtib di desanya. Kemudian mereka disetujui oleh Kepala Desa dan Tokoh masyarakat. 

Pelantikan kali ini baru lima kecamatan, yakni Lasem, Pancur, Bulu, Kaliori, dan Rembang, tiap kecamatan tiga desa dan tiap desa sepuluh kader. Ke depannya  akan mengembangkan lebih luas lagi untuk kecamatan yang lainnya. Kali ini Rembang menjadi Kabupaten ke 17 yang memiliki Kader Siaga Tramtib.

Sementara itu Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz sangat mengapresiasi para KST yang siap bertugas membantu Pemerintah menegakkan keamanan dan ketertiban di desa tanpa diberi gaji atau bayaran.

Keamanan dan ketertiban merupakan salah satu kunci sukses bangsa bisa maju. Untuk itu terobosan dan evaluasi terkait keamanan harus diciptakan, contohnya adanya Kader Siaga Tramtib seperti ini.

Perbandingan Kader yang terbilang masih sedikit, yakni 1 banding 180 ribu merupakan tantangan. Untuk itu kerja sama lintas sektor dan penerapan gotong royong harus diwujudkan. ( yudha ).

Lomba olah makanan berbahan dasar lokal

Lomba Makanan olahan  berbahan sumber daya lokal


Rembang-Puluhan wanita berlomba menunjukkan kemampuannya dalam mengolah makanan berbahan dasar sumberdaya lokal di aula Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan BKP dan P4K Kabupaten Rembang (25/5/).

Kepala BKP dan P4K, Dwi Purwanto menjelaskan lomba tersebut sangat tepat untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat tentang keaneka ragaman makanan tradisional dan kue inovatif.

Event ini juga untuk mendorong dan meningkatkan kreatifitas masyarakat pada umumnya dan ibu rumah tangga khususnya dapat menciptakan makanan berbasis bahan makanan lokal non beras dan non terigu.

Menurutnya yang terpenting mendorong munculnya icon makanan atau olahan kue inovasi yang dapat membanggakan masyarakat Rembang, selain itu menumbuhkan industri rumah tangga menjadi oleh- oleh khas Rembang.

Kabid Pangan BKP dan P4K, Sri Prabandari menyebutkan puluhan wanita yang menjadi peserta ini berasal dari 14 PKK Kecamatan dan 14 kelompok dari Kelompok Wanita Tani (KWT).

Mereka harus kreatif, bagaimana bisa berkreasi dengan bahan pokok lokal seperti kaerut,  ketela dan umbi-umbian, dan tales. Lomba tahun ini difokuskan pembuatan kue kering dan kue basah.

Pihaknya  ingin mengangkat kue kas Rembang, Karena selama ini Rembang belum mempunyai kue khas sendiri. Jika di Magelang ada Getuk Trio dan Yogyakarta ada Bakpia. 

Prabandari mengatakan,  kelanjutannya BKP dan P4K akan membimbing  masing-masing kelompok agar bisa lebih berkembang untuk produknya. Seperti pemasaran misalnya, karena selama ini baru menjual di lokal Rembang.Terkait kriteria penilaian lomba, sajian peserta dinilai dari kreatifitas, tampilan, kemasan dan cita rasa. 

Pemenang lomba, dari PKK Kecamatan Lasem menghidangkan kue Moci berbahan dasar gembili, rengginang dari singkong, kue basahnya membuat brownis dari ketela pohon dan nastar  dari tepung jagung yang diisi pisang..( yudha )

3 point harus di pahami kepala desa



Bulu-Ada 3 point penting yang di sampaikan camat bulu pada saat acara audensi, dialog Bupati Rembang bersama masyarakat kecamatan Bulu yakni tentang undang undang (UU) desa, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati.

Camat Bulu Suswantoro mengatakan untuk menyongsong undang undang desa yang akan di berlakukan pihak desa di minta untuk bersiap dalam pembuatan RPJMdes dan RKPdes, karena hal tersebut merupakan tolak ukur tentang keberhasilan program kegiatan di desa, 

Point ke dua tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang merupakan pendapatan asli daerah agar wajib pajak bisa membayar tepat waktu, karena pada tahun ini baru masuk 1% dari baku PBB kecamatan Bulu sebesar 500 juta lebih, prestasi terbaik  pernah di raih kecamatan Bulu dalam pelunasan pajak yakni pada posisi 10 besar Kabupaten Rembang pada tahun 2014 yang lunas 91%, 

Sementara point terakhir yakni akan di gelar pilkada Bupati dan wakil Bupati Rembang pada tanggal 9 Desember, di himbau seluruh warga yang sudah mempuyai hak pilih untuk mengunakan hak pilihnya secara baik dan benar. 

Suswantoro mengharapkan agar kepala desa bisa memahami ke tiga point yang sangat penting tersebut untuk di sampaikan kepada warganya, jaga kondusifitas menjelang pilkada maupun pasca pilkada, tingkatkan keamanan dan jaga kerukunan antar warga di lingkungan desanya masing masing. (  Heri )