Kamis, 24 Juli 2014

50 Napi Mendapatkan Remisi

Kepala Rutan kelas II B Rembang Suyatno


Rembang-Sebanyak 50 Narapidana  ( Napi ) Lembaga Pemasyarakatan ( Lapas ) Kelas II B Rembang mendapatkan remisi hari raya idul fitri 1435 H sebab sudah memenuhi lebih dari 6 bulan dan 1 tahun masa tahanan.

Kepala Rutan Kelas II B Rembang Suyatno mengatakan dari 50 narapidana  yang terbanyak mendapatkan remisi itu napi dari Pidana Umum sebanyak 48  orang sedangkan untuk pidana khusus kasus Narkotika ada 2 orang.

Pengajuan rekomendasi remisi untuk 50 orang warga binaan karena napi dianggap sudah menjalani hukuman 1 tahun setelah dijatuhi vonis atau sudah 6 bulan menjalani hukuman sebagai narapidana sebelum lebaran.

Remisi yang akan diterima disesuakan dengan masa hukuman yang sudah dijalani,yaitu masing-masing dari 6 bulan menjalani hukuman sebagai narapidana akan mendapatkan remisi 15 hari  sedangkan yang sudah menjalani hukuman lebih dari 1 tahun akan mendapatkan remisi 1 bulan. 

Suyatno mengungkapkan 3 dari 50 narapidana itu mendapatkan remisi khusus atau langsung bebas disebabkan napi tersebut sudah menjalani 2/3 masa hukuman, berkelakukan baik dan tidak sedang berperkara lagi.

Mengenai 2 orang yang terjerat dalam pidana khusus yaitu khasus narkotika,surat keputusan ( SK ) remisi sudah diajukan ke Kementerian Hukum dan Ham tinggal menunggu kepastianya dan rencana secara simbolis langsung diberikan Surat Keputusan ( SK ) setelah sholat idul fitri kepada semua yang mendapatkan remisi.

Pengajuan Remesi untuk 50 napi kelas II B Rembang sudah dilakukan bulan lalu lebih tepatnya di bulan Mei 2014,sedangkan jumlah napi per (23/7)116 orang terdiri dari narapidana 84 laki-laki,1 perempuan dan tahanan 31 orang semua laki-laki .(Yudha)

PNS Cuti Bersama 3 hari

Sekda Hamzah Fatoni


Rembang-Berdasarkan keputusan bersama Menteri Agama, Menakertrans dan MenPAN dan RB Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2013, Nomor 335 Tahun 2013, nomor 05/SKB/MENPAN-RB/08/2013, tanggal 7 Oktober 2013 tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2014 bahwa Hari libur Nasional Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H dilaksanakan tanggal 28 s/d 29 Juli 2014 sedangkan cuti bersama dilaksanakan pada tanggal 30,31 Juli dan 1 Agustus 2014.

            Terkait dengan libur Idul Fitri 1435 H dan Cuti Bersama tahun 2014.Pemkab rembang telah mengirimkan surat edaran nomor 060/1832/2014 kepada seluruh Instansi di pemerintah Kabupaten Rembang, demikian disampaikan Sekda Rembang Hamzah fatoni.

            Untuk itu Sekda meminta  kepada kepala SKPD untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pengamanan dan melakukan pengaturan serta pemantauan pelaksanaan kegiatan secara internal dengan tetap mengutamakan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Masing-masing SKPD juga diminta untuk menunjuk petugas piket selama liburan yang nantinya bertugas untuk membantu petugas keamanan dalam mengamankan aset-aset di lingkungan sekolah dan di masing-masing SKPD dalam rangka kewaspadaan, menyelesaikan dan meneruskan surat-surat yang masuk kepada kepala SKPD dan  kelancaran administrasi penyelenggaraan kegiatan pemerintahan serta memberikan pelayanan yang baik terhadap segala sesuatu yang dibutuhkan masyarakat.

            Kepada SKPD yang memberikan fungsi pelayanan seperti bidang kesehatan, transportasi, pemadam kebakaran dan pendataan/mutasi penduduk, Sekda meminta selama liburan agar diatur jadwal secara bergiliran agar fungsi pelayanan tersebut tetap terpenuhi.

            Terkait dengan mobil dinas, Sekda menegaskan bahwa penggunaan mobil dinas hanya digunakan untuk melaksa nakan tugas pokok dan fungsi kedinasan serta operasional kedinasan. Jika digunakan diluar hal tersebut tentu saja tidak boleh apalagi untuk mudik. Sedangkan  untuk pengawasannya diserahkan kepada masing-masing kepala SKPD selaku pengguna barang. ( affandi )

Agar obyektif lomba Tong-tongklek Memanfaatkan Juri Tempel

Salah satu peserta Tong-tongklek


Rembang-Dinas Kebudayan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Rembang  akan mengupayakan juri tempel untuk menilai lomba tong-tongklek yang digelar malam ini (24/7)  agar bisa menilai hasil lomba dengan obyektif .

      Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayan Pariwisata Pemuda dan Olahraga(Dinbudparpora) Kabupaten Rembang Karsono mengatakan upaya adanya juri tempel disebar di rute perlombaan guna menilai  6 group peserta versi tradisional agar tidak Tampil seenaknya sendiri sejak awal hingga akhir perlombaan digelar.

Juri apabila mengetahui saat berjalannya perlombaan peserta kedapatan minum-minuman keras, peserta bisa di diskualifikasi dari perlombaan.  

Karsono mengungkapkan sesuai dengan kesepakatan temu teknis untuk batas pendaftaran terakhir (23/7) kemarin  belum ada tambahan peserta dari peserta  tradisional, dan masih tetap hanya ada  6  pendaftar.

            Penyebab  tidak adanya tambahan peserta dari versi tradisional karena mereka menganggap mengikuti tong-tongklek versi elektrik  lebih ngetrend dan pendanaan lebih mudah dari pada versi tradisional. Tercatat jumlah peserta  yang meramaikan lomba tong-tongkel versi elektrik  ada 27 group.

            Peserta sebelum lolos masuk grand final jumat pagi akan diseleksi dan malam harinya penyelenggaraan grand final nanti akan berlangusng  di Halaman Stadion Krida Rembang.( yudha )
           

Kesehatan TKI/TKW Dipantau DKK

Kepala DKK Rembang Ali Sofi'i


Rembang-Agenda tahunan pulang kampung saat merayakan hari raya tentunya sangat didambakan oleh warga yang merantau di luar daerah baik masih dalam satu wilayah di Indonesia atau di luar negeri sekalipun. 

Momen yang sangat berharga tersebut turut menjadi perhatian Dinas Kesehatan Rembang dengan melakukan pemeriksaan mereka yang baru pulang, khususnya TKI/TKW yang bekerja di luar negeri. 

            Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, Ali Sofii  menyebutkan  pihaknya telah mengirim surat edaran ke seluruh puskesmas di Rembang, agar menyusun tim surveillance yang bertugas melakukan pendataan TKI/TKW yang mudik. Kemudian dilakukan test kesehatan terhadap mereka, guna mendeteksi apakah mengidap bibit penyakit menular atau tidak. 

            Ali Sofii sebutkan hasil pemeriksaan test kesehatan dinanti oleh DKK guna menentukan tindaklanjut bila ditemukan indikasi TKI/TKW terjangkit penyakit khusus katagori menular. Jika dapat diobati pada tingkat puskesmas maka dirawat di lembaga layanan kesehatan tersebut, namun bila tergolong berat dan perlu penanganan lanjut maka harus dirawat di rumah sakit.

            Ali Sofii tambahkan, untuk beberapa jenis penyakit yang berjangkit di luar negeri telah disikapi dengan menyiapkan obat penangkalnya. Untuk itu perlu dilakukan pemantauan kesehatan terhadap TKI/TKW agar mereka yang kedapatan mengidap penyakit dapat segera diobati dan terpenting agar jenis penyakit yang diderita berkatagori menular tidak menyebar di wilayah setempat. ( heru )

Ratusan keluarga miskin mendapatkan sembako



Sumber-Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan (PNPM MPd) kecamatan Sumber, kemarin (22/7) bagikan sembako kepada 864 kepala keluarga miskin dari 18 desa di wilayah kecamatan Sumber. Pemberian sembako senilai 129,8 juta rupiah itu berasal dari surplus PNPM MPd kecamatan Sumber tahun 2013.
           
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rembang- H. Abdul Hafidz dalam sambutannya mengatakan, pengawasan pelaksanaan PNPM MPd jangan hanya diserahkan kepada badan pengawas (Bawas) PNPM MPd saja, namun juga pelaku PNPM di tingkat desa utamanya kepala desa. Sehingga apabila ada penyimpangan bisa diketahui sedini mungkin dan tidak berlanjut ke ranah hukum.

            Abdul Hafidz menambahkan dengan adanya pengawasan itu dana PNPM MPd bisa digunakan sepenuhnya untuk membantu masyarakat miskin seperti Simpan Pinjam Khusus kelompok Perempuan (SPP) maupun bantuan sosial.

            Ketua panitia penyerahan bantuan sosial-Margono mengungkapkan pemberian sembako diperuntukkan bagi keluarga yang mempunyai anak yatim, penyandang cacat dan orang jompo, meliputi 5 kilogram beras, 5 kilogram gula pasir, 2 liter minyak goreng, 5 bungkus mie instant dan sirup. Dengan harapan dapat membantu mengurangi beban bagi warga masyarakat kurang mampu menyongsong hari raya idul fitri.( Masudi)