Selasa, 07 Juli 2015

PPDB Diperpanjang Hingga Hari Pertama Masuk Sekolah

Kabid Kurikulum Mutaqim melarang sekolah melakukan eksploitasi fisik selama MOS.

Eksploitasi Kegiatan fisik selama Ramadhan dilarang


Rembang-Setelah menikmati libur cukup lama, pelajar mulai jenjang TK sampai dengan SMA sederajat pada hari Kamis (9/7) kembali bersekolah memulai tahun pelajaran 2015/2016. Ketentan tersebut mengacu kalender akademik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Mutaqin menjelaskan, lantaran awal tahun pelajaran baru bertepatan dengan ramadhan maka siswa hanya masuk selama 3 hari, tangal 9-11 Jul.i Untuk kemudian libur hingga 26 Juli dan selanjutnya proses belajar mengajar normal seperti hari biasa. 

            Mutaqin juga menyampaikan pihaknya belum mengetahui apakah semua sekolah telah terpenuhi kuotanya sewaktu menggelar penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2015/2016. Terkait jika ada sekolah yang belum terpenuhi daya tampungnya masih diperkenankan menerima siswa baru sampai dengan tanggal 9 besok saat hari pertama masuk sekolah. 

Lanjut Mutaqin tiga hari kembali bersekolah bisa dimanfaatkan untuk mengadakan masa orientasi sekolah bagi siswa baru. Namun mengingat bertepatan dengan ramadhan maka diarahkan agar tidak mengadakan kegiatan yang bersifat eksploitasi fisik. 

Ditambahkan hendaknya dibuat agenda kegiatan bersifat pembinaan mental dan spriritual mengarah pendidikan berkarakter. Bisa ditujukan khusus untuk siswa baru akan tetapi akan lebih baik bila melibatkan seluruh pelajar lingkup tiap sekolah. 

Ditegaskan setelah tahun pelajaan baru bergulir maka semua sekolah selekasnya melaporkan hasil PPDB ke Dinas Penddikan. Data akan digunakan untuk menghitung angka partisipasi kasar (APK) dan angka partsipasi murni (APM) anak usia sekolah di wilayah Rembang. ( heru )

Puluhan Tahun Bertahan Dengan Penyakit Menyerupai Tumor

Masripah hanya bisa pasrah dengan Penyakit yang dideritanya selama ini 

Kondisi rumah Masripah


Pamotan –Masripah (65), salah satu warga RT 02/ RW 07 dukuh Sambikalung desa Pamotan kecamatan Pamotan hanya bisa pasrah menerima penyakit yang ia derita sejak puluhan tahun lalu. Seorang nenek sebatang kara ini hanya mengira penyakit menyerupai tumor yang berada di pipi kiri dan lehernya hanya sebuah bisul besar saja.

Masripah memang tidak tahu menahu apakah benjolan di pipi kiri dan lehernya itu merupakan penyakit berbahaya atau tidak, karena memang ia tidak pernah memeriksakannya ke dokter sama sekali. Alasan mengapa ia tidak pernah pergi ke dokter selain karena takut juga karena terkendala soal biaya.

Menurut cerita Masripah, penyakit tersebut mulai muncul puluhan tahun lalu yakni ketika ia usai bekerja di tempat salah satu tetangganya, tiba-tiba muncul benjolan kecil di pipi menyerupai bisul. Lama-lama benjolan tersebut membesar, ibunya yang kini sudah meninggal sempat khawatir jika nanti penyakit yang disangka bisul itu tidak kunjung sembuh. Namun demikian, Ia hanya bisa pasrah menahan sakit dan tetap beraktifitas seperti biasa. 

Seiring dengan berjalannya waktu penyakit pun kian menggerogotinya, benjolan semakin membesar hingga pecah dan keluar darah. Hingga saat ini kulit luar benjolan tersebut sudah mengelupas. 

Masripah mengaku, dalam sehari benjolan tersebut bisa pecah dan keluar darah hingga tiga kali. Meskipun demikian ia tetap tegar bahkan ia mengaku pada reporter CB FM yang mendatanginya bahwa penyakit yang ia derita saat ini sudah hampir sembuh, padahal ia pun tidak tahu keadaan yang sebenarnya.

Masripah merupakan anak sulung dari lima bersaudara yang sekarang hanya tinggal bersama  salah satu adiknya. Sementara adiknya sekarang tinggal di kota Semarang bersama keluarganya. Masripah sendiri tidak mempunyai keluarga karena memang ia tidak pernah menikah. Meskipun masih punya seorang saudara Masripah tetap memilih tinggal sendiri di gubuk kecilnya, padahal adiknya pernah mengajak Masripah untuk tinggal bersama namun Masripah menolaknya. 

Usia senja dan menderita penyakit menahun membuat Masripah tidak dapat bekerja seperti dulu lagi. Sedangkan untuk menyambung hidup Ia hanya pasrah. Sering kali datang kepedualian dari para tetangga yang memberinya sedikit uang atau sebungkus makanan.(ita )

15 Desa dilanda kekeringan

Saat dropping air tahun lalu warga saling berebut mendapatkan air bersih


Rembang-Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Rembang hingga kemarin menerima pengajuan bantuan air bersih dari lima belas desa di empat kecamatan. Pengajuan bantuan air bersih merupakan dampak kemarau panjang sehingga sebagian besar wilayah sudah mengalami kekeringan. 

            Kabid Darurat dan Logistik BPBD  Rembang Harjono  mengatakan, BPBD akan melakukan survei lapangan di desa yang mengajukan bantuan air bersih, agar bisa menentukan jumlah kapasitas air yang nantinya akan digelontorkan ke desa yang bersangkutan.

            Secara administrasi, distribusi air bersih baru bisa dilakukan setelah ada surat pernyataan dari Bupati Rembang soal adanya daerah kekeringan. Namun, kemungkinan besar distribusi air bersih akan mulai dilakukan pada pekan depan. Berdasarkan data sementara, Pengajuan bantuan air bersih setiap desa berbeda tergantung kondisi dilapangan seberapa parah desa tersebut dilanda kekeringan.

Disebutkan harjono masing-masing wilayah yang dilanda kekeringan berada di Kecamatan Bulu, Sale,Sulang serta Sumber. Di Kecamatan Bulu ada dua desa, masing-masing Lambangan Wetan dan Pondokrejo, Kecamatan Sale ada satu desa, yakni Bitingan, Kecamatan Sulang ada dua desa, desa Sulang dan desa Pranti. 

            Sedangkan Kecamatan Sumber yang menjadi wilayah terbanyak mengalami kekeringan yaitu desa Tlogo Tunggal, Ronggomulyo, Sumber, Logede. Kedungtulub, Pelemsari, Krikilan, Logung, Bogorejo serta Polbayem. 

Sementara itu Kasi Logistik Bidang darurat dan Logistik BPBD Rembang Akhmad Makruf menjelaskan, selama musim kemarau tahun lalu telah disalurkan/drooping bantuan air bersih total di 64 desa menyeluruh di 14 Kecamatan. Sebanyak 1.640 tanki dengan anggaran APBD induk Rp189,8 juta ditambah dana tak terduga bencana sebesar Rp97,125 juta.

 Sedangkan tahun ini dianggarkan Rp270 juta yang nantinya diwujudkan drooping air bersih sebanyak 1.380 tanki, dan bila kurang kembali akan ditambah dari dana tak terduga bencana tahun 2015.( Yudha/Heru )

Ratusan warga menerima bantuan dana sosial

Bupati secara simbolis membagikan sembako dana sosial surplus UPK PNPM kec. Sumber


Sumber-Pemerintah kabupaten Rembang berharap setelah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dihentikan oleh pemerintah dan diserahkan kepada desa jangan sampai dananya disalahgunakan. 

Hal itu disampaikan oleh Bupati Rembang-H. Abdul Hafidz pada  kegiatan pembagian sembako dana sosial PNPM kecamatan Sumber, di pendopo kecamatan setempat, kemarin (6/7).

            Bupati mengatakan, setelah PNPM diserahkan kepada desa maka kepala desa beserta perangkat desa dan lembaga desa bisa menyikapinya. Supaya pengelolaan keuangan benar-benar tepat dan dapat bermanfaat bagi masyarakat kegiatannya agar bisa dipayungi menjadi lembaga keuangan seperti koperasi unit desa (KUD) atau Badan Usaha Milik desa (BUMD). 

            Bupati menghimbau agar dana PNPM benar-benar tidak  disalahgunakan termasuk Simpan Pinjam dalam program PNPM juga diurus dengan serius ,jangan sampai macet. Karena jika terjadi macet maka surplusnya berkurang. Begitu juga dalam pembagian dana sosial juga berkurang. 

        Sementara itu camat Sumber- Heriyono menjelaskan, pada tahun 2015 ini memberikan bantuan sembako kepada 594 penerima dari 18 desa. Dimana pembagiannya ditempatkan di 3 lokasi yaitu pendopo kecamatan Sumber, Balai desa Grawan dan Balai desa Logung. 

Heriyono mengungkapkan pembagian sembako diambil dana sosial hasil surplus UPK PNPM tahun 2014 senilai 84 juta rupiah. Paket sembako berisi 8 kilogram beras, 2 kilogram gula, 2 liter minyak kemasan daaan 8 bungkus mie instan..( Masudi )

Bermodal Percaya Diri

Khintsiya nadiatul Ilmi


Sale-Khintsiya Nadiatul Ilmi (15), Alumnus MTsN Sale anak kedua dari pasangan Siti Chusnul Chotimah (46) dan Anwar (51) ini tak terbersit sama sekali akan berhasil lolos tes masuk SMA yang sudah berstandar internasional.  Malahan sudah mempersiapkan diri mau daftar di salah satu SMA favorit di Rembang.

Nadia Sapaan akrabnya, berhasil lolos tes masuk Sampoerna Academy Boarding High School Bogor setelah menyisihkan ratusan pesaingnya dari daerah Jawa Tengah bagian timur dan Jawa Timur.

Begitu mengetahui hasil pengumuman tersebut, Nadia langsung mempersiapkan mentalnya dan meminta doa restu dari orangtua. Bagi Nadia, melanjutkan di sekolah dengan standar internasional merupakan suatu tantangan tersendiri yang merupakan jembatan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi wanita karier yang sukses. Nadia yang baru saja diwisuda awal Juni lalu sangat yakin bisa mencapai impiannya tersebut. 

Bersama dua teman lainnya dari Rembang, gadis berpenampilan sederhana ini mulai akan berjibaku dengan Bahasa Inggris pada awal tahun ajaran baru, 27 Juli mendatang. Sekolah di bawah yayasan Putra Sampoerna Foundation ini memang mewajibkan siswa-siswinya untuk berkomunikasi dengan Bahasa Inggris, mulai dari bangun pagi hingga akan tidur.

Diungkapkan Nadia, membahagiakan orang tua dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar merupakan misinya jika ia berhasil menjadi wanita sukses. Nadia yang suka mendengarkan berita mancanegara berbahasa Inggris ini yakin bisa sukses di era globalisasi dengan tingkat persaingan yang serba ketat. Dengan bermodal percaya diri diyakni akan mampu meraih sukses, dan yang terpenting adalah restu dan ridlo dari orang tua. 

SMA Sampoerna Bogor, merupakan SMA yang sudah bertaraf internasional. Karena selain menerapkan kurikulum nasional, sekolah ini juga memberlakukan kurikulum internasional dengan standar pendidikan Amerika Serikat. Percapakan sehari-haripun diwajibkan berbahasa Inggris, sehingga lulusan akan mampu bersaing di dunia kerja internasional.(affandi )