Selasa, 27 Januari 2015

Petani 3 desa di lereng pegunungan kembangkan Padi Gogo



Lasem-Walaupun tidak mempuyai lahan persawahan karena letak desanya di atas pegunungan, tak menyurutkan niat petani di 3 desa yakni desa sendang Coyo, Gowak dan desa Ngargo Mulyo  kecamatan lasem  mengembangkan tanaman padi Gogo. 

Kordinator BP Kecamatan Lasem Arif Rochman mengatakan, pengembangkan padi jenis Gogo memang sangat cocok  di kembangkan di 3 desa. Dengan lahan kering atau kurang air karena siklus hidup padi jenis tersebut tidak memerlukan air berlimpah sangat cocok dikembangkan, 

Namun demikian padi jenis Gogo ini membutuhkan perawatan tambahan, untuk itu petani yang mengembangkan tanaman padi jenis ini  harus mempunyai tenaga extra agar bisa berhasil.   Sementara hasil panen lahan seluas satu hektar bisa menghasilkan  antara 4 hingga 4,5 Ton padi Gogo. 

            Arif Rachman menambahkan, pendampingan dari BP Kecamatan Lasem terus di berikan kepada petani di 3 desa yang mengembangkan tanaman pada jenis Gogo, dengan luas 20 hektar tanaman  di bulan Desember lalu sudah di kembangkan dan di perkirakan panen pada bulan maret 2015 mendatang.   

Padi dipilih jenis ciherang,  dengan pertimbangan harga yang bagus di pasaran dan nasinya pulen, Untuk itu bagi petani di desa lainnya yang mempuyai lahan kering agar bisa di manfaatkan untuk menanam  padi jenis gogo. (  heri)


PKL Alun-Alun mengadu Komisi A DPRD

PKL Alun-alun saat mengadu ke DPRD Rembang


Rembang-Pedagang kaki lima (PKL ) alun-alun Rembang pagi tadi (27/1) menemui Komisi A DPRD Rembang dan diterima langsung Wakil Ketua Komisi A diruang Banggar DPRD. Pertemuan  tersebut untuk membahas tentang penertiban yang dilakukan satpol pp kepada para pedagang agar berjualan di selter yang sudah disediakan , tetapi selter yang disediakan tidak mencukupi untuk seluruh pkl dan jasa maian yang ada.

Juru Bicara dari pedagang kaki lima dan jasa mainan Suparno Gusno meminta agar para pedagang kaki lima ( PKL ) diberikan kepastian tempat untuk 50 pedagang dan kepastian tempat untuk 17 jasa mainan, sehingga Satpol PP yang ditugaskan di alun alun agar tidak menggusur PKL lama.

Seharusnya jumlah selter yang ada harus dibagai jumlah pedagang dan jasa mainan, ,sehingga semua para pedagang yang ada bisa menempati jumlah selter yang disediakan. Tetapi kenyataanya banyak pedagang yang  menempati selter dengan luasanya tidak sama,sehingga para pedagang masih banyak yang tidak mendapatkan tempat diselter yang disediakan.

Slamet sebagai wakil pedagang dan jasa maina memohon agar para pedagang tetap bisa berjualan dan untuk jasa mainan berada ditempat yang telah ditetapkan semula selama belum ada tempat yang disesuaikan. 

Perwakilan Komisi A Gatot Paeran menanggapi aduan tersebut mengharapkan agar pedagang kaki lima ini membentuk paguyuban, sehingga bisa melapor ke Dinas perindustrian, perdagangan koperasi dan umkm Kabupaten Rembang. Mereka nantinya akan mendapatkan surat resmi dari Dinas Perindakop agar ara pedagang bisa meminta perlindungan ketika PKL diberlakukan  semena-menan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Disamping itu juga  bisa meminta bantuan modal bisa membutuhkan.

Sementara itu seusai pertemuan tersebut Wakil komisi A Sukarmain mengatakan hasil dari pertemuan ini nantinya akan ditindaklanjuti pertemuan lagi dengan mengundang DPU dan Satpol PP. Para pedagang tidak perlu cemas sebab Komisi A akan menjamin para pedagang bisa berjualan lagi seperti biasa dan tidak akan ada penertiban lagi sampai batas waktu adanya pertemuan kembali. (Yudha ).


Senin, 26 Januari 2015

Sinyal lampu kuning pejabat yang tak optimal kinerjanya

Hamzah fatoni



Rembang-Sekda Kabupaten Rembang, Hamzah fatoni melempar sinyal lampu kuning kepada pejabat Rembang  yang tak mampu memenuhi tupoksi bidang yang diampunya dan mengusulkan  pergeseran pejabat yang dinilai tak sanggup lagi memenuhi  tanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan.

Bahkan ditegaskan bila sekarang bukan eranya lagi seorang pejabat bermental priyayi. Bagi mereka yang dinilai tak sanggup menjalankan tugas harus siap digeser dan diganti dengan personel yang kompeten .

           Sebelumnya Sekda Hamzah fatoni menyampaikan, Pemerintah kabupaten Rembang akan mengadakan seleksi terbuka untuk mengisi kekosongan jabatan struktural dilingkungan Pemkab Rembang. 

Berdasarkan surat edaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah nomor 821/011585 perihal pengangkatan dan pemberhentian jabatan pimpinan tinggi dilingkungan pemerintah kabupaten / kota bahwa untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dilakukan seleksi terbuka.   
   
Pembentukan panitia seleksi dan seleksi jabatan akan secepatnya dilaksanakan. Meskipun belum teranggarkan dalam APBD Tahun 2015, Pemkab Rembang akan berkonsultasi dengan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah.

           Dilingkungan Pemkab Rembang sendiri saat ini terdapat banyak kekosongan jabatan struktural. Dengan rincian        Eselon II.b setara  staff ahli, asisten dan kepala dinas ada lima jabatan kosong, eselon III.a setara Camat dan Kabag ada enam jabatan kosong, eselon III.b satu posisi kosong, eselon IV.a 13 jabatan kosong dan IV.b satu jabatan kosong.

            Hamzah fatoni berharap dengan adanya seleksi terbuka ini akan terjadi persaingan yang mendorong semangat bagi peningkatan kualitas, kinerja dan disiplin PNS.  ( heru  )


Penuhi Permintaan Nasabah Buka Layanan Tabungan Umrah

Sutarjo direktur Utama PD BPR BKK lasem

PD BPR BKK lasem setiap hari diramaikan nasabah baru

Lasem-Mengingat tingkat kompetisi usaha finansial semakin ketat, maka perlu dilakukan terobosan agar target laba yang terus naik dapat tercapai. Selain menambah layanan dari program yang telah ada, juga harus diluncurkan yang baru untuk meningkatkan perolehan dana simpanan yang berfungsi menunjang perputaran dana yang dikelola.

Seperti yang digulirkan oleh PDBPR.BKK Lasem, menurut Direktur Utama Sutarjo, perusahaan yang dipimpinnya memberikan layanan prima kepada deposan berupa upaya jemput bola. Bagi nasabah yang super sibuk sehingga tak dapat datang sendiri ke perusda Kabupaten Rembang, akan dikirim petugas untuk bertransaksi baik menyimpan atau menarik dana. Terobosan yang sudah dilaksanakan tiga tahun terakhir terbukti cukup ampuh guna menyikapi era persaingan bisnis keuangan dari kompetitor yang kini menyebar hampir di tiap kecamatan.

Sutarjo sebutkan pula PD BPR.BKK Lasem terhitung tahun 2015, membuka layanan tabungan umrah dimana sebenarnya manajemen cukup lama mendapat masukan dari nasabah khususnya dari wilayah Rembang timur agar membuka layanan tambahan tersebut, namun baru dapat terealisasi sekarang. Untuk saldo awal cukup menabung Rp1 juta dan seterusnya tidak dilakukan pembatasan sampai dengan jumlah yang cukup untuk biaya berangkat umrah yang tiap tahun fluktuatif  antara Rp26 hungga Rp29 juta.

Lebih lanjut Sutarjo jelaskan untuk tekhnis pemberangkatan nasabah tabungan umrah ke tanah suci, dalam hal ini PD BPR.BKK Lasem bekerja sama dengan biro perjalanan dari Semarang yang spesifik menangani pejalanan umrah dan tergantung dari jadwal yang mereka susun dimana biasanya setahun dilangsungkan empat kali. Terkait jumlah personal sendiri dari pihak biro sudah ada ketetapan minimal diikuti 10 orang. 

Disinggung target dan perolehan laba usaha tahun lalu, Sutarjo sampaikan tercapai bahkan melebihi nilai yang dipatok yaitu Rp15,227 milyar dari Rp15,08 milyar atau membukukan lebih sekira Rp1,5 miliar. Adapun target tahun ini sebesar Rp16,750 miliar atau naik sekira Rp1,7 miliar diyakini dapat tercapai dan untuk itu seluruh jajaran PD BPR.BKK Lasem akan bekerja keras untuk memenuhinya.

Ditambahkan, dari perbandingan capaian kinerja dua tahun sebelumnya tercatat semua lini ada kenaikan sehingga disyukuri oleh segenap manejemen perusda kabupaten Rembang . Pada tahun 2014 untuk asset meningkat 23,3%, dari sebelumnya Rp329 miliar menjadi Rp399 miliar, kredit naik 30,08% dari penyaluran Rp245 miliar menjadi Rp319 miliar, dana masyarakat yang dihimpun jenis tabungan deposito naik 18,4% dari Rp270 miliar menjadi Rp320 miliar. Pendapatan diraup Rp42,889 miliar dan biaya sebanyak Rp27,661 miliar maka diperoleh laba bersih Rp15,227 miliar atau naik 11,13% dari tahun sebelumnya yang dicapai Rp13,701 miliar. ( heru )


Sedekah Pohon Upaya Pemberdayaan Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan

Pelaksanaan Sedekah pohon di  desa Dadapan
Warga Dukuh siwalan sukun menerima sedekah pohon


Sedan – Isu – isu global tentang kelestarian alam dan sosial kemasyarakatan memang perlu mendapat perhatian sebagai upaya menjaga kesejahteraan. Salah satu wujud perhatian terhadap kelestarian alam dan peningkatan hajat hidup masyarakat terlihat dari program sedekah pohon yang sedang dijalankan oleh Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (IPKINDO) kabupaten Rembang  bekerjasama dengan Himpunan Keluarga Rembang ( HKR ) Jakarta sebagai donatur. 

Program sedekah pohon yang merupakan inisiatif dari Penyuluh Kehutanan kecamatan Sedan ini bertempat di dukuh Siwalan Sukun desa Dadapan kecamatan Sedan (24/1). Program tersebut muncul dilandasi 4 komponen isu yakni isu mustahik yang berhak menerima, isu pemberdayaan/penguatan masyarakat, isu lahan kritis, dan isu proses program.

Ketua pelaksana program sedekah pohon Widadi mengatakan, secara filosofi program sedekah pohon berbeda dengan program penanaman pohon dalam tema gerakan penghijauan pada umumnya. Jika dalam gerakan penghijauan hanya berorientasi pada perbaikan alam dan lingkungan, program sedekah pohon menitik tekankan obyek pengelolaannya pada pemberdayaan atau penguatan masyarakat kurang mampu, selain itu bisa memberi manfaat pada perbaikan kualitas alam dan lingkungan.

Pemberdayaan masyarakat yang dimaksud di sini, diharapkan mustahik (penerima sedekah pohon) mempunyai ketrampilan untuk bisa menanam, memelihara, hingga menjual hasil tanamannya, kemudian dari sana mereka bisa memperoleh pemasukan. Kesejahteraan masyarakat akan tercapai, selain itu juga lingkungan akan tetap lestari. Bahkan tidak menutup kemungkinan lokasi penerimaan sedekah pohon bisa menjadi obyek wisata alam. 

Dikatakan, bibit yang diberikan berupa bibit sawo kurang lebih 400 bibit, 800 pohon sukun, dan 150 bibit trembesi yang akan diberikan kepada kurang lebih 300 KK warga dukuh Siwalan Sukun desa Dadapan kecamatan Sedan. 

Terkait pemilihan pohon sawo dan sukun ini sendiri karena untuk pohon sawo bersifat lumintu (berbuah terus menerus/tidak musiman). Tak hanya sawo, untuk sukun pun juga demikian ditambah untuk sukun nilai gizi tergolong tinggi karena kandungan karbohidratnya yang setara dengan beras.

Sementara, PJ Kepala desa Dadapan Masrikah menyambut dengan positif adanya program sedekah pohon. Dikatakan, desa Dadapan khususnya dukuh Siwalan Sukun memang membutuhkan adanya program tersebut. Diharapkan, program tersebut bisa mencapai targetnya dan mampu meningkatkan taraf ekonomi warga. 

Untuk bisa mencapai target, tentu program ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan itu pantauan dan binaan pada mustahik terkait tata cara penanaman dan pemeliharaan pohon akan selalu diadakan.(ita )