Selasa, 04 Agustus 2015

Puluhan jiwa melayang akibat narkoba

Kepala kantor Kesbangpolinmas Kartono bersama jajaran forum komunikasi pimpinan kecamatan Sumber mengadakan sosialisasi gangguan keamanan dan ketertiban  umum


Rembang-Pemerintah Indonesia, saat ini, sedang perang terhadap narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Pasalnya jutaan anak terlibat mengkonsumsi narkoba dan tiap harinya puluhan jiwa melayang. 

Hal itu disampaikan oleh kepala Kantor kesatuan bangsa, politik dan perlindungan masyarakat (kesbangpollinmas) kabupaten Rembang- Kartono, saat sosialisasi penanganan gangguan keamanan dan ketertiban umum, di pendopo kecamatan Sumber  kemarin (3/8).

Kartono mengatakan narkoba saat ini sudah menjadi salah satu ancaman fisik di wilayah Indonesia. Data menunjukkan bahwa ada 5 juta lebih anak bangsa yang mengkonsumsi narkoba. Dari sekian banyak pengguna narkoba sudah banyak yang tidak bisa direhabilitasi. Sedangkan korban meninggal akibat narkoba rata-rata ada 50 jiwa per hari. Sehingga Indonesia dinyatakan darurat narkoba. 

Kartono menambahkan selain kasus narkoba indonesia juga menghadapi ancaman fisik seperti terorisme, anarkisme dan provokator. Sedangkan ancaman non fisik menurut nya adalah krisis kepercayaan, kasus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) maupun kejahatan komputer.

Kartono mengungkapkan, untuk menghindari berbagai ancaman menanamkan  generasi muda dengan wawasan kebangsaan dan menjunjung tinggi 4 komitmen bangsa seperti Pancasila, Undang-undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.( Masudi )

Isi Libur Kuliah Berjualan Aksesosris Perayaan HUTKemerdekaan

Hizam baju biru tengah layani calon pembeli


Rembang-Apa yang dikerjakan Hizam (21th) warga Desa Soditan Kecamatan Lasem patut diteladani kawula muda seusianya. Tanpa merasa malu telah tiga tahun belakangan dia berjualan aksesoris perayaan HUT Kemrdekaan RI berupa bendera Merah Putih aneka ukran dan umbul-umbul.

Ditemui di lokasinya berdagang barat Terminal Rembang, mahasiswa UNY semester 5 itu menjelaskan kebetulan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI pasti tengah libur kuliah. Tak ingin waktunya terbuang percuma lantas berinisiaif berdagang aksesoris berupa bendera dan umbul-umbul.

Hanya butuh sedikit modal tutur Hizam yaitu menutup biaya operasional saja sedangkan barang dagangan diambil dari kenalannya. Dia mengambil untung dari harga baku yang dibandrol oleh pemasok dan untuk itu harus berlaku fleksibel saat menawarkan dagangannya agar laris terjual.

Lanjut Hizam kala pertama berjualan dahulu tak begitu menuai sukses, sebab HUT Kemerdekaan bertepatan dengan ramadhan sehingga dmana-mana kurang greget dalam merayakannya. Sedangkan tahun kemarin tak bebarengan dengan bulan puasa dan berdampak aksesoris yang dijual cukup laris. 

Disinggung harga jual tiap varian barang dagangannya, Hizam sebutkan masing-masing pastinya dibanderol beda dan tidak menjadi harga mati. Jika ditawar dan masih mendapat untung tentunya dilepas kepada si pembeli. 

Ditambahkan, setelah menyelesaikan study nanti dia ingin mandiri agar tak membebani orang tuanya. Apabila pekerjaan yang diidamkan jauh dari angan, dia akan menjalani profesi lain yang menghasilkan pendapatan dengan catatan masih pekerjaan yang halal. ( heru )
    

KB Mentari torehkan Prestasi



Gunem-Keberadaan kelompok bermain (KB) untuk membantu anak usia dini dalam memperoleh pembelajaran dalam bermain secara inovatif dan kreatif, justru bisa menorehkan prestasi. Seperti kelompok bermain (KB) Mentari desa Trembes Kecamatan Gunem yang sudah banyak mengoleksi prestasi baik di tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.

            Pengelola KB Mentari Sri Padmaningsih mengatakan, di usianya yang ke 4 tahun dari berbagai ajang lomba seperti gebyar PAUD untuk tingkat kecamatan 2 tahun berturut turut meraih juara umum yakni pada tahun 2012 dalam lomba halang rintang ceria, menggunakan bakiak secara bersama dan estafet gembira. Satu tahun kemudian tepatnya tahun 2013 juara umum juga di raih kembali yakni berhasil menyabet juara mencetak pasir, bercerita dengan gambar dan bergerak sesuai irama. 

            Sedangkan untuk tingkat Kabupaten prestasi yang di raih yakni mengondol juara pertama dalam lomba mencetak patung pasir pada tahun 2013, sedangkan untuk tahun 2015 berhasil menyabet juara 1 dan juara 2 dalam lomba main lego gebyar PAUD tingkat kecamatan Gunem. 

Sri padmaningsih menambahkan, pentingnya pendidikan secara dini bagi anak,  para ibu yang ada di desa Trembes bisa  menitipkan putra putrinya di kelompok bermain  agar memperoleh tempat bermain yang baik, jangan sampai anak anak di biarkan bermain sendiri dirumah, walau itu sulit di pahami oleh orang tua namun menitipkan putra putrinya di KB penting artinya agar anak bisa mendapatkan tempat bermain yang baik dan layak. Anak bisa berinteraksi langsung dengan anak yang lain, dengan harapan nantinya bisa menjadi anak yang baik dan pintar. (  heri ) 

12 desa mendapatkan bantuan air bersih



Sumber-Pemerintah provinsi Jawa Tengah melalui Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pati, baru-baru ini, memberikan bantuan air bersih ke 12 desa di kecamatan Sumber, dimana masing-masing desa mendapat 3 tangki.

Camat Sumber melalui kepala seksi ketentraman dan ketertiban umum- Sukono mengatakan, desa yang mendapat bantuan air bersih yaitu desa Sumber, Polbayem, Bogorejo, Kedungtulup, Pelemsari, Logede, Logung, Krikilan, Ronggomulyo, Jatihadi, Tlogotunggal dan desa Grawan. 

Sukono mengungkapkan untuk menjaga agar air bersih tidak menjadi rebutan warga dan terbuang percuma, maka inisiatif dari pihak pemerintah desa air langsung ditaruh di sumur warga atau tempat penampungan air/tower. Sedangkan pengambilannya secara bergilir.

Mengingat sumber air di desa masih mencukupi menurut Sukono ada beberapa desa sebelumnya telah meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Rembang, Pengedropan air bersih ini untuk sementara ditunda untuk penghematan anggaran, karena kebutuhan warga masih mencukupi.  Namun ketika nantinya sangat dibutuhkan agar bisa secepatnya disalurkan.( Masudi ).


Senin, 03 Agustus 2015

Anggaran Dana BOS bertambah

Susanto manager BOS SD dan SMP sebut dinamika pencairan tiap tahapan selalu berjalan lancar


Rembang-Meski tahun anggaran tak sinkron dengan tahun pelajaran baru namun terkait distribusi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dipastikan tetap berjalan lancar. Sebab dalam pengalokasiannya diatur secara khusus mengikuti perubahan jumlah penerima.

Manajer BOS SD dan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Susanto menjelaskan tahun anggaran berlaku mulai Januari sampai Desember, sementara tahun pelajaran baru berlansung Juli tahun berjalan hingga Juni tahun berikutnya. Dana BOS sendiri dicairkan tiap tri wulan atau setahun didistribusikan empat kali, dimana dimungkinkan pada masing-masing tahap ada perubahan jumlah penerima, seperti halnya ada siswa pindah ke luar daerah atau sebaliknya menerima siswa pindahan, kemudian siswa kelas akhir telah menyelesaikan study dan hasil PPDB.

Susanto sampaikan masing-masing sekolah terlebih pada pergantian tahun pelajaran harus melaporkan perubahan jumlah siswa untuk menentukan alokasi dana BOS yang akan diterima. Dalam hal ini difasilitasi secara online oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan mengirim data pokok pendidikan (dapodik) siswa yang sedang menuntut ilmu. 

Susanto ungkapkan mulai tahun ini anggaran dana BOS bertambah dibanding sebelumnya, pada jenjang SD dari Rp580 ribu per siswa per tahun menjadi Rp800 ribu, sedangkan untuk SMP  dari Rp710 ribu per siswa per tahun menjadi Rp1 juta. Adapun di tahun pelajaran baru ini jumlah sekolah identik dengan sebelumnya hanya saja jumlah siswa terdata bertambah.

Ditambahkan, untuk SD ada 374 sekolah jumlah total penerima dana BOS sebanyak 52.208 siswa sedangkan tercatat di pencairan tri wulan pertama tercatat 52.082 siswa. Sedangkan SMP ada 55 sekolah yang menampung 18.531 siswa dan penerima dana BOS tri wulan pertama berjumlah 18.470 siwa.

Terpisah Manajer BOS jejang penddikan SMA Mutaqin yang juga Kabid Kurikulum Dinas Pendidikan Rembang  saat ditemui belum bisa menjawab jumlah penerima dana BOS untuk tri wulan ketiga atau pasca berlangsungnya tahun pelajaan baru. Hanya diterangkan jika dana BOS untuk SMA seperti halnya yang dialokasikan pada SD dan SMP ada kenaikan dari Rp1 juta pwr tahun per siswa menjadi Rp1,2 juta. ( heru )