Rabu, 17 September 2014

Ujicoba Penamanan bibit kopi

Tanaman kopi yang identik ditanam dipegunungan mulai dikembangkan ditanam di wlayah Rembang


Rembang-Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang berencana untuk mencoba menanam kopi . Ujicoba dilakukan mengingat kondisi geografis di wilayah rembang  banyak pegunungan dan hampir merata ada disetiap kecamatan dan banyak lahan yang kosong  belum dimanfaatkan. Pengembangan budidaya kopi sangat tepat mengingat  fenomena warung kopi dirembang juga merebak.

            Susilo hadi Kabid Perkebunan Dintanhut kabupaten Rembang mengatakan pada tahap awal rencananya akan ditanam bibit pohon kopi sekitar 5000 batang, Tanaman kopi ini nantinya  akan siap panen sekitar 4 hingga 5 tahun, dan yang paling penting bibit pohon ini harus hidup terlebih dahulu. Apabila ujicoba ini berhasil dan menghasilkan kopi  pasti para petani akan ikut tertarik mencoba untuk menanam kopi.

            Lanjut Susilo untuk daerah yang cocok dikembangkan di kabupaten rembang harus berada di ketinggian, seperti di desa Woro kecamatan Kragan, desa Dadapan kecamatan sedan dan di desa Wuwur kecamatan pancur.

            Susilo Hadi menambahkan, saat ini pihaknya sudah memantau beberapa lahan yang layak untuk ditanam,  nantinya juga akan dibuatkan lubang untuk bibit pohon kopi. Namun pohon kopi ini diawal penanamannya masih memerlukan air yang cukup banyak sehingga membutuhkan turunya hujan untuk mengairi 5000 batang kopi.

            Kedepan para petani harus mau mencoba inovasi lain, tidak hanya menanam padi ataupun jagung saja, mungkin kalau ujicoba kopi ini berhasil dan kualitasnya unggul bisa saja nantinya di eksport. (Yudha)

Harga Kambing Meningkat , Sapi masih stagnan

Harga Sapi menjelang hari raya Qurban Di Pasar hewan Pamotan masih stagnan


Pamotan, jelang Idul Adha 2014 diperkirakan harga hewan kurban akan meningkat pada kisaran 15%-25%. Hal ini dikarenakan permintaan pasar akan meningkat, terkait dengan banyaknya umat islam yang tergolong mampu hendak menyembelih hewan kurban. Seperti tahun-tahun lalu, saat ini harga hewan ternak sudah mulai merangkak naik  di awal bulan Dzul Qa’dah, atau dalam penanggalan jawa bulan “Sela”.

Sukamdi, salah satu polang ternak kambing di pasar hewan pamotan sesaat setelah menjual ternaknya mengatakan. Harga kambing untuk kurban memang diakui sudah mengalami kenaikan. Harga kambing  per ekor yang biasanya 1,7 juta hingga 2,5 juta bisa naik hingga 2,5 juta sampai 3 juta. Namun untuk kambing muda khusus untuk “satenan” masih stagnan yaitu berkisar 600-700 ribu. 

Namun lain dengan kambing, harga sapi  per ekor justru cenderung masih stagnan. Disebutkan oleh salah satu polang sapi Mastoni,  bahwa harga sapi pedaging yang berusia 3 tahunan berkisar 19 jutaan. Sementara sapi 1 tahunan berkisar 9 jutaan. Harga tersebut masih sama dengan harga pasaran biasa. 

Harga hewan kurban diperkirakan akan meningkat hingga memasuki bulan Dzul Hijjah. dan akan kembali ke harga semula setelah Idul Adha berlalu. Namun demikian, biasanya setelah Idul Adha justru harga ternak anakan yang akan meningkat. Hal ini terkait karena kebiasaan para peternak setelah menjual ternaknya akan membeli ternak baru yang masih muda, atau dalam bahasa setempat sering disebut “isi kandang”.(ita)

Tidak Tergoda Terima Pesanan



REMBANG - Event tahunan penilaian Mbak Mas Rembang, setiap tahunya menjadi ajang promosi kepariwisataan. Namun  kerap kali ajang itu, justru dimanfatakan oleh orang-orang tertentu untuk meloloskan peserta dengan jalan pintas.

Banyak iming-iming yang ditawarkan, sehingga menyebabkan dewan juri tergoda menerima tawaran tersebut. keputusan ini kadang menimbulkan kontroversi ditengah peserta Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi dewan juri, 

Kondisi diatas di akui Budi Darmawan, selaku ketua dewan juri Mbak dan Mas Rembang bahwa selama beberapa tahun diberikan kewenangan menjadi dewan juri juga tidak luput menerima titipan. Namun secara tegas, pesanan untuk meloloskan peserta mbak dan mas Rembang selalu ditolaknya, apalagi dia mengibaratkan menjadi bapak untuk anak-anaknya yang  harus menerapkan kejujuran.  

 Saat disinggung indikasi adanya informasi salah satu tim juri yang tendensius menjatuhkan peserta, Wawaaan menyatakan, pihaknya tidak  menerima  keluhan langsung dari peserta, hanya informasinya diterima dari dinas pariwisata.

Apabila dalam evaluasi bilamana bener-benar ketahuan dewan juri melanggar kode etik, tentu tahun depan bisa di usulkan tidak terpakai lagi. Lalu bilamana dimungkinkan pelakunya juri dari orang dalam, tentu kita bisa mengambilkan dari luar daerah atau yang benar-benar professional. 

Wawan menegaskan penilaian yang diberikan tim juri mutlak, pada malam grand final kemarin, sebab sudah sesuai kualitas dan bobot peserta yang memang intelgensinya tinggi, tidak ada yang merasa dirugikan baik peserta maupun orang tua, mengingat dalam seksi penyeleksian tersebut, juga melalui berbagai segi tahapan.

Wawan menambahkan, selama dua bulan mendatang, Mas dan mbak juga menjadi tangung jawab dirinya, para pemenang akan diberikan bimbingan khusus maju di tingkat profinsi.

Untuk diketahui, Juara satu Mas dan Mbak Rembang tahun 2014, masing-masing Zunta Ovidani (umum) dan Regina Arka Tilottama (umum). (affandi )


TP PKK desa Kadiwono mendapat evaluasi dan penilaian



Bulu-Penilaian rumah sehat merupakan salah satu, kegiatan yang di lakukan TP PKK Kabupaten Rembang dalam melakukan evaluasi dan penilaian 10 program pokok PKK, di desa Kadiwono Kecamatan Bulu. 

Sekertaris Tim Penggerk (TP) PKK desa Kadiwono Ana Rini mengatakan, TP PKK desa Kadiwono merupakan wakil dari Kecamatan Bulu yang di ikut  dalam evaluasi dan penilaian 10 program pokok PKK, 

Kriteria  penilaian rumah sehat  meliputi, fentilasi (jendela), ruangan yang satu dengan yang lain harus di sekat, pembuangan limbah, pemanfaatan pekarangan. Evaluasi dan penilaian di fokuskan pada, Kegiatan Sekertaris, bendahara dan penilaian kegiatan pokja satu sampai dengan pokja empat. 

Ana Rini menambahkan, evaluasi dan penilaian 10 program pokok PKK yang di lakukan TP PKK Kabupaten Rembang fokus pada kegiatan yang dilakukan selama tahun 2014, selain itu evaluasi dan penilaian dimaksudkan untuk memotivasi TP PKK desa kususnya desa Kadiwono agar bisa membenahi kekurangan, untuk segera diperbaiki demi kemajuan bersama, dalam menjabarkan 10 program pokok PKK desa. (  Heri )


Selasa, 16 September 2014

1 Jamaah Ikut Kloter 40 Pati

 Acara pelepasan calon jemaah Haji Rembang di gedung haji


Rembang-1 Jamaah calon Haji Kabupaten Rembang Kloter 35 diberangkatkan hari ini (16/9) ikut dalam Rombongan Kloter 40 Kabupaten Pati berangkat 14.45 wib hari ini,karena sebelumnya tertunda berangkat karena sakit dan harus mendapatkan perawatan inap dirumah sakit Moewardi solo.

            Calon jamaah Haji yang sakit tersebut adalah Mukdan Asmo Urip 68 tahun warga Tawang Rejo Rt 1 Rw 1 kecamatan Sarang,masuk dalam kloter 35 rombongan 7 regu 3.

            Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Shalehudin membenarkan adanya satu calon jemaah haji yang tertunda keberangkatannya. Ia mengatakan dari informasi terakhir dari Mukdan keadaanya sudah membaik, sudah berada di asrama dan siap untuk diberangkatkan dan pemberangkatannya tersebut menunggu kloter yang masih kosong jamaah haji dan kebetulan  berada di kloter 40 pati yang berangkat hari selasa pukul 14.45 hari ini.

            Lanjut Shalehudin, calon jamaan yang sakit tersebut sempat disarankan tim kesehatan untuk diminta dirawat dahulu dirembang, tetapi tetap memaksa untuk berangkat ke pemondokan donohudan sehingga akhirnya dirawat di Rumah sakit  Moewardi untuk penambahan darah. 

            Salehudin menambahkan kalau sudah sampai di jeddah nantinya calan jamaah haji tersebut langsung menuju ke madinah berkumpul bersama kloter 35 yang berada di madinah hanya saja mereka tidak bisa melaksanakan Arba’in.

            Secara keseluruhan Jamaah haji rembang sehat,ada beberapa yang sempat dirujuk ke rumah sakit tetapi masih bisa untuk mengikuti pemberangkatan ke tanah suci. ( Yudha)