Jumat, 06 Maret 2015

Erna Hamzah secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Dharma Wanita Persatuan

Anggota dharma Wanita persatuan menyampaikan ucapan selamat kepada Erna Hamzah


Rembang- Erna Hamzah Fatoni secara aklamasi terpilih kembali dipercaya menjadi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Rembang hingga 2019 mendatang. Dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang digelar di lantai IV Kantor Setda Rembang, (06/3). 

Erna Hamzah menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para anggota dan pengurus yang telah memberikan kepercayaan jabatan ketua untuk kali kedua. Sebenarnya  Dia berkeinginan ada calon lain , karena banyak dari ibu-ibu lainnya yang berkompeten. Karena Ketua Dharma Wanita Persatuan kabupaten tidak harus dijabat oleh istri Sekda.

Setelah resmi dipilih menjadi ketua periode 2014 -2019, Ia akan segera mereorganisasi kepengurusan. Pengurus baru akan ditunjuk dari anggota yang baru atau yang selama ini menjadi anggota, sementara pengurus yang lama kembali menjadi anggota untuk berbagi pengalaman.

Terkait program yang akan dilaksanakan ke depan, Erna Hamzah menyebutkan ada beberapa agenda study banding. Misalnya belajar tentang tanaman herbal untuk jamu di daerah Tawangmangu Solo. Study banding dibidang ekonomi, sosial dan budaya juga menjadi agenda berikutnya, namun untuk waktunya Ia belum menyebutkan.

            Disebutkan keinginan untuk  memiliki gedung Dharma wanita sendiri  sudah lama diidamkan. Pasalnya selama ini  masih menggunakan bangunan garasi mobil Setda yang ditata layaknya kantor, sehingga kurang representatif.

Selama kepengurusan periode 2009-2014, sangat berterimakasih atas kinerja para pengurus. Selain itu kekompakan seluruh anggota Dharma Wanita, terutama dalam hal kemanusiaan patut diacungi jempol.

Sementara itu Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten, Hj. Hasiroh Hafidz menuturkan, Dharma Wanita sebagai wadah berkumpulnya istri PNS memegang peran strategis dalam pelaksanaan pembangunan. Ia berharap dukungan Dharma Wanita didalam karir sang suami.

Menurutnya kesuksesan suami-suami sedikit banyak ditentukan oleh ibu-ibu semua. Ibu-ibu juga berperan penting dalam membentuk karakter anak baik mental dan spiritual. (affandi )

Keberadaan Warkop Perlu Pengawasan Optimal

Keberadaan warkop di sepanjang jalan Pamotan-Sedan


Pamotan – Usaha warkop (warung kopi) memang dirasa prospektif khususnya di wilayah kabupaten Rembang yang notabene terkenal dengan kuliner kopi leletnya. Hal ini tentu mengundang ketertarikan untuk turut ikut membuka usaha warkop. Di wilayah kecamatan Pamotan misalnya, bisa dijumpai di sepanjang jalan raya Pamotan – Sedan telah berdiri warkop.

Namun demikian pendirian warkop di bahu jalan Pamotan – Sedan memang harus mendapat perhatian , hal ini terkait perijinan tempat maupun ijin usaha yang sejauh ini disinyalir belum diperhatikan oleh pemilik warkop.

Camat Pamotan Wiyoto mengatakan, terkait penertiban warkop eks sepanjang bahu jalan desa Bangunrejo kecamatan Pamotan atau jalan Pamotan – Sedan yang belum prosedural ini pihaknya sudah berupaya dengan mengirimkan surat kepada pemerintah daerah kabupaten Rembang, Dinas Bina Marga dan Perhutani sebagai owner lahan yang banyak berdiri bangunan warung liar.

Selain itu pihaknya juga telah meminta kerjasama dengan PT PLN supaya tidak menyalurkan aliran listrik sepanjang bahu jalan. 

Keberadaan warung kopi memang perlu mendapatkan pengarahan dan pengawasan yang optimal. Hal ini karena warung yang seharusnya menjual kopi ini tak jarang juga ditengarai menjual minuman keras bahkan menjadi sarana prostitusi.

Wiyoto menambahkan, sejauh pantauan selama ini warkop sepanjang bahu jalan Pamotan – Sedan tidak ada indikasi kegiatan prostitusi. Namun pengawasan mesti tetap dilakukan karena baru – baru ini dari hasil pentauan telah ditemukan beberapa botol minuman keras. Dikatakan, pelanggaran yang memang pasti dilakukan yakni terkait perijinan tempat dan ijin usaha yang memang belum ada. 

Dampak negatif lainnya yang mungkin timbul karena keberadaan warkop adalah menjadi tempat tongkrongan pelajar pada jam pelajaran karena lokasinya berdekatan dengan sekolah. Tak jarang terlihat beberapa pelajar yang masih mengenakan seragamnya asik tongkrong di warkop pada jam pelajaran. 

Sementara untuk mengantisipasi hal itu perlu adanya kerjasama antara pihak sekolah supaya mengadakan pengawasan yang lebih kepada siswanya terutama pada jam kosong. Selain itu peran serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga sangat diperlukan. 

 Agar keberadaan warung kopi tidak menganggu proses pembelajaran di sekolah diharapkan ada aturan tegas yang mengatur jarank antara warung kopi dengan tempat pendidikan.

Sebelumnya Plt  Bupati Rembang menyampaikan,  Pemkab Rembang melalui dinas terkait sedang menyusun regulasi yang mengatur cafe dan warung kopi. Di dalamnya tentu juga mengatur jarak antara tempat tersebut dengan lembaga pendidikan, bahkan juga termaktub jarak dengan tempat ibadah dan pondok pesantren. (ita )


Permintaan IB Meningkat, Populasi Sapi Terus Bertambah

Plt bupati Abdul hafidz saat meninjau  lomba ternak belum lama ini

Sebagian warga menginvestasikan uangnya dengan ternak sapi


Rembang-Tak hanya pada keluarga berencana saja yang mengistilahkan peserta dengan sebutan akseptor, di dunia peternakan juga berlaku sebutan sama yang ditujukan indukan sapi betina siap kawin. Populasi ternak sapi di kabupaten rembang Tahun 2015 diharapkan terus bertambah.

 Kepala Bidang Peternakan Agus Iwan  menjelaskan untuk membudidayakan   sapi peternak di Kabupaten Rembang lebih memilih proses kawin suntik/insemeniasi buatan, bahkan animonya terus bertambah tiap tahun. Hal ini disikapi  dengan menyediakan straw/semen beku dengan persediaan sedikitnya 66 ribu unit untuk memenuhi kebutuhan kawin suntik 60 ekor sapi betina yang bunting. 

Agus Iwan sebutkan, warga lebih memilih sistem kawin suntik untuk mendapat anakan sapi berkualitas dengan jumlah 80% dari seluruh indukan betina siap kawin, sedangkan sisanya berupa kawin alami dengan cara menyewa pejantan. Untuk pelaksanaan IB sendiri memang ada indukan yang langsung bunting dari hasil sekali kawin suntik, namun untuk rata-rata keberhasilan butuh sedikitnya dua kali pelaksanaan. 

Menurut Agus Iwan terdata warga  lebih menyukai straw jenis simental dan limousin yang mencapai 85% dari permintaan IB, sisanya 15 % terdiri straw peranakan ongole dan brahman. Guna mempermudah pelayanan, telah berdiri 36 pos pelayanan tersebar di 14 kecamatan, dengan petugas sejumlah 41 orang dan biaya yang dikenakan sebesar Rp35 ribu setiap pelaksanaan.

Disampaikan pula keberhasilan IB di Kabupaten Rembang menghantar salah satu inseminator yang bertugas di wilayah Kecamatan bernama Mustofa terseleksi menjadi petugas terbaik tingkat provinsi Jawa Tengah pada tahun lalu. Kemudian yang bersangkutan maju ke tingkat nasional bersaing dengan 4 inseminator lain dari Jawa Timur, Jawa Barat, DIY dan Sumatra Barat.

Data Dinas Pertanian dan Kehutanan jumlah populasi ternak sapi pada tahun 2011 sebanyak 152.680 ekor dan tahun berikutnya tercatat 164.803 ekor. Di tahun 2013 bertepatan dengan sensus ternak diketahui angka turun drastis hanya sejumlah 117.179 ekor dan hingga akhir tahun lalu ada kenaikan menjadi 120.937 ekor, diantaranya adalah sapi betina sebanyak 80.677 ekor dimana 60 ribu diantaranya disasar menjadi akseptor IB. (heru )


Mulai daftar haji sejak usia dini





 Pendaftar calon haji antri mendaftar di kantor kemenag

Rembang-Lamanya daftar tunggu bagi calon jamaah haji di Kabupaten Rembang  membuat beberapa warga berinisiatif mendaftarkan naik haji sejak usia dini. pasalnya Kemenag Kabupaten Rembang memastikan daftar tunggu sampai 15 tahun yang akan datang.

            Kasi Penyelenggara haji dan umroh Haji Kemenag Kabupaten Rembang Shalehudin mengatakan Padatnya daftar tunggu jamaah haji disebabkan antusiasme warga Rembang yang besar, sampai saat ini jumlah daftar tunggu mencapai  12 Ribu lebih dengan jumlah pendaftar  rata-rata per hari bisa 3 hingga 5 orang.

            Menyiasati hal tersebut dengan lamanya daftar tunggu membuat masyarakat Rembang mulai mendaftarkan haji sejak dini, seperti yang terdaftar di kemenag Kabupaten Rembang ada calon jamaah haji yang berusia tujuh tahun sudah mendaftar.

Calon jamaah haji yang berusia tujuh tahun tersebut atas nama Arif Rakha Firmansyah Warga desa cabean Kecamatan Bulu yang berangkat pada tahun 2029. Sehingga nanti waktu berangkat haji umurnya sesuai dengan ketentuan berusia 17 tahun.

Shalehudin menyatakan Untuk kuota calon jamaah haji di Kabupaten Rembang sebanyak 693 orang. Dengan kuota perJawa Tengah mencapai 23 Ribu orang lebih.   Mengenai biaya haji tahun ini belum ada keputusan pasti, rencananya keputusa ongkos biaya haji berkaca pada biaya haji ditahun lalu yang hampir mencapai 40 juta mungkin ditahun ini bisa saja naik sesuai dengan harga dollar yang menguat dari Rupiah. 

Shalehudin menambahkan ada wacana orang yang sudah haji tidak diperbolehkan berangkat haji mengingat jumlah daftar tunggu haji sampai tahun 2030, tetapi itu baru wacana dan usulan itu masih dibahas di dirjen Haji kemenag RI.( Yudha )